Selamat datang di situs online Ikatan Keluarga Besar Pelajar Dan Mahasiswa Mamberamo Tengah Papua (IKB-PMMTP) Se-Jawa Dan Bali. Ini adalah layanan cacatan harian kami. Silahkan tingalkan pesan, kritik, saran, dan komentar dari anda yang sangat kami harapkan. Wa..Wa..Wa.." Nabua Kabua Yabu Eruok "
  • Slide one

    Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Suspendisse id lobortis massa. Nunc viverra velit leo, sit amet elementum mi. Fusce posuere nunc a mi tempus malesuada. Curabitur facilisis rhoncus eros eget placerat. Aliquam semper mauris sit amet justo tempor nec lacinia magna molestie. Etiam placerat congue dolor vitae adipiscing. Aliquam ac erat lorem, ut iaculis justo. Etiam mattis dignissim gravida. Aliquam nec justo ante, non semper mi. Nulla consectetur interdum massa, vel porta enim vulputate sed. Maecenas elit quam, egestas eget placerat non, fringilla vel eros. Nam vehicula elementum nulla sed consequat. Phasellus eu erat enim. Praesent at magna non massa dapibus scelerisque in eu lorem.

  • Slide two

    Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Suspendisse id lobortis massa. Nunc viverra velit leo, sit amet elementum mi. Fusce posuere nunc a mi tempus malesuada. Curabitur facilisis rhoncus eros eget placerat. Aliquam semper mauris sit amet justo tempor nec lacinia magna molestie. Etiam placerat congue dolor vitae adipiscing. Aliquam ac erat lorem, ut iaculis justo. Etiam mattis dignissim gravida. Aliquam nec justo ante, non semper mi. Nulla consectetur interdum massa, vel porta enim vulputate sed. Maecenas elit quam, egestas eget placerat non, fringilla vel eros. Nam vehicula elementum nulla sed consequat. Phasellus eu erat enim. Praesent at magna non massa dapibus scelerisque in eu lorem.

  • Slide three

    Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Suspendisse id lobortis massa. Nunc viverra velit leo, sit amet elementum mi. Fusce posuere nunc a mi tempus malesuada. Curabitur facilisis rhoncus eros eget placerat. Aliquam semper mauris sit amet justo tempor nec lacinia magna molestie. Etiam placerat congue dolor vitae adipiscing. Aliquam ac erat lorem, ut iaculis justo. Etiam mattis dignissim gravida. Aliquam nec justo ante, non semper mi. Nulla consectetur interdum massa, vel porta enim vulputate sed. Maecenas elit quam, egestas eget placerat non, fringilla vel eros. Nam vehicula elementum nulla sed consequat. Phasellus eu erat enim. Praesent at magna non massa dapibus scelerisque in eu lorem.

  • Slide four

    Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Suspendisse id lobortis massa. Nunc viverra velit leo, sit amet elementum mi. Fusce posuere nunc a mi tempus malesuada. Curabitur facilisis rhoncus eros eget placerat. Aliquam semper mauris sit amet justo tempor nec lacinia magna molestie. Etiam placerat congue dolor vitae adipiscing. Aliquam ac erat lorem, ut iaculis justo. Etiam mattis dignissim gravida. Aliquam nec justo ante, non semper mi. Nulla consectetur interdum massa, vel porta enim vulputate sed. Maecenas elit quam, egestas eget placerat non, fringilla vel eros. Nam vehicula elementum nulla sed consequat. Phasellus eu erat enim. Praesent at magna non massa dapibus scelerisque in eu lorem.

  • Slide five

    Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Suspendisse id lobortis massa. Nunc viverra velit leo, sit amet elementum mi. Fusce posuere nunc a mi tempus malesuada. Curabitur facilisis rhoncus eros eget placerat. Aliquam semper mauris sit amet justo tempor nec lacinia magna molestie. Etiam placerat congue dolor vitae adipiscing. Aliquam ac erat lorem, ut iaculis justo. Etiam mattis dignissim gravida. Aliquam nec justo ante, non semper mi. Nulla consectetur interdum massa, vel porta enim vulputate sed. Maecenas elit quam, egestas eget placerat non, fringilla vel eros. Nam vehicula elementum nulla sed consequat. Phasellus eu erat enim. Praesent at magna non massa dapibus scelerisque in eu lorem.

