Tampilkan postingan dengan label Radar Mahasiswa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Radar Mahasiswa. Tampilkan semua postingan
Presidium sidang tetap pada kegiatan Musyawara Besar ke-IV Pelajar
Mahasiswa Mamberamo Tengah Malang-Kediri, tampak pada foto adalah dari
kiri Sam Koba, tengah Yunus Kenelak dan Kanan Onel Tabuni - Foto
NaworLano.dok MTNews - Ikatan Keluarga Besar Pelajar dan Mahsiswa
Mamberamo Tengah Papua (IKB-PMMTP) Koordinator Kota Malang dan Kediri...
Dibawa ini adalah foto-foto kegiatan saat foto bersama sehabis kegiatan
MUBES IKB-PMMTP Koordinator Kota Malang-Kediri ke IV. bertempat di Ning
ET-Hotel STIE Taman Agung, Dieng, Kota Malang, (9/6). Lihat Juga
Foto-foto lainnya : Saat Merima Para Undangan, Tamu dan Peserta Saat
Acara Inti Mubes IKB PMMTP Ke IV...
Dibawa
ini adalah foto-foto kegiatan saat serba-serbi alias selesai kegiatan
MUBES IKB-PMMTP Koordinator Kota Malang-Kediri ke IV. bertempat di Ning
ET-Hotel STIE Taman Agung, Dieng, Kota Malang, (9/6). Lihat Juga
Foto-foto lainnya : Merima para Undangan, Tamu dan Peserta Saat Acara
Inti Mubes IKB PMMTP Ke IV Saat Menyampaikan...
IKB-PMMTP : turut merasakan duka cita atas wafatnya Saudara/Om/Anak/Adik/Kakak Kami Yang Tersayang " MANASE KOMBA WANDIKBO "
Dari lubuk hati kami yang paling dalam, kami Ikatan Keluarga Besar Pelajar Dan Mahasiswa Mamberamo Tengah Papua Se-Jawa Dan Bali turut merasakan duka cita atas wafatnya Saudara/Om/Anak/Adik/Kakak Kami Yang Tersayang
" MANASE KOMBA WANDIKBO "
Semoga Tuhan mengampuni dosa Almarhum, ditempatkan diantara orang-orang yang beriman, dan keluarga yang ditinggalkan selalu diberi ketabahan dalam menerima cobaan ini. Amien
Dia telah mengarungi kehidupannya dengan penuh keindahan, serta menyebarkan keindahan dalam kehidupan orang lain. Sekarang saatnya dia merasakan keindahan yang jauh lebih besar.
Tidak mudah untuk merelakan kepergian orang yang kita cintai. Tapi jika
kita bisa melihat kebahagiaan mereka di sisi sang pencipta, maka kita
akan tersenyum bahagia.
By: Amunggur Tabi Wandikbonak Kosili Nggembu
![]() |
| MELANESIA POST |
Indonesia jangan kamu fikir dengan cara kekerasan ini bisa atasi Papua tetap dalam NKRI
Rate And Identification Melanesians
MELANESIA
The Melanesian delegation
Papuan cultural rallies held across West Papua and Indonesia
Organisa Papua Merdeka (OPM) Dapat Dukungan Dari Negara-Negara Melanesia
WEST PAPUA UJIAN BAGI NEGARA-NEGARA UJUNG TOMBAK MELANESIA
Organisasi Antar-Negara Melanesia Akui Papua Barat
The Voice Of Melanesia Nation - Melanesia Kelompok Wilayah bukan Identitas
The Voice Of Melanesia Nations For West Papua
Berduka-Cita Sedalam-Dalamnya atas Wafatnya Nelson Mandela pada 05 Desember 2013 di Johannesburg, Afrika Selatan
By admin on December 6, 2013
MARKAS PUSAT PERTAHANAN
koteka@papuapost.com; info@freewestpapua.org
=======================================================
Perihal: Ucapan Turut Berduka Cita
Disampaikan Kepada:
1. Presiden Afrika Selatan, Jacob Zuma
2. Rakyat Afrika Selatani
3. Keluarga dan anak curu yang ditinggalkan
4. Bangsa Kulit hitam di seluruh dunia
5. Bangsa kulit putih di seluruh dunia
Dengan menundukkan kepada ke Bumi, menggangkat hati ke langit, kami segenap perwira dan pasukan Tentara Revolusi West Papua (TRWP) dari Rimba Raya New Guinea dengan ini menyatakan
BERDUKA CITA SEDALAM-DALAMNYA
atas wafatnya Bapak Moralitas kemanusiaan manusia semesta: Nelson
Mandela pada tadi larut malam (dinihari) 05 Desember 2013 di tempat
kediaman, Johannesburg, Republik Afrika Selatan.
Teladan perjuangannya menentang diskriminasi
berdasarkan warna kulit (apartheid) di Afrika Selatan secara konsisten
dan tanpa kompromi yang dirayakan dengan kompromi besar-besaran dan
tanpa ampun setelah memperoleh dukungan umat manusia di dunia dan
kemenangan atas perjuannya merupakan pelajaran terbesar yang telah
dicatatnya dalam riwayat peradaban umat manusia semesta.
Biarlah pelajaran hidupnya menjadi bagian dari perjuangan dan
revolusi yang kita lakukan, di mana masih ada penjajahan, diskriminasi
dan tindakan-tindakan yang melecehkan, meremehkan, merendahkan dan
meniadakan nilai-nilai kemanusiaan dan moralitas di muka Bumi.
Dikeluarkan di: Markas Pusat Pertahanan
Pada Tanggal: 06 Desember 2013
————————————-
Pada Tanggal: 06 Desember 2013
————————————-
Panglima Tertinggi Komando Revolusi,
Mathias Wenda, Gen. TRWP
NBP:A.001076
NBP:A.001076
RIAU MERDEKA ATAU OTONOMI KHUSUS

Jika ditahun 1956 Kongres Rakyat Riau (KRR) I melahirkan opsi perjuangan untuk berpisah dari Propinsi Sumatra Tengah, yang akhirnya melahirkan Propinsi Riau. Tiga puluh empat tahun kemudian di penghujung bulan Januari tepatnya tanggal 1 Februari 2000, dalam perhelatan sama yang bernama Kongres Rakyat Riau II, lahirlah opsi merdeka dari tiga pilihan yang ada yaitu merdeka, otonomi khusus ataupun negara federasi. Dari 623 peserta yang hadir; 270 orang memilih opsi merdeka, 199 orang memilih otonomi khusus dan 146 suara memilih Negara federal.
RIAU MERDEKA ATAU OTONOMI KHUSUS
Semua terperagah antara percaya dengan tidak, keberanian yang
diselimuti ketakutan, keseriusan yang penuh keraguan. Keheningan dipecah
oleh pernyataan Prof. Tabrani Rab yang katanya presiden pertama,” Kita
ingin merdeka mengelola sumber daya alam, sumber daya manusia, dan
lain-lain”. Waktupun berjalan presidenpun katanya berganti dan saat ini
dipegang oleh Al Azhar yang katanya presiden kedua, sikap dan pernyataan
politik hampir sama, ” Merdeka secara moral dan merdeka tanpa darah”.
Apakah benar Riau ingin merdeka? Melihat kondisi Riau yang masih
diselimuti kemiskinan ditengah kekayaan, beraksesoris kebodohan,
ketertinggalan dan keterbelakangan, maka jawabannya, ”merdeka yes”.
Merdeka disini dipahami dalam kerangka, ingin lepas dari ketertinggalan,
kemiskinan, kebodohan dan ketidak berdayaan. Terlalu lama Riau terpuruk
dalam jurang kemiskinan diantara limpahan kekayaan sumberdaya alam yang
terpendam didalam bumi dan terhampar dipermukaannya.
Apapun opsi yang dikumandangkan, semuanya berangkat dari ekspresi
kekecewaan masyarakat Riau dan aspirasi agar diberikan perhatian
sehingga leluasa mengelola sumberdaya yang ada untuk mendukung proses
mensejahterakan masyarakat, mengejar ketertinggalan dan menyelamatkan
warisan untuk generasi masa depan yang hampir kehabisan kesempatan dan
harapan.
Banyak kebijakan masa lalu yang kurang berpihak kepada masyarakat
Riau. Lihatlah disisi pendidikan, walaupun sudah enam puluh satu tahun
merdeka dalam bingkai negara kesatuan Republik Indonesia. Ternyata dalam
aspek pendidikan Riau jauh tertinggal, mulai dari pendidikan dasar
sampai kepada pendidikan tinggi. Riau kaya dengan hasil migasnya tetapi
baru beberapa tahun terakhir Riau memiliki jurusan Perminyakan, itupun
di perguruan tinggi swasta. Riau kaya dengan hasil hutan tetapi Fakultas
Kehutanan juga baru berdiri itupun sama di PTSjuga. Riau memiliki dua
perusahaan pulp dan kertas terbesar di Asia dan ribuan hektar perkebunan
Sawit tetapi Riau tidak memiliki satupun perguruan tinggi ataupun
sekolah yang menjebatani tenagakerjanya kesana. Riau terhimpit dalam
sistem sehingga baru dalam waktu terakhir memiliki fakultas kedokteran,
baru memiliki jurusan-jurusan yang menopang sarjananya merebut pasar
kerja yang melimpah di bumi Lancang Kuning ini.
Yang terjadi, diseluruh perusahaan Migas, Pulp and Paper, perusahaan
kehutanan, industri Sawit dan berbagai pusat industri, masyarakat Riau
hanya menjadi penonton. Tidak ada satupun perusahaan besar di Riau yang
persentase tenaga kerja putra tempatan Riau yang mencapai angka 50%.
Semuanya diisi oleh saudaranya yang berasal dari Riau, disisi lain
tenaga kerja tempatan terpuruk diposisi-posisi marginal seperti
security, buruh, office boy dan kalaupun ada yang tinggi ditempatkan
diposisi yang selalu bersentuhan dengan masyarakat seperti; humas,
community development, koordinator security dan sejenisnya. Ditempatkan
dalam ruang kaca dan dijadikan ”bonsai”. Indah dilihat tetapi tidak
memiliki otoritas cukup tinggi dan tidak bisa juga dibilang rendah
karena selalu mewakili institusi.
Hal yang sama juga terjadi dengan dana pembangunan yang dialokasi
pemerintah pusat ke Riau. Baik dari hasil minyak dan gas, hasil tambang,
hasil hutan dan berbagai sumber pendapatan dari Riau yang selama ini
menopang kehidupan berbangsa dan bernegara, Riau hanya mendapatkan
sebagian kecil saja. Dari aspek politikpun tidak jauh berbeda, puluhan
tahun hak-hak politik masyarakat Riau untuk dipimpin oleh putra
terbaiknya dibatasi. Mulai dari jabatan bupati sampai gubernur, kalau
mau jadi menteri cukup berhayal dalam mimpi.
Dibidang sosial budaya, kebangkitan Melayu yang merupakan identitas
daerah ini baru hangat beberapa waktu terakhir ini. Daerah yang
menyumbangkan bahasa ibunya sebagai pemersatu bangsa, terasa asing
dengan bahasanya sendiri. Bahasa Indonesia seperti mendurhakai
ibukandungnya bahasa Melayu Riau. Disisi lain, identitas Riau sebagai
bangsa yang menjunjung nilai budaya, norma dan agama tercoreng dengan
berbagai pusat bisnis yang menjajakan wanita. Riau menjadi pusat
industri yang lepas kendali dan hampir kehilangan jati diri. Apa yang
tersisa di Riau setelah enam puluh satu tahun merdeka. Kemiskinan meraja
lela, kebodohan dimana-mana, Riau tertinggal dari aspek sosial, budaya,
pendidikan dan juga agama.
Dibidang lingkungan masyarakat Riau terusir dari tanah nenek
moyangnya, akibat keberadaan industri yang mendapat izin tanpa
memperhatikan kepentingan masyarakat Riau jangka panjang. Ribuan hektar
hutan Riau diberikan kepada HPH ataupun HPHTI, sebagian lagi digunduli
dan ditanami perkebunan kelapa sawit, hasil laut dan sungai mati karena
pencemaran yang tidak pernah berhenti. Masyarakat Riau terpurut
disudut-sudut kota, sudut kampung, tepi hutan dan tepi sungai.
Masyarakat Riaupun menjadi cengeng akibat derita tak berkesudahan,
mudah merajuk karena tidak pernah mendapat perhatian dan pembelaan. Rasa
malas dan putus asa menghinggapi yang bermuara hampir tidak peduli
karena merasa daerahnya tidak miliknya lagi. Masyarakat Riau menjadi
pencemburu dan menutup diri dengan isu ”putra daerah” sebagai wujud
minta bagian dalam berbagai kesempatan. Sayangnya dalam kekalutan,
kebimbangan dan keputusasaaan, saudaranya yang berasal dari luar Riau
menyahuti dengan emosi dengan membuat pula benteng diri dalam berbagai
bentuk organisasi.
Tujuh tahun kemudian, tepatnya tanggal 11 Januari 2007 Forum Nasional
Perjuangan Rakyat Riau untuk Otonomi Khusus (FNPRRO) dideklarasikan.
Apakah ini refleksi perjuangan menuntut ketidak adilan ataupun sebatas
kepentingan politik belaka, hanya Tuhan yang tahu jawabannya.
Sudah seharusnya menjadi perenungan bersama, bagaimana memberikan
hal-hal yang selayaknya kepada Riau. Melakukan proses percepatan
pembangunan agar bisa seiring sejalan dengan propinsi lain sehingga siap
menghadapi tantangan masa depan. Keikhlasan dan kebesaran jiwa bangsa
ini melihat sumbangsih dan kesetiaan Riau untuk tetap bertahan dalam
bingkai negara kesatuan, seharusnya dijadikan motor penggerak untuk
segera menunjukkan kepedulian dengan memberikan keadilan.
Riau tidak dilahirkan untuk menjadi penghianat, kultur Riau adalah
kultur persahabatan, persaudaraan, kesederhanaan dan kesetiaan. Sejarah
panjang masyarakat Riau sejak dulu kala menunjukkan sebuah bukti daerah
ini patut dihargai dan dihormati.
Dalam gegap gempita gerakan otonomi khusus yang diikuti gerakan
merdeka yang hampir tidak bersuara, kesimpulan yang ada bahwa Riau
ternyata masih rindu dan cinta dengan bangsa Indonesia dan hanya
menuntut perhatian sebagai anak tertua yang sudah banyak berkorban untuk
adik-adiknya, mencurahkan segenap penghasilannya untuk membantu orang
dan selalu sabar dalam derita, dalam usia sudah dewasa ingin mandiri
mengatur hidup dan keungannya sendiri serta mintapula dikasihi,
diperhatikan dan dicintai.