Popular Posts

Followers

Diberdayakan oleh Blogger.
Papan Pengumuman

Kontak Admin

ikbpmmtp.sejawabali@gmail.com 081231667247
Tampilkan postingan dengan label Radar Walak. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Radar Walak. Tampilkan semua postingan

Salomina Wandikbo, Perjuangan Putri Papua Meniti Pendidikan


Liputan6.com, Wamena: Cita-cita perjuangan para pemuda dulu untuk meraih hidup yang lebih baik belum sepenuhnya terwujud. Ini terutama dirasakan masyarakat di daerah tertinggal seperti di Papua. Di mana anak-anak sekolah harus berjuang keras bahkan untuk mendapatkan pendidikan.

Adalah Salomina. Siswa kelas tiga SMA Negeri 1 Asologaima, Wamena, Papua ini harus menyusuri sungai dengan sepotong kayu untuk ke sekolah. Butuh waktu dua jam untuk sampai ke sekolahnya. Dia selalu pergi ke sekolah pukul 04.00 WIT. Hujan dan banjir tak menghalanginya sekolah.

Sungai baru satu masalah. SMA Negeri 1 Asologaima pun minim guru. Belajar di rumah juga terkendala. Desa tempat Salomina tinggal belum ada listrik sama sekali. Jadilah Salo belajar hanya dengan bantuan pelita. Namun Salomina masih menyimpan cita-cita. Ia ingin kuliah dan menjadi dokter. Cita-cita yang juga menjadi keinginan ayah Salomina, salah satu kepala suku di kampung mereka.

Inilah potret perjuangan di abad milenium. Di tengah hiruk pikuk Hari Kebangkitan Nasional di Ibu Kota, nun jauh di pelosok sana, semangat kebangkitan itu melekat dalam keseharian. Tekad dan doa telah menjadi bekal menuju masa depan.(TOZ/Tim Liputan 6 SCTV)

Pemilihan Badan Pengurus FKGSW Dilakukan
Pemilihan Badan Pengurus FKGSW Dilakukan
WAMENA – Untuk mempermudah jangkauan dari kinerja organisasi persatuan Ikatan Walak (Ikwal) Kabupaten Jayawijaya dan Kabupaten Mamberamo Tengah, Forum Komunikasi Generasi Suku Walak (FKGSW) yang masih bersifat non permanen atau sementara menggelar pertemuan sekaligus pemilihan badan pengurus, Kamis (28/2/2013) kemarin, di aula Betesda Wamena.

 

 Pertemuan tersebut dipimpin Panitia penggagas sekaligus tim kerja FKGSW, Weki Gombo dan Astri Gombo, dihadiri para peserta terdiri dari pemuda suku Walak.
Kepada Harian Pagi Papua, Weki Gombo mengatakan, tujuan kegiatan diskusi sekaligus pemilihan badan kepengurusan FKGSW Kabupaten Jayawijaya dan Kabupaten Mamberamo Tengah yaitu, untuk menyatukan pemikiran-pemikiran dalam satu honai suku Walak, berdasarkan keputusan dan pertemuan, yang dilakukan pada (18-23/2), yang memfokuskan pada pemangkasan kepengurusan kinerja Ikatan Walak (Ikwal).
“FKGSW tetap berada pada naungan Ikwal, jadi dalam program kerja tidak akan terjadi tumpang tindih pekerjaan,” jelas Weki.
Dikatakannya, FKGSW merupakan forum yang masih bersifat non permanen dan belum terorganisir, sehingga kinerjanya hanya mendukung dan mengontrol jalannya program kerja yang ada, sehingga program kerja dan kegiatan di lapangan tidak saling tumpang tindih. Selain itu menurutnya, FKGSW akan mendukung kinerja kepemimpinan Bupati Jayawijaya, Wempi Wetipo, S.Sos, SH, M.Par dan Wakil Bupati, Jhon Banua, SE.

“ FKGSW akan tetap mendukung program dan kinerja dari Bupati dan Wakil bupati kedepan,” tegas Weki.
Menurutnya, setelah pertemuan dan pemilihan badan pengurus FKGSW, maka hasilnya akan disampaikan kepada Ikwal untuk dijadikan bahan pembelajaran dan pertimbangan, guna mengembangkan sumber daya manusia (SDM) khususnya dari Suku Walak.
Ketika ditanya mengenai program prioritas dalam pengembangan SDM khususnya pemuda Suku Walak, Weki Mengatakan, pihaknya akan mencoba untuk mengembangkan program media dalam hal ini layanan internet kepada 5 wilayah kampung distrik Wollo.
Weki menambahkan, program pengembangan media di kampung sangat berguna, untuk pengembangan SDM Suku Walak.
“Dimana kita semua mempunyai hak untuk maju dan membangun Kabupaten Jayawijaya dan khususnya generasi penerus Suku Walak kedepan,” tegasnya.(naf/ecy/hpp)