Diposkan oleh AZIZON NURZA, SPi, MM di 00.22
Diposkan oleh AZIZON NURZA, SPi, MM di 00.22
Demo di Surabaya, Mahasiswa Tuntut Papua Merdeka
Aksi mahasiswa Papua Se-Jawa & Balidi Surabaya.
SURABAYA, KOMPAS.com — Puluhan mahasiswa Papua
menggelar aksi unjuk rasa di depan gedung negara Grahadi Surabaya, Senin
(2/12/2013). Mereka mendesak pemerintah memberikan hak kemerdekaan
untuk rakyat Papua.
Kelompok mahasiswa yang menamakan diri Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) itu menggelar aksi dengan mengenakan pakaian adat Papua. Mereka berjalan kaki dari Jalan Raya Darmo menuju Jalan Gubernur Suryo.
Selain membawa spanduk berisi tuntutan Papua merdeka, mereka juga membagi-bagikan selebaran kepada para pengguna jalan.
"Sudah lama kami dieksploitasi oleh Pemerintah Indonesia. Sudah saatnya rakyat Papua untuk menentukan masa depannya," kata salah satu peserta aksi, Domingus Wangea.
Jika pemerintah tidak menghendaki kemerdekaan warga Papua, para mahasiswa Papua yang menempuh pendidikan tinggi di Jawa dan Bali itu menuntut pemerintah menarik dan menghentikan pengiriman pasukan TNI dan Polri dari dan ke Papua, dan menghentikan segala macam produk hukum dan politik dari Papua.
"Kami minta pemerintah memberlakukan otonomi khusus untuk wilayah Papua, pemekaran, dan pembentukan Unit Percepatan Pembangunan Provinsi Papua dan Papua Barat (UP4B)," tambahnya.
Aksi yang sempat memacetkan arus lalu lintas itu dikawal ketat oleh puluhan jajaran polisi dari Polrestabes Surabaya dengan bersenjata lengkap.
Kelompok mahasiswa yang menamakan diri Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) itu menggelar aksi dengan mengenakan pakaian adat Papua. Mereka berjalan kaki dari Jalan Raya Darmo menuju Jalan Gubernur Suryo.
Selain membawa spanduk berisi tuntutan Papua merdeka, mereka juga membagi-bagikan selebaran kepada para pengguna jalan.
"Sudah lama kami dieksploitasi oleh Pemerintah Indonesia. Sudah saatnya rakyat Papua untuk menentukan masa depannya," kata salah satu peserta aksi, Domingus Wangea.
Jika pemerintah tidak menghendaki kemerdekaan warga Papua, para mahasiswa Papua yang menempuh pendidikan tinggi di Jawa dan Bali itu menuntut pemerintah menarik dan menghentikan pengiriman pasukan TNI dan Polri dari dan ke Papua, dan menghentikan segala macam produk hukum dan politik dari Papua.
"Kami minta pemerintah memberlakukan otonomi khusus untuk wilayah Papua, pemekaran, dan pembentukan Unit Percepatan Pembangunan Provinsi Papua dan Papua Barat (UP4B)," tambahnya.
Aksi yang sempat memacetkan arus lalu lintas itu dikawal ketat oleh puluhan jajaran polisi dari Polrestabes Surabaya dengan bersenjata lengkap.
Editor : Farid Assifa
Definisi, Peran dan Fungsi Mahasiswa
1. Definisi Mahasiswa
Mahasiswa
adalah orang yang belajar di perguruan tinggi, baik di universitas, institut
atau akademi. Mereka yang terdaftar sebagai murid di perguruan tinggi dapat
disebut sebagai mahasiswa. Tetapi pada dasarnya makna mahasiswa tidak sesempit
itu. Terdaftar sebagai mahasiswa di sebuah Perguruan Tinggi hanyalah syarat
administratif menjadi mahasiswa, tetapi menjadi mahasiswa mengandung pengertian
yang lebih luas dari sekedar masalah administratif itu sendiri.
Menyandang
gelar mahasiswa merupakan suatu kebanggaan sekaligus tantangan. Betapa tidak,
ekspektasi dan tanggung jawab yang diemban oleh mahasiswa begitu besar.
Pengertian mahasiswa tidak bisa diartikan kata per kata, Mahasiswa adalah
Seorang agen pembawa perubahan. Menjadi seorang yang dapat memberikan solusi
bagi permasalahan yang dihadapi oleh suatu masyarakat bangsa di berbagai
belahan dunia.
2.
Peran dan Fungsi Mahasiswa
Sebagai
mahasiswa berbagai macam lebel pun disandang, ada beberapa macam label yang
melekat pada diri mahasiswa, misalnya:
1. Direct
Of Change, mahasiswa
bisa melakukan perubahan langsung karena SDMnya yg banyak
2. Agent
Of Change, mahasiswa
agent perbahan,maksudnya sdm2 untuk melakukan perubahan
3. Iron
Stock, sumber daya
manusia dari mahasiswa itu ga akan pernah habis.
4. Moral
Force, mahasiswa itu
kumpulan orang yg memiliki moral yg baik.
5. Social
Control, mahasiswa itu
pengontrol kehidupan sosial,cntoh mengontrol kehidupan sosial yg dilakukan
masyarakat.
Namun
secara garis besar, setidaknya ada 3 peran dan fungsi yang sangat penting bagi
mahasiwa, yaitu :
Pertama, peranan moral, dunia kampus
merupakan dunia di mana setiap mahasiswa dengan bebas memilih kehidupan yang
mereka mau. Disinilah dituntut suatu tanggung jawab moral terhadap diri
masing-masing sebagai indidu untuk dapat menjalankan kehidupan yang bertanggung
jawab dan sesuai dengan moral yang hidup dalam masyarakat.
Kedua, adalah peranan sosial. Selain
tanggung jawab individu, mahasiswa juga memiliki peranan sosial, yaitu bahwa
keberadaan dan segala perbuatannya tidak hanya bermanfaat untuk dirinya sendiri
tetapi juga harus membawa manfaat bagi lingkungan sekitarnya.
Ketiga, adalah peranan intelektual.
Mahasiswa sebagai orang yang disebut-sebut sebagai insan intelek haruslah dapat
mewujudkan status tersebut dalam ranah kehidupan nyata. Dalam arti menyadari
betul bahwa fungsi dasar mahasiswa adalah bergelut dengan ilmu pengetahuan dan
memberikan perubahan yang lebih baik dengan intelektualitas yang ia miliki
selama menjalani pendidikan
Mahasiswa/i Mamberamo Tengah se-Jawa dan Bali menyingung Mengenai Kinerja Pemerintah kabupaten Mamberamo Tengah papua
Mahasiswa/i Mamberamo Tengah se-Jawa dan Bali menyingung Mengenai Kinerja Pemerintah kabupaten Mamberamo Tengah papua
Mahasiswa/i Mamberamo Tengah se-Jawa dan Bali menyingung
Mengenai Kinerja Pemerintah Babupaten Mamberamo Tengah Papua.yang di sampaikan
oleh wakil ketua Ikatan Keluarga Besar Pelajar Mahasiswa/I Mamberamo Tengah Se-Jawa dan Bali Bael B.Wandikbo melalui telpon seluler pada hari Selasa 04-06-2013 pukul
10.19 WIB kepada IKB-PMMTP NEWS Bahwa pemerintah Kab.Mamberamo Tengah.apa yang
mereka lakukan di daerah,nadanya seolah
bertanya setiap kami menghubungi untuk menyanyakan mengenai
kesejahteraan Mahasiswa selalu di matikan Hanpon dan tidak pernah mau
mengangkat telpon
gengamnya padahal kami putra daerah Mamberamo Tengah sangat
mengharapakan
bantuan yang di programkan oleh pemerintah Papua dengan adanya Otonomi khusus sangat berlipat ganda jumlahnya
tetapi masih saja kinerja PEMDA MAMTENG sangat membingungkan. Kami
Punya hak untuk mengkirik Pemerintah Daerah Mamteng karena kami berbicara
menurut hukum dan aturan tidak sembarang berbicara.