Nelson Mandela Wafat

Jumat, 06 Desember 2013 0 komentar

Berduka-Cita Sedalam-Dalamnya atas Wafatnya Nelson Mandela pada 05 Desember 2013 di Johannesburg, Afrika Selatan

TENTARA REVOLUSI WEST PAPUA (West Papua Revoutionary Army)
MARKAS PUSAT PERTAHANAN
koteka@papuapost.com; info@freewestpapua.org
=======================================================
Nelson Mandela

Perihal: Ucapan Turut Berduka Cita
Disampaikan Kepada:
1. Presiden Afrika Selatan, Jacob Zuma
2. Rakyat Afrika Selatani
3. Keluarga dan anak curu yang ditinggalkan
4. Bangsa Kulit hitam di seluruh dunia
5. Bangsa kulit putih di seluruh dunia
Dengan menundukkan kepada ke Bumi, menggangkat hati ke langit, kami segenap perwira dan pasukan Tentara Revolusi West Papua (TRWP) dari Rimba Raya New Guinea dengan ini menyatakan
BERDUKA CITA SEDALAM-DALAMNYA
atas wafatnya Bapak Moralitas kemanusiaan manusia semesta: Nelson Mandela pada tadi larut malam (dinihari) 05 Desember 2013 di tempat kediaman, Johannesburg, Republik Afrika Selatan.
Teladan perjuangannya menentang diskriminasi berdasarkan warna kulit (apartheid) di Afrika Selatan secara konsisten dan tanpa kompromi yang dirayakan dengan kompromi besar-besaran dan tanpa ampun setelah memperoleh dukungan umat manusia di dunia dan kemenangan atas perjuannya merupakan pelajaran terbesar yang telah dicatatnya dalam riwayat peradaban umat manusia semesta.
Biarlah pelajaran hidupnya menjadi bagian dari perjuangan dan revolusi yang kita lakukan, di mana masih ada penjajahan, diskriminasi dan tindakan-tindakan yang melecehkan, meremehkan, merendahkan dan meniadakan nilai-nilai kemanusiaan dan moralitas di muka Bumi.


Dikeluarkan di: Markas Pusat Pertahanan
Pada Tanggal: 06 Desember 2013
————————————-
Panglima Tertinggi Komando Revolusi,
Mathias Wenda, Gen. TRWP
NBP:A.001076

Setelah Papua, Riau Pun Ingin ‘Merdeka’

Pembangunan seharusnya dijalankan berbasis pada potensi daerah.
JAKARTA, Jaringnews.com – Ketidakpuasan terhadap Jakarta tak hanya disuarakan oleh masyarakat Papua. Kalangan usahawan dari Riau dan Nusa Tenggara Timur pun mengungkapkan kekecewaannya.
“Perkenalkan saya Viator Butar-butar, sekretaris KADIN Provinsi Riau yang sebentar lagi akan berubah jadi KADIN negara Riau,” kata Viator Butar-butar ketika diberi kesempatan menyampaikan pendapat pada Seminar Nasional Kajian Tengah Tahun 2012 Efektivitas Fiskal, Percepatan Infrastruktur dan Intermediasi Perbankan yang diselenggarakan KADIN dan INDEF di Jakarta hari ini (19/6). Cara memperkenalkan dirinya yang unik itu digunakannya sebagai pelampiasan kekecewaan atas cara pembicara pada seminar itu yang menurutnya melihat Indonesia secara Jakarta sentris saja, tanpa melihat berbagai kekhasan daerah.

Tampil sebagai pembicara pada kesempatan itu, Wakil Ketua Komisi XI DPR Harry Azhar Azis, Direktur Direktorat Penelitian dan Pengaturan Perbankan BI, Mulya Nasution, Ahmad Erani Yustisa dan Enny Sri Hartati, keduanya peneliti di INDEF. Seharusnya, menurut Viator, pembangunan dijalankan berbasis pada potensi daerah. “Kami di Riau sering sekali heran. Di Jakarta ini banyak sekali jembatan tetapi tidak ada sungainya. Tetapi di Riau, banyak sungai tapi sangat sedikit jembatannya,” kata Viator memberikan analogi.

Contoh lain yang dikemukakannya untuk menunjukkan kekhasan daerah adalah dalam pembangunan jalan. “Kenapa truk kelapa sawit kami diharuskan mengurangi muatan karena dianggap melewati beban yang bisa ditopang oleh jalan itu. Seharusnya, justru daya jalan tersebut yang ditingkatkan sehingga dapat menyangga truk-truk yang membawa kelapa sawit,” kata dia. Viator mewanti-wanti bahwa kekecewaan di daerah sudah sedemikian besar, apalagi bila melihat betapa timpangnya perkembangan ekonomi antara Jawa dan luar Jawa. Menurut dia jangan salahkan bila suatu saat bukan hanya Papua yang meminta merdeka.

“Saya sendiri bingung, darimana sebenarnya uang yang ada di Jakarta ini. Sebab tidak ada aktivitas produksi di sini tapi 80 persen uang repubik berada di sini,” kata Viator lagi. Ketua KADIN Nusa Tenggara Timur, Abraham Paul Liyanto menyuarakan hal senada. Menurut dia, perlu ada upaya ekstra Pemerintah untuk membangun infrastruktur di daerah untuk mengejar ketertinggalan. “Sudah bisa dipikirkan bila kantor pusat kementerian disebar ke berbagai provinsi sehingga pembangunan lebih merata,” kata Abraham.

Ia memberi contoh, Kementerian Perikanan dan Kelautan sepantasnya berkantor pusat di wilayah yang kaya akan laut dan perikanan. Demikian juga kementerian lain, disesuaikan dengan potensi pendukungnya.
“Di Afrika Selatan hal itu terjadi. Antara satu kementerian dengan kementerian lain bisa berjarak 3 jam penerbangan. Memang jauh tetapi dengan demikian penyebaran infrastruktur juga terjadi,” kata Abraham.
Menanggapi hal itu, Direktur Direktorat Penelitian dan Pengaturan Perbankan Bank Indonesia, Mulya Siregar mengatakan, pihak BI sekarang ini sedang menggodok aturan mengenai multiple license.
Dengan aturan ini, BI akan dapat mengarahkan bank dalam pembukaan cabang. “Sehingga BI nanti bisa meminta bank membuka cabang di daerah-daerah yang masih terpencil,” kata Mulya.
Wakil Ketua Komisi XI DPR RI, Harry Azhar Azis mengatakan, selama ini memang ada kecenderungan Jakarta harus ‘digertak’ dulu baru mau memperhatikan daerah. Itu sebabnya ia menyarankan agar daerah lebih keras lagi menyuarakan aspirasinya. “Saya sendiri setuju bila setiap provinsi di Indonesia digilir lima tahun sekali sebagai ibukota negara,” kata Harry Azhar, bercanda.

(Ben / Deb)
Eben Ezer Siadari, Selasa, 19 Juni 2012 16:28 WIB, JaringNews.com

 MAU DAN TIDAK, WALAK HARUS MINTAH KABUPATEN BARU, BUKAN PERGESERAN KABUPATEN, TAPI MINTA OTONOM BARU!!!!

Pemekaran Kabupaten Walak
MENGAPA SELURUH INTELEKTUAL (CENDIKIAWAN) WALAK JADI SATU MINTAH PEMEKARAN/ MINTAH DAERAH OTONOM BARU PADA HAL SEBENARNYA TIDAK SETUJU ADANYA PEMEKARAN KABUPATEN TAPI MENGAPA ???
JAWABANNYA SBB:

1. TAHUN2 MENDATANG TERJADI PEMEKARAN BALIM CENTER, MAKA 4 DISTRIK SECARA TIDAK LANGSUNG AKAN TERGABUNG DENGAN KABUPATEN BALIM CENTER YAITU ANTARA LAIN: BOLAKME, TAGIME, JALENGGA DAN KORAGI.....

2. TERJADI PEMEKARAN OKIKA, MAKA 1 DISTRIK AKAN HILANG YAITU DISTRIK BUGI,KARENA KABUPATEN OKIKA BATAS WILAYAHNYA SAMPAI DI MANDA....

3. SEMENTARA 2 DISTRIK BERHASIL DICURI OLEH KABUPATEN MAMBERAMO TENGAH YAITU ILUGA DAN ERAGAYAM...

4. ORANG WALAK TIDAK BERTINDAK,MAKA SUKU WALAK AKAN DICABIK SANA-SINI SAMPAI TIDAK ADA BEKAS,ARTINYA SUKU KITA AKAN MUSNAH....

DENGAN DEMIKIAN, SUKU WALAK SEKARANG DIPERINGATKAN HARUS BERTINDAK MULAI SAAT INI, UNTUK MINTA ADANYA PEMEKARAN DI DAERAH WALAK......

CATATAN: MAU DAN TIDAK, WALAK HARUS MINTAH KABUPATEN BARU, BUKAN PERGESERAN KABUPATEN, TAPI MINTA OTONOM BARU!!!!