Untuk
lebih jelasnya
Dalam Pasal 18 Ayat (2)
Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia
Tahun 1945, menyebutkan
bahwa Pemerintahan daerah provinsi, daerah
kabupaten, dan kota
mengatur dan mengurus sendiri urusan pemerintahan
menurut asas otonomi dan
tugas pembantuan. Penyelenggaraan pemerintah daerah
dipimpin oleh kepala
daerah dan dibantu oleh satu orang wakil kepala daerah.
Dalam melaksananakan
tugas dan wewenang sesuai Pasal 25,dan Pasal 26.
Tetapi
Dimana fungsi Pemerintah Daerah,tidakah mereka harus melayani dengan nada yang
bertanya Oleh Bael B,Wandkbo.Kami Sangat menyesal dangan Pemerintah Kab,Mamteng
Imbuhnya.
Kulit Hitam Rambut Keriting Aku
Papua
·
Hitam
Brarti Bukan Gelap,,
· Keriting Berarti Bukan Penghalang,,
Aku tetap Papua dan Tiada kegelapan yang bisa
menghalangku,karena hitam bukan berarti gelap karena keinginanku ingin merubah
kegelapan menjadi terang,yang dilihat dari pengamat seseorang tetapi dari
penglihatan itu aku ingin suatu saat akan bersinar bagaikan sinar mentari pagi
yang indah,dan selalu ada di hatiku.
Karena rambut keritingku bukanlah berarti penghalan
yang harus di halangi oleh siapapun karena jalanku bukanlah jalanmu yang aku
harus memintamu,karena selalu ada kesempatan emas untuk menemukan Jalan yang
lurus mencapai tujuan dan cita-cita, hanya tinggal menunggu waktu karena Dunia
selalu ada untuk setiap orang. Saya yakin dengan semua ini Aku Papua kulit
Hitam Rambut keriting.
JIWA PATRIOT SEORANG MAHASISWA
Dalam Pertemuan Mahasiswa Mamberamo Tengah Papua Koordinator Kota
Malang-Kediri yang berlangsung pada hari Kamis Tanggal 29 Mey 2013 Pukul 2.30 WIB.yang di pimpin oleh
Ketua Koordinator Kota Malang-Kediri Bael.B. Wandikbo.
Yang menarikanya dalam pertemuan ini adalah salah satu agenda yang
dimasukan oleh Badan Pengurus Harian Sekretaris pengurus Alvan A.Tabuni tentang
Jiwa Patriot Seorang mahasiswa.yang
di sampaikan Oleh Bapak Penius Tabuni Bahwa :
Mahasiswa, adalah suatu kata yang menggambarkan
penerus generasi di Indonesia Lebih Khususnya di Daerah Papua. Mahasiswa
merupakan harapan dari semua harapan bangsa di masa depan untuk pembangunan
Indonesia dalam aspek apapun. Tidak luput dari kata itu, seorang harapan
hendaknya memiliki sikap yang tentu saja akan menjadi dasar pembentukan
karakter seorang calon pemimpin dan penggerak pembangunan masa depan. Karena
itu diperlukan adanya penerapan PATRIOT yaitu jiwa prestatif, aktif, tanggap,
kritis, visioner, dan tanggung jawab. Pengakaran sikap ini hendaknya dibantu dengan
sebuah pelatihan atau training agar membiasakan diri bersikap dan memiliki jiwa
produktif yang dilengkapi PATRIOT.
Untuk menjadi mahasiswa prestatif yaitu mahasiswa yang selalu ingin memperbaharui catatan prestasi di buku sejarahnya, perlu adanya kesadaran dan pemikiran bahwa sebuah prestasi adalah semua pencapaian baik itu hal yang kecil maupun besar sekalipun karena dari suatu hal yang kecil akan timbul hal yang besar jika terus menerus digali. Pentingnya prestasi adalah untuk menumbuhkan motivasi berkarya, berimajinasi dan terus belajar demi menjadi seorang penerus bangsa yang produktif karena dewasa ini, prospek semua pekerjaan tdak hanya menuntut nilai baik dari semua mata kuliah tapi bagaimana mendapat pencapaian lain sehingga memiliki banyak pengalaman untuk bekal di dunia yang lebih luas yaitu dunia pekerjaan yang juga akan menuntut untuk menjadi seorang yang memiliki gagasan serta daya cipta yang tinggi.
Selain itu mahasiswa juga hendaknya aktif, baik itu hanya di dalam maupun diluar lingkup perkuliahan. Aktif disini bukan diartikan sebagai aktif berorasi demi membela kebenaran, tetapi aktif membela kebenaran dengan cara yang tidak anarki yaitu cara yang lebih intelektual dan lebih efisien tanpa harus menunjukkan kelabilan seorang remaja yang tanpa arah. Jika telah memiliki sifat prestatif, maka pasti akan menuntut aktif sehingga diperlukan juga sikap tanggap. Karena diperlukan adanya suatu sikap pengontrol yang akan mengendalikan sikap-sikap yang lain. Sikap tanggap yaitu sikap yang peka terhadap lingkungan sekitar, peka terhadap masalah disekitar kehidupan sehingga memiliki sebuah pemikiran sebagai sokusi dari permasalahan itu. Dalam pencarian solusi tersebut, diperlukan adanya sifat kritis yang selalu ingin tahu dan tidak akan berhenti sehingga sebuah masalah akan terselesaikan. Sikap kritis akan selalu mendorong seorang mahasiswa untuk terus menggali dan mencari sebuah solusi atau pengetahuan terbaru untuk menunjang perkembangan ilmu pengetahuan dan tekhnologi. Sikap-sikap tersebut merupakan sikap yang harus diseimbangkan dan dicanangkan kuat-kuat di dalam pemikiran dan hati agar tidak hanya berlaku untuk sementara.
Kemudian untuk dapat memecahkan masalah masa depan bangsa, pendidikan memiliki kontribusi yang besar dalam mempersiapkan generasi mendatang yang mampu menjawab berbagai tantangan melalui berbagai alternatif pemecahan yang kreatif dan inovatif.Kemampuan memecahkan masalah masa depan dan kemampuan berpikir kreatif dan inovatif, diakui sebagai salah satu tujuan yang sangat penting dalam program pembelajaran di dunia pendidikan, karena merupakan kapabilitas yang paling tinggi dalam keterampilan berpikir. Untuk mengembangkan pembelajaran masalah masa depan diperlukan juga pengakaran sikap visioner. Visioner adalah mempunyai visi, mempunyai rencana ke depan, dan mempunyai cara yang jelas serta tepat untuk mencapainya. Rencana tersebut lalu dilaksanakan dengan baik dan benar. Mengapa kita harus menjadi seorang yang visioner? Karena, dengan menjadi seorang visioner, kita akan mempunyai semangat untuk selalu melakukan yang terbaik. Baik untuk diri sendiri ataupun untuk orang lain. Sehingga juga akan menimbulkan sikap tanggung jawab yang tinggi untuk sebuah komitmen. Maka lengkaplah sudah jiwa PATRIOT yang seimbang untuk seorang mahasiswa ideal yang mampu menjawab tantangan masa depan dan wajib mengakar dalam diri setiap mahasiswa saat ini.