SALAM DAN TERIMA KASIH
YESUS TOLONG BERI PENGERTIAN KEPADA KAMI...
wALAK....WALAK...WALAK...WALAK...WALAK..

Voice Of Walak - Kabupaten Walak Papua

Walak Elege Malang Jawa Timur
Di Tanah ini tidak ada yang susah......
Namun dalam rintihan ini kami sampaikan pesan kepada kayalak orang walak bahwa mari kita menentukan jatidiri kita kepada anak negeri lain di negeri ini, mulai dari buka hati kita, buka mata kita, buka diri kita sampai melepaskan semua kutukan yang lengket pada orang Walak...memang di negeri ini tidak ada yang susah tapi kayaknya orang Walak semakin susah dan semakin sulit untuk menghapuskan air mata dan air keringat (tra akan berhenti), memang airmata dan keringat orang Walak akan mengalir terus-menerus dan seterus-menerusnya... atau kah akan berhenti aliran air ini, atau siapakah yang dapat menghentikannya??? mungkin suku lain yang datang dan menghentikan semua air mata dan keringat orang Walak, kami orang walak harus mampu menghentikan semua ini, kami orang walak harus mampu menhentikan semua air mata dan keringat ini, kami orang walak harus mampu menhentikan semua air mata dan keringat ini, kami orang walak harus mampu menhentikan semua air mata dan keringat ini,......


Mari saudara dan saudari ku Intelektual, Tokoh, kepala2 suku dan semua adik2 Mahasiswa Walak sebagai Kader leluhur orang Walak, BUKAN SIAPA-SIAPA TAPI ANDA SUDAH ORANGNYA, KAPAN LAGI KALAU BUKAN SEKARANG, DIMAN LAGI KALAI BUKAN SINI, KINI SAATNYA ANDA HARUS BERTINDAK DAN BERTINDAK...SEBAB KEBANGKITAN ORANG WALAK MULAI DARI ORANG WALAK JUGA, ORANG WALAK AKAN MENJADI PENOLONG DITENGAH-TENGAH ORANG WALAK JUGA, BIARPUN ENGKAU BERGABUNG DENGAN SUKU LAIN TAPI SUKU LAIN PASTI KATAKAN ENGKAU ORANG WALAK, ORANG WALAK MEMANG BEDA, ORANG WALAK MEMANG SAMA DENGAN SUKU LAIN TAPI BEDA DAN MEMANG BEDA....................................................................
MULAI HARI INI, MARI KITA RENUNGKAN UNTUK MERDEKA ORANG, ORANG WALAK HARUS BICARA TENTANG KEMERDEKAAN, ORANG WALAK HARUS BICARA TENTANG KEMERDEKAAN ORANG WALAK, ORANG WLAK HARUS BICARA KEBEBASAN ORANG WALAK, ORANG WALAK HARUS MENENTUKAN NASIBNYA YANG JELAS, JANGAN TAKUT BICARA TENTANG KEMERDEKAAN ORANG WALAK, BARU KITA BISA MERDEKA, MERDEKA ADA DI UJUNG JARI....KITA BICARA KEMERDEKAAN WALAK DULU BARU KITA BICARA KEMERDEKAAN PAPUA .......................................
MERDEKA....................................................................
TUHAN PASTI AKAN BERIKAN KEMERDEKAAN UNTUK KITA SEMUA....
WALAK...
WALAK....
------------------------GBU------------------------

 Gubernur Papua Lukas Enembe, SIP.MH, merestui pemekaran Kabupaten baru atau Daerah Otonom Baru di daerah Lingkungan Keluarga Suku Walak

Pemekaran Kabupaten WALAK Papua
Akhirnya Gubernur Papua Lukas Enembe, SIP.MH, merestui pemekaran Kabupaten baru atau Daerah Otonom Baru di daerah Lingkungan Keluarga Suku Walak. Menurutnya pemekaran Kabupaten adalah hal penting yang harus dipikirkan bersama antara pemerintah Daerah dengan masyarakt, sebab pemekaran pada hakekadnya untuk memperpendek pelayanan pembangunan publik terhadap masyarakat . lebih khusus suku Walak itu sendiri harus mulai pikirkan dari sekarang, bagiamana suku2 lain atau darah keliling suku Walak banyak yang mau memekarkan, seenarnya di Daerah walak harus ada satu Kabupaten sebab dilihat dari geografisnya, walak wajar/layak sebuah Kabupaten baru yang akan menjadi panutan jati diri orang Walak disitu.