Pembentukan jiwa ini seharusnya dibantu dengan
pelatihan-pelatihan atau trainging guna membiasakan diri untuk bersikap dan
memiliki jiwa produktif yang di lengkapi dengan PATRIOT. Untuk menjadi seorang
mahasiswa yang prestatif diperlukan kesadaran diri tentang seorang mahasiswa
yang harus memperbaharui dirinya atau catatan prestasi di buku kehidupannya.
Baik prestasi dibidang akademik maupun di bidang non-akademik. Dan tidak dapat
dipungkiri bahwa sebuah prestasi adalah semua pencapaian baik itu hal yang
kecil maupun hal yang besar sekalipun, karena dari suatu hal yang kecil akan
timbul hal yang besar jika terus menerus digali dan di dalami. Karena prestasi
itu dapat menumbuhkan motivasi untuk terus berkarya, motivasi untuk terus
berprestasi lagi, berimajinasi dan terus belajar demi menjadi seorang penerus
bangsa yang produktif, karena dalam prospek semua pekerjaan tidak hanya
menuntut nilai baik dari semua mata kuliah , akan tetapi bagaimana cara kita
untuk mendapat pencapaian lain sehingga kita memiliki banyak pengalaman untuk
bekal di dunia pekerjaan yang notabene lebih luas dan menuntut kita untuk
menjadi seorang yang memiliki gagasan serta daya cipta yang tinggi. Selain itu,
mahasiswa juga hendaknya aktif, baik itu dalam perkuliahan maupun diluar
lingkup perkuliahan. Janganlah menjadi mahasiswa yang pasid, karena suatu saat
kita pasti dituntu agar bisa berperan aktif dimanapun kita berada. Aktif disini
bukan diartikan sebagai aktif sekedar aktif atau aktif beorasi demi membela
kebenaran, tetapi bermaksut membela kebenaran dengan tidak anarki , lebih
intelektual dan lebih efisien tanpa harus menonjolkan sebuah kelabilan seorang
remaja yang tanpa arah tanpa tujuan. Jika seorang mahasiswa telah memiliki
sifat prestatif, maka pasti akan tertuntut menjadi aktif sehingga diperlukan
juga sikap tanggap. Karena diperlukan adanya suatu sikap pengontrol yang akan
mengendalikan sikap-sikap seorang mahasiswa yang lain. Sikap
tanggap yaitu sikap yang peka terhadap lingkungan sekitar, peka terhadap
masalah disekitar kehidupan sehingga memiliki sebuah pemikiran sebagai solusi
dari permasalahan itu. Dalam pencarian solusi tersebut,
diperlukan juga adanya sifat kritis yang selalu ingin tahu dan tidak
akan berhenti sehingga sebuah masalah akan terselesaikan. Sikap kritis akan
selalu mendorong seorang mahasiswa untuk terus menggali dan mencari sebuah
solusi atau pengetahuan terbaru untuk menunjang perkembangan ilmu pengetahuan
dan teknologi. Sikap-sikap tersebut merupakan sikap yang harus diseimbangkan
dan dicanangkan kuat-kuat di dalam pemikiran dan hati agar tidak hanya berlaku
untuk sementara, tetapi berlaku untuk selamanya agar dikemudian hari menjadi
mahasiswa yang prestatif, aktif, tanggap dan kritis. Kemudian untuk dapat
memecahkan masalah masa depan bangsa, pendidikan memiliki kontribusi yang besar
dalam mempersiapkan generasi mendatang yang mampu menjawab berbagai tantangan
melalui berbagai tantangan melalui berbagai alternative pemecahan permasalahan
yang kreatif dan inovatif tentunya, diakui sebagai salah satu tujuan yang
sangat penting dalam program pembelajaran di dunia pendidikan , karena
merupakan kapabilitas yang paling tinggi dalam ketrampilan berpikir. Untuk
mengembangkan pembelajaran masalah masa depan diperlukan juga pengakaran
sikap visioner. Visioner adalah mempunyai visi, mempunyai rencana ke
depan, dan mempunyai cara yang jelas serta tepat untuk
mencapainya. Rencana tersebut lalu dilaksanakan dengan baik dan
benar. Mengapa kita harus menjadi seorang yang visioner? Karena, dengan menjadi
seorang mahasiswa yang visioner, kita akan mempunyai semangat untuk
selalu melakukan yang terbaik. Baik untuk diri sendiri ataupun untuk orang
lain. Sehingga juga akan menimbulkan sikap tanggung jawab yang tinggi untuk
sebuah komitmen. Maka lengkaplah sudah jiwa PATRIOT yang seimbang untuk seorang
mahasiswa ideal yang mampu menjawab tantangan masa depan dan wajib mengakar
dalam diri setiap mahasiswa saat ini. Diharapkan dikemudian hari semakin banyak
mahasiswa yang menanamkan Jiwa PATRIOT di dalam dirinya , agar penerus generasi
di Indonesia menjadi penerus yang berbobot, menjadi penerus yang sukses,
menjadi penerus yang aktif, menjadi penerus yang solutif , memecahkan masalah
dengan solusi yang inovatif dan kreatif, menjadi penerus yang tanggap dalam
segala hal, menjadi penerus yang bisa menggali ilmu pengetahuan dan teknologi
secara luas menjadi penerus yang bertanggung jawab pada diri sendiri dan orang
banyak serta tanggap dalam segala hal. Agar menjadi generasi yang baik dan
selama ini di idam-idamkan oleh rakyat dan bangsa untuk membangun negeri
Indonesia kea rah yang lebih maju dan lebih unggul dalam hal apapun. Mahasiswa
= Patriot . merupakan sesuatu yang tidak akan pernah terpisahkan, Junjung
tinggi jiwa PATRIOT dalam diri kita. Salam hangat Mahasiswa berjiwa PATRIOT!
Pemkab Mamteng Bangun Asrama Mahasiswa di Jayapura
Bagi
pelajar dan mahasiswa/i di Tanah Papua, pendidikan berbasis asrama
bukanlah sesuatu yang asing bagi mereka, karena pada dasarnya para
pelajar atau mahasiswa yang bersekolah mereka berdatangan dari
kampung-kampung yang jauh sehingga mereka harus ditampung di sebuah
tempat yang kemudian dikenal dengan asrama.
Sejak orang Papua mengenal peradaban dan pendidikan modern yang
dipelopori oleh para misionaris melalui gereja. Anak-anak yang dididik
semuanya ditampung di asrama. Disana mereka diasuh dan dibimbing oleh
orang tua asrama yang memosisikan diri sebagai “orang tua” bagi mereka.
Tugas orang tua adalah mendidik, dan mengawasi anak-anak ini sehingga
dapat mengikuti proses belajar mahasiswa mereka dapat belajar segala
hal. Untuk kemajuan pendidikan pada awalnya di setiap sekolah dibangun
asrama-asrama bagi para siswanya. Hal ini dilakukan dengan tujuan
membentuk anak-anak didik menjadi pribadi yang dapat mengerti dan
menghargai orang lain, karena pembentukan it dimulai dari asrama.
Terkait dengan tujuan itu, maka Pemerintah Kabupaten Mamberamo Tengah
berupaya untuk mencetak sumber daya manusia berkualitas di masa depan
dengan memulainya sejak dini. Hal itu diawali dengan pembangunan asrama
bagi mahasiswa/i di Jayapura dengan melakukan peletakan batu pertama
pembangunan asrama mahasiswa Kabupaten Mamberamo Tengah oleh Penjabat
Bupatinya, Ayub Kayame.