Gubernur Papua memberikan kesempatan kepada Tim pemekaran untuk mengejar ketertinggalan perlengkapan administrasi pemekaran untuk seegerah melengkapi. Thanks kepada Tuhan Yang Maha Kuasa Atas kasih dan kemurahannya, karena semuanya terjadi bukan karena kelebihan Timm, Kehebatan Tim, kepintaran Tim tapi semata-mata hanya oleh karena kasih dan Kemurhan Tuhan itu sendiri, waa...waa...waa..waaa..

Sudah Saatnya Suku Walak Dimekarkan


http://www.hmpw-sejayapura.blogspot.com/
JAYAPURA - Kepala Suku Walak, Petrus Mabel, S.Pd., M.Si., mengatakan, sudah saatnya wilayah Suku Walak dimekarkan menjadi satu daerah otonom baru, karena telah memenuhi syarat. Dorongan pemekaran itu telah mencuat dari masyarakat Suku Walak, yang dicetuskan 800 lebih Kaum Perempuan Asal Suku Walak dan disampaikan dalam Seminar Pemberdayaan Perempuan Suku Walak di Aula Pertanian Yahim Sentani, 31 Oktober 2013.

Acara ini dihadiri langsung Gubernur Papua, Lukas Enembe, S.I.P., M.H.
Dalam sambutan Gubernur Lukas Enembe, S.I.P., M.H., menyatakan, menerima usulan pemekaran wilayah Suku Walak tersebut, namun, Gubernur Lukas Enembe menyarankan untuk mengikuti mekanisme dan prosedur yang ada, guna aspirasi itu dijawab dengan baik. Dan tentunya selaku kaum intelektual Suku Walak berupaya untuk melaksanakan saran Gubernur Lukas Enembe tersebut.

Suku Walak sendiri berada pada posisi tengah suku-suku lain di wilayah Pegunungan Tengah. Pada bagian Timur Suku Yali, bagian barat Suku Lany, bagian utara Suku Gem, dan bagian Selatan Suku Nayak. Meski Suku Walak adalah Suku Kecil, namun mempunyai wilayah yang cukup luas yang terbagi dalam wilayah Balima, Wolo, Iluga, dan Winamaregean di Jayawijaya dan Mamberamo Tengah. Dan suku-suku tersebut sudah menjadi kabupaten sendiri, sedangkan Suku Walak belum, dan ini yang akan diperjuangkan pihaknya.

“Pemekaran ini sudah lama dirindukan rakyat Suku Walak. Kriteria menjadi otonom baru, itu memenuhi syarat, wilayah luas, SDA lebih kaya dari kabupaten lain yang sudah terbentuk, SDM juga sudah tersedia, kami punya sarjana dari diploma sampai doktor, pejabat eselon juga sudah ada yang tersebar di kabupaten lain,” ungkapnya dalam keterangan persnya kepada Bintang Papua, di usai pertemuan Kepala-Kepala Suku, dan Tokoh Masyarakat Suku Walak Afresto Cafe Abepura, Minggu, (03/11).
Terhadap hal itu, terhadap suku-suku lain di luar suku Walak, terutama yang ada di wilayah Pegunungan Tengah, diharapkan turut memberikan rekomendasi bagi berdirinya Walak menjadi Kabupaten daerah otonom baru.

Dijelaskannya, Walak adalah nama sebuah suku yang ada di Pegunungan Papua. Walak juga disebut sebagai nama bahasa. Orang Walak memiliki 5 wilayah adat, yaitu Wilayah Badlima, Wilayah Wolo, Wilayah Ilugwa, Wilayah Eragayam. Dan secara pemerintahan orang Walak memiliki 7 distrik yang terdiri dari dua distrik di Kabupaten Mamberamo Tengah (Distrik Eragayam dan Distrik Ilugwa), dan lima distrik di Kabupaten Jayawijaya (Distrik Wolo, Distrik Bugi, Distrik Yalengga, Distrik Biri dan Distrik Koragi).
Jumlah penduduk suku ini diperkirakan 935.000 jiwa yang tersebar di beberapa distrik pada dua kabupaten itu (Tidak termasuk mereka yang ada di Jayapura, dan Timika. Jika jumlah tersebut ditambah dengan orang Walak di Jayapura dan di Timika, maka diperkirakan 1.550 jiwa lebih).

Ditandaskannya, dari seminar tiga hari tersebut telah melahirkan beberapa rekomendasi, yaitu rekomendasi dibidang politik, rekomendasi dibidang ekonomi dan religi serta sosial kemasyarakatan. Sehubungan dengan itu mereka juga merekomendasikan kepada perempuan Walak di Wamena sebagai basis Suku Walak untuk menyelenggarakan Seminar Perempuan Walak untuk mengejar target-target dari rekomendasi seminar perempuan Walak di Jayapura. Seminar Perempuan Walak tahun berikut akan diselenggarkan pada tahun 2014 di Wamena. Diantaranya, (1) Bidang politik, yaitu meminta rekomendasi pemekaran kabupaten baru yaitu Kabupaten Walak. (2) Bidang pendidikan: perempuan mengambil Magister maupun doctor hingga keluar negeri. (3) Bidang Ekonomi: Perempuan Walak mampu berusaha bergerak dibidang bisnis. Meminta modal kepada pemerintah untuk memulai usaha. (4) Bidang Agama: Orang Walak harus tahu sumbernya, yaitu mengandalkan Tuhan dalam segala lakunya. Tingkatkan pendidikan di bidang teologi. (5) Mereka minta pak Gubernur memberikan modal usaha kepada ibu-ibu walak yang bergerak dibidang bisnis seperti penjual pinang dan pemelihara ternak babi. (6) Meminta bapak Gubernur untuk memperhatikan beberapa kader yang memenuhi syarat untuk diterima dalam kabinetnya di provinsi Papua. Ditempat yang sama, Tokoh Masyarakat Suku Walak, Boby Siep Waga, menyampaikan, dalam seminar tersebut, dirinya melihat bahwa usulan pemekaran itu itu benar-benar rencana Tuhan, karena Gubernur turut hadir dan memberikan tanggapan yang sangat positif.

Selain alasan pada umumnya untuk pemekaran, tapi juga alasan lain yang patut menjadi pertimbangan Gubernur Lukas Enembe bahwa banyak anak-anak suku Walak yang telah lulus sarjana mulai dari diploma sampai doktor, namun umumnya bekerja di daerah lain, dan ada pula yang melamarkan pekerjaan namun tidak diterima, sehingga dengan adanya pemekaran itu, anak-anak Suku Walak kembali mengabdi dan membangun daerahnya sendiri. Senada dengan itu, salah satu Kaum Intelektual Suku Walak lainnya, Dr. Arius Togotly, S.Pd., M.Kes., menuturkan, para intelektual, sepakat dan sangat setuju untuk Walak menjadi daerah otonom baru, dengan nama Kabupaten Walak.

“Kami sampaikan bahwa kami sebagai akademik, dan kami ikuti sama-sama untuk menentukan wilayah ini. Saya sangat menghargai dan terima kasih kepada perempuan Walak yang mempunyai kemampuan yang menyampaikan aspirasi dan menamai kabupaten Walak ini kepada Gubernur Papua. Kaum perempuan Walak telah SDM yang luar biasa, maka saat Perempuan Walak bicara pemekaran Kabupaten Walak itu. Kami siap membangun itu,” paparnya.

Sementara itu, Kepala Suku, Woro, Iri, dan Bugi, Darius Togotly, menegaskan, dirinya langsung dari Wamena untuk mengikuti kegiatan Seminari Perempuan Walak tersebut, dan turut memberikan dukungan penuh atas aspirasi pemekaran yang disampaikan oleh perempuan dan rakyat Suku Walak.

Untuk itulah, dirinya mewakili ketiga suku meminta kepada Bupati Jayawijaya, dan Bupati Mamberamo Tengah, untuk memberikan rekomendasi dukungan untuk Walak dimekarkan menjadi kabupaten tersendiri.
Hal lainnya, Tokoh Agama Suku Walak, Pdt. Edy Togotly, S.Th., berkomitmen bersama seluruh rakyat Suku Walak untuk turut memperjuangkan lahirnya kabupaten otonom baru bagi Suku Walak melalui jalur-jalur resmi yang ada sebagaimana diarahkan oleh Gubernur Lukas Enembe.

“Kami minta dukungan dan restu dari saudara-saudara kami yang ada di Papua, karena kami punya hak yang sama, karena kami penuhi persyaratan, dan itu sudah ada. Kami sudah punya pegangan kuat, karena aspirasi kami sudah diterima oleh Gubernur Lukas Enembe, maka kami akan lakukan pertemuan berikutnya untuk membahas tahapan-tahapan yang kami lakukan untuk perjuangkan kabupaten Walak ini menjadi kabupaten otonom baru. Kami percaya Walak diberikan Tuhan kepada kami,” pungkasnya.