Dalam upacara pelatekan batu pertama baru-baru ini di Kota Studi
Jayapura di Abepura yang dihadiri sejumlah tamu dan undangan serta
aparat pemerintah dan sejumlah anggota DPRD Kabupaten Mamberamo Tengah
bersama ratusan mahasiswa dan masyarakat Mamberamo tengah, Ayub Kayame
mengatakan bahwa pembangunan asrama ini untuk mendukung kemajuan
pendidikan bagi anak-anak asal Kabupaten Mamberamo Tengah yang sedang
belajar di tempat ini.
Dikatakan bahwa tujuan ini adalah untuk membentuk manusia-manusia
berkualitas yang dalam jangka panjang akan menjadi pemimpin-pemimpin
yang nantinya menjadi mengendalikan pembangunan di kabupaten ini.
Menurutnya, asrama harus menjadi tempat untuk membentuk mental dan
spiritual sehingga ke depannya pelajar dan mahasiswa yang sedang belajar
dapat meningkatkan kualitas dirinya melalui interaksi dengan sesama
teman di asrama dan juga dengan lingkungan dan warga yang berdiam dekat
dengan asrama.
Penjabat Bupati Mamberamo Tengah juga berharap agar untuk penghuni
asrama harus diseleksi sehingga mereka yang menempati asrama harus
benar-benar sedang menempuh studi, agar asrama menjadi tempat yang dapat
menampung mereka ketika sedang bersekolah di Jayapura. “jaga nama baik
diri sendiri, gereja dan pemerintah ketika tinggal di asrama, jangan
membuat masalah yangmerugikan semua pihak”, pesan bupati dalam
sambutannya.
Kayame berharap agar asrama yang akan dibangun ini dapat dimanfaatkan
secara baik dan dijadikan rumah doa dan dirawat dengan baik sehingga
dapat digunakan pula oleh generasi berikutnya setelah mereka. Ia juga
menambahkan agar kelanjutan pembangunan asrama serta pengadaan berbagai
fasilitas penunjang lainnya di asrama akan dilengkapi oleh para pejabat
yang akan terpilih nanti dalam pemilukada yang akan berlangsung.
Untuk itu, semua pihak khususnya warga di Kabupaten Mamberamo tengah
diajak untuk mengerti dan dapat berpartisipasi dalam hal ini karena
memberi dampak bagi kelangsungan pengelolaan pendidikan anak-anak
Maberamo Tengah di Jayapura.
Sekilas asrama Pelajar dan Mahasiswa Mamteng di Jayapura
Pada tahun 1990, Misionaris GIDI membangun sebuah asrama di Jayapura
untuk menampung para pemuda dan pelajar asal Kelila yang bersekolah di
Jayapura yang dapat menampung 13 orang ketika itu. Sayangnya, asrama itu
dibangun namun kelanjutan soal makan dan minum serta pembiayaan
operasional asrama sangat terlantar sehingga anak-anak yang berdiam di
sana sangat menderita. Mereka kadang kelaparan karena tidak ada makanan
dan juga harus tidur dalam kegelapan karena asrama tempat mereka telah
diputus listriknya. Cukup lama anak-anak ini menderita dalam perjuangan
mereka mengenyam pendidikan di Kota Jayapura.
Tak heran mereka harus berjuang keras dengan berbagai upaya yang baik
untuk menghidupi dirinya dan juga membiayai pendidikan mereka. Tak ayal
banyak diantara mereka yang saat ini telah berhasil dan menjadi
“orang-orang penting di daerahnya”. Sejak dibangun tahun 1990 sampai
saat ini asrama tersebut tidak mendapatkan perhatian dari pemerintah
manapun. Beruntung setelah terbentuk Kabupaten Mamberamo Tengah, melalui
penjabatnya mau bertindak untuk memberi perhatian terhadap pengembangan
sumber daya manusia (SDM) dengan menghadirkan sebuah asrama baru yang
direncanakan pembangunannya di tahun 2012 ini.
Sesuai dengan rencana maka pembangunan asrama di anggarkan dari dana
APBD kabupaten Mamberamo Tengah tahun 2012/2013 dengan pagu dana
senilai Rp 6 M. Pembangunan asrama mahasiswa tersebut direncanakan akan
dibangun berlantai dua, sehingga dapat menampung lebih banyak lagi
anak-anak sehingga mereka dapat belajar dengan menikmati berbagai
fasilitas yang disiapkan oleh pemerintah daerah. Dalam syukuran itu,
hadir pula mantan “orang tua asuh” anak-anak asrama kelila, Yakoba Tjo’e
bersama dengan anak-anak asuhnya yang saat ini telah terbilang sukses
dalam karier mereka.
Kepada TSPP mereka mengakui bahwa Yakoba Tjo’e adalah “mama asuh”
mereka yang pernah membesarkan mereka sejak di asrama. “mama Yoke”
(panggilan-akrab baginya-red) yang memberi kami makan, membayar listrik
dan air sehingga kami dapat tenang dan bisa belajar di asrama”, ujar
Levi Kogoya.
Sementara itu, dalam perbincangan TSPP dengan Yakoba Tjo’e pada
kesempatan itu, ia berujar bahwa dirinya hanya melakukan apa yang dapat
dilakukannya untuk menolong anak-anak tersebut ketika itu. Baginya
mereka adalah anak-anak kita yang harus diperhatikan sehingga ia berbuat
setulus hati untuk melayani mereka dengan berkat yang diperolehnya.
“saya melihat mereka sebagai anak-anak saya yang harus diberi perhatian, sehingga mereka juga dapat sukses dalam studinya. Sebab jika berhasil maka sayapun senang karena telah menjadi orang tua asuh bagi mereka”, ujar Mace Yoke.
Dalam kesempatan itu mace Yoke sangat berterima kasih karena
pemerintah Kabupaten Mamberamo Tengah telah memberi perhatian dengan
membangun asrama bagi anak-anak ini, sebab jika dilihat ke belakang
kondisi pada tahun 1990-an sangat menyedihkan. Anak-anak bersekolah
tanpa perhatian dan kehidupannya pun sangat prihatin. Namun syukur
bagiMu Tuhan engkau membuka jalan berkat dan hikmat sehingga sekarang
telah ada asrama yang baik dan fasilitas yang memadai bagi mereka. “saya
sangat terharu”, ujar mace Yoke. Syukuran diakhiri dengan tradisi bakar
batu dan makan bersama. ***
Mahasiswa Lanny Jaya Mengadukan Kasus Alince Tabuni Ke Komnas HAM Papua
![]() |
| 4 Anggoat TNI Saat Itu Melakukan penembakan Olince Tabuni |
MTS News, Jayapura, Mahasiswa yang tergabung dalam
Himpunan Mahasiswa Lanny Jaya (HMLJ), Melakukan aksi protes sekaligus
mengadukan kasus penembakan Bocah Elince Tabuni (12Th), Kepada komnas
Ham perwakilan Papua.
Dalam pengaduaanya, mahasiswa menilai aparat TNI/kopasus yang paling
bertanggung jawab atas kematian anak kecil itu, aparat bermanufer atas
kematian seoarang bocah Olince Tabuni yang tak berdosa, dan dalam
pemberitaannya Polda papua klaim bahwa OTK yang menembak mati si bocoh
itu. ternyata sangat kontradiksi dengan fakta lapangan.
Kami meminta Polda papua dan Pagdam cenderawasih jangan berbohong dan
harus klarifikasi atas pemberitaan sebelumnya, karena fakta lapangan
berbeda dengan pemberitaan di media masa.
Ini Kronology versi saksi mata:
Saksi Maik Morib (35),
Senin, 01 Juli 2013, Sekitar pukul 14.00 WP di kota Tiom terdengar beberapa kali tembakan oleh aparat keamanan TNI. Untuk menghentikan Aksi ribut masyarakat di Polsek Tiom sesudah penyelesaian perkara kriminal yang tidak selesai.
Sekitar pukul 17.30 WP (sore) di kampung Popume, Distrik Mukoni, Kabupaten Lani Jaya. Maik Morib (35), memberikan data korban dan kronologi sebagai berikut:
Identitas korban
Nama : Arlince Tabuni,
TTL : 17 Oktober 2001
Umur : 11 tahun
Status : Tidak sekolah
Keluarga : Anak ke tiga dari gembala Yuni Tabuni, dari gereja baptis di Guneri I,
teman kembarnya bernama Arlin Tabuni (masih hidup).
Saya sedang Berdiri di tempat jualan dengan ibu-ibu di pinggir jalan begini, terlihat ada mobil yang ramai datang membawah sekitar 4 orang anggota TNI/kopasus, dengan peluru lengkap dengan siaga, seolah-olah akan tembak.
Mereka panggil Bapak Regi Mom dan kami pergi ketemu mereka (TNI), lalu mereka tanya, di Balingga ini gerombolan/OPM ada itu di mana?
Kemudian saya sampaikan bahwa saya yang tanda tangan untuk pemekaran kabupaten Trikora di Panglima itu, dan kami juga jaga bendera merah putih yang kamu kasih dan buku alkitab itu saja sampai saat ini.
Lalu mereka katakan ok baik, lalu pergi/turun ke arah bawah, kemudian tidak lama kami dengar 3 kali bunyi tembakan peluru yang keluar dari arah bawah, lalu kami kaget dan pikir ini pancing masalah saja.
Kemudian langsung menuju ke arah tembakan atau mereka, lalu kami pergi ke arah kebun dan melihat ternyata kami temukan korban tewas, lalu kami katakan, anak kami sudah dibunuh, ini ada korban, ini anak gembala, lalu kami bilang: “komandan hormat, permisi,” kami membalik tubuh korban baru lihat begini, kami tahu bahwa ini anak gembala namanya Elince Tabuni, lalu kami katakan mengapa tembak begini, anak kecil tahu apa...! Dia tidak tahu apa-apa ko di tembak?
Lalu mereka (TNI) suruh kami panggil dia punya bapa itu, lalu kami kembali, dan kami periksa korban, kemudian kami lihat korban kena tembakan peluru di dada.
Lalu kami mulai angkat korban dan bawah ke gereja di atas lalu, kami pikir dan Bapak Gembala Eli Wenda katakan, ini Pemerintah yang bunuh jadi, kita bawah saja ke kota Tiom saja, lalu kami antar ke rumah sakit umum daerah Tiom. Sekitar pukul 19.00 atau jam 7 malam jenazah diantar ke RSUD Tiom.
![]() |
| Mahasiswa Lanny Jaya Mengadu Ke Komnas HAM Papua |
Selanjutnya Mahasiswa menuntut kepada TNI/Polri bertanggung jawab atas
penembakan ini, Komnas HAM diminta Harus mengusut kasus ini
seadil-adilnya, dan kami meminta advokasi hukum kepada semua pihak agar
hal-hal seperti begini tidak terulang lagi.
![]() |
| Demo Mahasiswa Papua |
Aksi demo tersebut memeroleh pengawalan ketat dari jajaran Sat Sabhara Polres Sleman. Para petugas sudah berjaga – jaga sejak awal sebelum para mahasiswa datang ke kediaman wakil presiden. Ketika para demonstran tiba, aparat kepolisian pun sudah bersiap membuat barikade hidup untuk menghalangi para mahasiswa memasuki areal rumah Boediono.
Sempat terjadi gesekan antara mahasiswa dan petugas terutama ketika mereka mencoba menerobos barisan ring 1 yang saat itu dipimpin oleh Kasat Sabhara Polres Sleman AKP Yurianto. Di ring 1 ini, para mahasiswa terus mendorong barikade dan hampir saja kericuhan pecah. Lantaran dorongan mahasiswa yang begitu kuat, barisan aparat Kepolisian sempat tak mampu menahan, sehingga membuat mereka harus mundur sejauh sekitar tiga meteran dari barisan awal. Untuk menghindari insiden, keduanya pun menggelar perundingan untuk mengakhiri aksi saling dorong tersbut.
Jalannya aksi demo juga memeroleh perhatian dari TNI. Tampak di lokasi Dandim Sleman Letkol satriyo Pinandoyo yang terjun langsung memback up anggota yang mengamankan aksi demo. Lantaran beberapa kali, mahasiswa asal Papua ini tetap bersikukuh ingin menabrak barisan aparat. Beberapa warung di sekitar lokasi demo pun tampak memilih menutup kios dagangannya, lantaran takut terjadi insiden yang lebih besar. (*)
A chronology of key events: Free Aceh, free West Papua and free Maluku !!
Dutch colonialists were the masters of Indonesia until 1949
1670-1900 - Dutch colonists bring the whole of Indonesia under one government as the Dutch East Indies.
1928 - A youth conference pledges to work for "one nation, one language, one people" for Indonesia.
1942 - Japan invades Dutch East Indies.
1945 - The Japanese help independence leader Sukarno return from internal exile and declare independence.
1949 - The Dutch recognise Indonesian independence after four years of guerrilla warfare.
1950s - Maluku (Moluccas) declares independence from Indonesia and fights an unsuccessful separatist war
1962 - Western New Guinea, or West Papua,
held by the Netherlands, is placed under UN administration and
subsequently occupied by Indonesian forces. Opposition to Indonesian
rule erupts.
Sukarno: Indonesia's founding father
Suharto comes to power
1965 - Failed coup: In the aftermath,
hundreds of thousands of suspected Communists are killed in a purge of
leftists which descends into vigilantism.
1966 - Sukarno hands over emergency powers to General Suharto, who becomes president in March 1967.
1969 - West Papua formally incorporated into Indonesia, becoming Irian Jaya Province.
1975 - Portugal grants East Timor independence.
1976 - Indonesia invades East Timor and incorporates it as a province.
1997 - Asian economic crisis: Indonesian rupiah plummets in value.
1998 - Protests and rioting topple Suharto; B J Habibie becomes president.
East Timor independence vote
1999 - Ethnic violence breaks out in Maluku. Free elections are held in Indonesia.
East Timor votes for independence in UN-sponsored referendum,
after which anti-independence militia go on the rampage. East Timor
comes under UN administration. Abdurrahman Wahid (Gus Dur) becomes
president.
2000 - Two
financial scandals dog the Wahid administration: Buloggate (embezzled
funds from the state logistics agency), and Bruneigate (missing
humanitarian aid funds from the Sultan of Brunei). The corruption case
against former President Suharto collapses.
Irian Jaya separatists become more vocal in demanding a referendum.
2001 - Ethnic violence in Kalimantan as
indigenous Dayaks force out Madurese transmigrants. Mass political
demonstrations by Wahid's supporters and opponents. IMF stops further
loans citing lack of progress in tackling corruption.
Megawati sworn in
2001 July - Parliament dismisses President
Wahid over allegations of corruption and incompetence. Vice President
Megawati Sukarnoputri is sworn in as his replacement, even as Wahid
refuses to leave the presidential palace.
Continue reading the main story
Papua is a former Dutch colony placed under UN administration
in 1962. Indonesia unilaterally annexed it, but faces a pro-independence
insurgency.
Flashpoint: Papua
2002 January -
Indonesia inaugurates human rights court which is expected to test
government's willingness to hold the military accountable for atrocities
in East Timor after the 1999 independence vote.
Irian Jaya province granted greater autonomy by Jakarta, allowed to adopt locally-preferred name of Papua.
2002 May - East Timor becomes independent.
2002 August - Constitutional changes are
seen as a step towards democracy. For the first time, voters will be
able to elect a president and vice president.
Bali attacks
2002 October - Bomb attack on the Kuta Beach nightclub district on Bali kills 202 people, most of them tourists.
Muslim Cleric Abu Bakar Ba'asyir is arrested shortly after
the bombings. He is accused of plotting to overthrow the government as
the alleged spiritual leader of Jemaah Islamiah (JI), the group thought
to be behind the Bali bombing.
2002 December -
Government and separatist Free Aceh Movement (Gam) sign peace deal in
Geneva, aimed at ending 26 years of violence. The accord provides for
autonomy and free elections in the Muslim oil-rich province of Aceh; in
return the Gam must disarm.
2003 May - Peace talks between government
and Gam separatists break down; government mounts military offensive
against Gam rebels. Martial law is imposed.
2003 August - Car bomb explodes outside the Marriott Hotel in Jakarta, killing 14 people.
2003 August-October - Three Bali bombing
suspects are found guilty and sentenced to death for their roles in the
2002 attacks. A fourth suspect is given life imprisonment.
Abu Bakar Ba'asyir is cleared of treason but jailed for
subversion and immigration offences. The subversion charge is later
overturned.
2004 April - Parliamentary and local
elections: Golkar party of former President Suharto wins greatest share
of vote, with Megawati Sukarnoputri's PDI-P coming second.
2004 July - First-ever direct presidential
elections; first round narrows field to Susilo Bambang Yudhoyono and
incumbent Megawati Sukarnoputri.
2004 September - Car bomb attack outside Australian embassy in Jakarta kills nine, injures more than 180.
Former general Susilo Bambang Yudhoyono wins second round of presidential elections, unseating incumbent Megawati Sukarnoputri.
2004 November - End of two-year process
under which 18 people were tried by Indonesian court for human rights
abuses in East Timor during 1999 crisis. Only one conviction - that of
militia leader Eurico Guterres - is left standing.
Tsunami; Aceh deal
2004 December - More than 220,000 people are
dead or missing in Indonesia alone after a powerful undersea earthquake
off Sumatra generates massive tidal waves. The waves devastate Indian
Ocean communities as far afield as Thailand, India, Sri Lanka and
Somalia.
2005 March - Court finds Muslim cleric Abu
Bakar Ba'asyir guilty of conspiracy over 2002 Bali bombings, sentences
him to two-and-a-half years in jail. He is freed in June 2006.
A powerful earthquake off Sumatra kills at least 1,000
people, many of them on the island of Nias. The quake triggers tsunami
alerts around the Indian Ocean.
2005 August -
Government and Free Aceh Movement separatists sign a peace deal
providing for rebel disarmament and the withdrawal of government
soldiers from the province. Rebels begin handing in weapons in
September; government completes troop pull-out in December.
2005 September - Airliner crashes on
take-off from Sumatran city of Medan, killing more than 100 passengers
and around 50 people on the ground.
2005 October - Three suicide bombings on the resort island of Bali kill 23 people, including the bombers
2006 January - East Timorese report accuses
Indonesia of widespread atrocities during its 24-year occupation,
holding it responsible for the deaths of more than 100,000 people.
2006 February-March - Deadly protests at a
major US-owned gold and copper mine in Papua province follow attempts to
remove illegal prospectors from the site.
2006 May - A powerful earthquake kills thousands of people on Java.
2006 July - A tsunami, triggered by a large undersea earthquake, kills more than 500 people on Java.
Aceh elections
2006 December - First direct elections held
in Aceh province, consolidating the August 2005 peace accord. Former
separatist rebel leader Irwandi Yusuf elected governor.
Aceh's special autonomy status allows the partial practice of Islamic laws
2007 June - Police capture the alleged head of
the militant group Jemaah Islamiah (JI), Zarkasih, and the leader of
the group's military wing, Abu Dujana.
2007 December - Alleged JI leader Zarkasih goes on trial in Jakarta.
2008 January - Former President Suharto dies.
2008 July - Final report by joint
Indonesian-East Timorese Truth Commission blames Indonesia for the human
rights violations in the run-up to East Timor's independence in 1999
and urges it to apologise. President Yudhoyono expresses "deep regret"
but stops short of an apology.
2008 November - Three Islamic militants convicted of carrying out the 2002 Bali bombings are executed.
2009 July - President Susilo Bambang Yudhoyono wins re-election.
Twin suicide bomb attacks on the JW Marriott and Ritz-Carlton hotels in Jakarta kill nine people and injure scores of others.
Pressure mounts on militants
2009 September - Police shoot dead
Indonesia's most-wanted Islamist militant Noordin Mohammad Top, thought
to be responsible for a series of deadly attacks across the archipelago.
Former President Suharto died in 2008. He led Indonesia for 32 years until 1998
2010 February-March - Several suspected
militants are arrested in series of raids on alleged training camps of
groups thought to be linked to Jemaah Islamiah (JI) in Aceh province.
Fourteen men are charged with plotting to launch terrorist attacks.
2010 March - Police shoot dead Dulmatin - an
alleged leading member of JI and the last main suspect in the 2002 Bali
bombings still at large - during a raid on a Jakarta internet cafe.
2010 October - Indonesia admits that men seen torturing Papuan villagers in a video are members of the military.
President Yudhoyono calls off a state visit to the Netherlands because of a threatened bid by separatists to have him arrested.
2010 November - US President Barack Obama
visits, hailing Indonesia as an example of how a developing nation can
embrace democracy and diversity.
2011 February - Two churches are set alight in central Java during a protest by hundreds of Muslims about blasphemy.
Buddhist temple of Borobudur - Indonesia's most visited tourist attraction
Three members of the Ahmadiyah sect, a minority Muslim group, are bludgeoned to death in a mob attack in West Java.
2011 June - Radical cleric Abu Bakar Ba'asyir gets 15-year jail sentence for backing an Islamist militant training camp.
2011 December - Pay deal ends acrimonious
three-month strike by 8,000 workers at copper and gold mine owned by US
company Freeport-McMoran in the restive eastern province of Papua.
Dutch government apologises for massacre of at least 150
people in the village of Rawagede, on the island of Java, in 1947,
during Indonesia's war of independence.
2012 March - Court sentences Islamist
militant Pepi Fernando to 18 years in prison for a parcel-bombing
campaign targeting Muslim leaders and police.
2012 June - Jakarta court sentences
bombmaker Umar Patek to 20 years in prison for his role in the 2002 Bali
attacks. He was extradited from Pakistan in 2011. The sentencing brings
to an end the 10-year investigation into the bombings.
2013 February - Eight soldiers are shot dead in two separate attacks by armed men in Papua province.
2013 June - Parliament approves a major petrol and diesel price hike to cut the ballooning fuel subsidy, sparking violent protests.
2013 September - Via its ambassador in
Jakarta, the Netherlands publicly apologises for summary executions
carried out by the Dutch army in the 1940s.











.jpg)