Sekadar diketahui, dalam kegiatan Seminar lalu, ada sejumlah hal yang dilaksanakan, yakni, pameran kreaktivitas orang Walak, seperti noken Papua, berbagai jenis bunga dan pot bunga, wig dan 6 judul buku yang ditulis oleh beberapa orang Walak seperti buku Fonologi bahasa Walak, Kutuk atau Berkat, Otsus Papua tidak Jelas dalam implementasinya.(nls/don/l03/@dv) 

Sumber Berita : Bintang Papua


 Tarian Adat Suku Walak Baliem Valley

Ikawal Sejayapura on Minggu, 07 Oktober
Sentani (ANTARA News) – Penyelenggaraan Festival Danau Sentani (FDS) III hari ke dua di Pantai Wisata Kalkhote, Sentani Timur, Jayapura, Minggu, dimeriahkan dengan pagelaran tarian Penjemputan Roh Leluhur dari Kabupaten Asmat dan tarian Ambiaro dari Suku Walak Kabupaten Mamberamo Tengah.

Dari Sentani, ANTARA melaporkan, pagelaran seni tari dari kedua kabupaten tersebut mampu menyedot perhatian pengunjung FDS. Tidak sedikit pula diantara pengunjung tampak sejumlah wisatawan asing.

Tarian Penjemputan Roh Leluhur dibawakan puluhan lelaki dan perempuan Asmat. Tarian ini mengisahkan seorang anak laki-laki yang bepergian dari arah barat ke timur namun dalam perjalanan ia tidak diterima oleh penduduk pada setiap kampung yang ia datangi. Tarian ini diawali dengan masuknya rombongan penari perempuan bersama empat lelaki yang memukul tifa. Para penari perempuan menunjukkan kebolehan mereka bergoyang mengikuti irama dan bunyi tifa yang bertalu-talu.

Beberapa saat kemudian, sekelompok lelaki Asmat dimana salah satu diantaranya dengan badan penuh lumpur hitam berelumpur masuk ke panggung dengan suara gemuruh.
Setiba di panggung, puluhan laki-laki Asmat tersebut bergoyang ria dengan goyangan khas suku Asmat.
Sebelum penampilan penari suku Asmat, 24 penari suku Walak Mamberamo Tengah yang terdiri atas 12 laki-laki dan 12 perempuan menampilkan atraksi tarian Ambiaro. Pelatih tim penari suku Walak, Petrus Mabel mengatakan tarian Ambiaro yang artinya satu mengisahkan perjalanan orang Papua alias bangsa Melanesia dari daratan Asia, tepatnya di Yunan hingga mencapai Pulau Papua.

Menurut Petrus yang didampingi Kepala Suku Walak, Fanus Kanelak, leluhur orang Papua berlayar dari Yunan menuju Papau dengan melintasi Taiwan, Filipina dan Lautan Pasifik sampai akhirnya tiba di Papua Nugini (PNG). Dari PNG, leluhur orang Papua melintas ke arah barat hingga tiba di Pulau Ifala dan selanjutnya meneruskan perjalanan ke Genyem. 

Sesampai di Genyem, leluhur orang Papua lalu satu persatu tersebar ke berbagai tempat di Papua yang selanjutnya melahirkan sekitar 252 suku yang menghuni Tanah Papua dewasa ini.
“Karena kami berasal dari satu nenek moyang dan satu keturunan serta satu perjalanan sejarah, maka tarian ini mengajak semua suku yang ada di Papua untuk bersatu membangun Papua baru,” kata Petrus.
“Tidak ada perbedaan antara orang gunung dan orang Pantai, kita semua adalah satu,” tambah Petrus.
Para penari suku Walak juga melakonkan pembuatan api dengan cara menggesek batu dan kayu serta alang-alang kering (tenggan) sebagai yang diperbuat para leluhur mereka di masa lampau.
Suku Walak dengan jumlah penduduknya sekitar lebih dari 30 ribu jiwa saat ini mendiami sebagian Kabupaten Jayawijaya, sebagian Mamberamo Tengah dan sebagian lagi di Kabupaten Yalimo.
Warga suku ini mendiami Lembah Kobakma, Ilugwa, Erageam, Wolo dan Yalengga di pinggir Sungai Mamberamo yang merupakan sungai terbesar di Provinsi Papua.

Pagelaran seni dan budaya dalam memeriahkan FDS juga menampilkan atraksi kesenian dari sejumlah paguyuban Nusantara di Kabupaten Jayapura, diantaranya Paguyuban Jember, Ikatan Keluarga Toraja (IKT), Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS), dan Kerukunan Keluarga Batak.
Kegiatan FDS III dibuka pada Sabtu (19/6) oleh Irjen Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata, Surya Yoga dan berlangsung hingga Rabu (23/6). (E015Suku SSdddd
Sumber:
http://www.ikwal-sejayapura.blogspot.com/2012/10/tarian-adat-suku-walak-baliem-valley.html#.UiKd4RY5TBY

Archive

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *