Selamat datang di situs online Ikatan Keluarga Besar Pelajar Dan Mahasiswa Mamberamo Tengah Papua (IKB-PMMTP) Se-Jawa Dan Bali. Ini adalah layanan cacatan harian kami. Silahkan tingalkan pesan, kritik, saran, dan komentar dari anda yang sangat kami harapkan. Wa..Wa..Wa.." Nabua Kabua Yabu Eruok "
  • Slide one

    Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Suspendisse id lobortis massa. Nunc viverra velit leo, sit amet elementum mi. Fusce posuere nunc a mi tempus malesuada. Curabitur facilisis rhoncus eros eget placerat. Aliquam semper mauris sit amet justo tempor nec lacinia magna molestie. Etiam placerat congue dolor vitae adipiscing. Aliquam ac erat lorem, ut iaculis justo. Etiam mattis dignissim gravida. Aliquam nec justo ante, non semper mi. Nulla consectetur interdum massa, vel porta enim vulputate sed. Maecenas elit quam, egestas eget placerat non, fringilla vel eros. Nam vehicula elementum nulla sed consequat. Phasellus eu erat enim. Praesent at magna non massa dapibus scelerisque in eu lorem.

  • Slide two

    Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Suspendisse id lobortis massa. Nunc viverra velit leo, sit amet elementum mi. Fusce posuere nunc a mi tempus malesuada. Curabitur facilisis rhoncus eros eget placerat. Aliquam semper mauris sit amet justo tempor nec lacinia magna molestie. Etiam placerat congue dolor vitae adipiscing. Aliquam ac erat lorem, ut iaculis justo. Etiam mattis dignissim gravida. Aliquam nec justo ante, non semper mi. Nulla consectetur interdum massa, vel porta enim vulputate sed. Maecenas elit quam, egestas eget placerat non, fringilla vel eros. Nam vehicula elementum nulla sed consequat. Phasellus eu erat enim. Praesent at magna non massa dapibus scelerisque in eu lorem.

  • Slide three

    Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Suspendisse id lobortis massa. Nunc viverra velit leo, sit amet elementum mi. Fusce posuere nunc a mi tempus malesuada. Curabitur facilisis rhoncus eros eget placerat. Aliquam semper mauris sit amet justo tempor nec lacinia magna molestie. Etiam placerat congue dolor vitae adipiscing. Aliquam ac erat lorem, ut iaculis justo. Etiam mattis dignissim gravida. Aliquam nec justo ante, non semper mi. Nulla consectetur interdum massa, vel porta enim vulputate sed. Maecenas elit quam, egestas eget placerat non, fringilla vel eros. Nam vehicula elementum nulla sed consequat. Phasellus eu erat enim. Praesent at magna non massa dapibus scelerisque in eu lorem.

  • Slide four

    Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Suspendisse id lobortis massa. Nunc viverra velit leo, sit amet elementum mi. Fusce posuere nunc a mi tempus malesuada. Curabitur facilisis rhoncus eros eget placerat. Aliquam semper mauris sit amet justo tempor nec lacinia magna molestie. Etiam placerat congue dolor vitae adipiscing. Aliquam ac erat lorem, ut iaculis justo. Etiam mattis dignissim gravida. Aliquam nec justo ante, non semper mi. Nulla consectetur interdum massa, vel porta enim vulputate sed. Maecenas elit quam, egestas eget placerat non, fringilla vel eros. Nam vehicula elementum nulla sed consequat. Phasellus eu erat enim. Praesent at magna non massa dapibus scelerisque in eu lorem.

  • Slide five

    Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Suspendisse id lobortis massa. Nunc viverra velit leo, sit amet elementum mi. Fusce posuere nunc a mi tempus malesuada. Curabitur facilisis rhoncus eros eget placerat. Aliquam semper mauris sit amet justo tempor nec lacinia magna molestie. Etiam placerat congue dolor vitae adipiscing. Aliquam ac erat lorem, ut iaculis justo. Etiam mattis dignissim gravida. Aliquam nec justo ante, non semper mi. Nulla consectetur interdum massa, vel porta enim vulputate sed. Maecenas elit quam, egestas eget placerat non, fringilla vel eros. Nam vehicula elementum nulla sed consequat. Phasellus eu erat enim. Praesent at magna non massa dapibus scelerisque in eu lorem.

Popular Posts

Followers

Diberdayakan oleh Blogger.
Papan Pengumuman

Kontak Admin

ikbpmmtp.sejawabali@gmail.com 081231667247

Negara - Negara Melanesia Galang Dukungan Untuk Kembalikan Kebebasan Papua Barat

Oleh : Airileke Ingram dan Jason MacLeod

Powes Parkop dan Benny Wenda (AK Rockefeller)
Jayapura - Pemimpin Papua Nugini dan negara Melanesia lainnya menunjukkan dukungan mereka untuk pembebasan Papua Barat. Bob Carr bergerak melawan arus regional, tulis Airileke Ingram dan Jason MacLeod

Dukungan Melanesia untuk Pembebasan Papua Barat selalu tinggi. Berjalan di seluruh Papua Nugini Anda akan sering mendengar orang berkata bahwa Papua Barat dan Papua Nugini adalah “Wanpela Graun” – satu tanah – dan bahwa Papua Barat di sisi lain perbatasan adalah keluarga dan kerabat.

Di Kepulauan Solomon, Kanaky, Vanuatu dan Fiji orang akan memberitahu Anda bahwa “Melanesia belum bebas sampai Papua Barat bebas”. Masyarakat di bagian Pasifik ini sangat menyadari bahwa orang Papua Barat terus hidup di bawah ancaman senjata.

Kemungkinan Perubahan.

Rabu terakhir 6 Maret 2013, Powes Parkop, Gubernur Distrik Ibu Kota Nasional, Papua Nugini menancapkan “warna” nya tegas ke “tiang”. Di depan kerumunan 3000 orang Gubernur Parkop menegaskan bahwa “tidak ada pembenaran, sejarah hukum, agama, atau moral bagi pendudukan Indonesia di Papua Barat”.

Menyambut pemimpin Papua, Benny Wenda, yang berada di Papua New Guinea sebagai bagian dari tur global, Gubernur mengatakan bahwa saat Wenda berada di Papua New Guinea, “tidak ada yang akan menangkapnya, tidak ada yang akan menghentikannya, dan ia dapat merasa bebas untuk mengatakan apa yang ingin ia katakan. ” Ini merupakan hak dasar yang ditolak di Papua Barat, yang terus menerus ditangkap, disiksa dan dibunuh hanya karena warna kulit mereka.

Gubernur Parkop, yang merupakan anggota dari Parlemen Internasional untuk Papua Barat, yang kini memiliki perwakilan di 56 negara, melanjutkan kegiatannya dengan meluncurkan kampanye Pembebasan Papua Barat. Dia berjanji untuk membuka kantor, mengibarkan bendera Bintang Kejora dari City Hall dan menjanjikan dukungannya untuk tur musisi Melanesia untuk Pembebasan Papua Barat.

Gubernur Parkop Tak Lagi Sendirian di Melanesia Menyerukan Perubahan.

Tahun lalu Perdana Menteri Papua Nugini, Peter O’Neil “merusak” tradisi hubungan dengan Indonesia setelah mengingatkan publik dengan memberikan respon terhadap Pemerintah Indonesia atas kekerasan negara yang sedang berlangsung, pelanggaran hak asasi manusia dan kegagalan pemerintahan. Tergerak oleh 4000 perempuan dari Gereja Lutheran, O’Neill mengatakan kekhawatirannya tentang HAM terhadap pemerintah Indonesia.

Sekarang Gubernur Parkop ingin menemani Perdana Menteri dalam kunjungan ke Indonesia untuk mempresentasikan gagasannya kepada Indonesia tentang cara memecahkan konflik Papua Barat sekali dan untuk semua.

Komentator terkenal PNG, Emmanuel Narakobi berkomentar di blog-nya tentang usulan pendekatan multi-cabang dari Parkop, bagaimana memobilisasi opini publik di PNG tentang Papua Barat. “Mungkin adalah pertama kalinya saya mendengar rencana yang sebenarnya tentang bagaimana mengatasi masalah ini (Papua Barat)”. Melalui radio Gubernur Parkop menuduh Menteri Luar Negeri Australia Bob Carr tidak serius menangani isu Papua Barat, melainkan “membersihkannya di bawah karpet.”

Di Vanuatu, partai-partai oposisi, Malvatumari Nasional Dewan Chiefs dan uskup Anglikan dari Vanuatu serta Pendeta James Ligo mendesak pemerintah Vanuatu untuk mengubah posisi mereka terhadap isu Papua Barat. Ligo baru-baru ini berada di Sidang Dewan Gereja Pasifik di Honiara, Kepulauan Solomon, yang mengeluarkan sebuah resolusi mendesak Dewan Gereja Dunia untuk menekan PBB untuk mengirim tim pemantau ke wilayah Papua Indonesia.

“Kita tahu bahwa Vanuatu telah mengambil sisi-langkah itu (masalah Papua Barat) dan kita tahu bahwa pemerintah kita mendukung status pengamat di Indonesia pada MSG (Melanesian Spearhead Group), kita tahu itu. Tapi sekali lagi, kami juga percaya bahwa sebagai gereja kami memiliki hak untuk mengadvokasi dan terus mengingatkan negara-negara dan para pemimpin kita untuk khawatir tentang saudara-saudara Papua Barat kami yang menderita setiap hari.” kata Ligo.

Masyarakat Papua Barat juga mengorganisir diri mereka, bukan hanya di dalam negeri di mana kemarahan moral terhadap kekerasan negara Indonesia yang sedang berlangsung, tetapi juga di regional. Sebelum kunjungan Benny Wenda ke Papua Nugini, perwakilan Koalisi Nasional Papua Barat untuk Kemerdekaan yang berbasis di Vanuatu resmi diajukan untuk mendapatkan status pengamat di MSG dalam pertemuan MSG tahun ini yang dijadwalkan akan digelar di New Kaledonia pada bulan Juni. New Caledonia, tentu saja, adalah rumah lain dari perjalanan panjang perjuangan penentuan nasib sendiri bangsa-bangsa Melanesia. Di Vanuatu Benny Wenda menambahkan dukungan untuk langkah tersebut, dengan menyerukan pada organisasi perlawanan Papua yang berbeda untuk mendukung “agenda bersama untuk kebebasan”. Sebuah keputusan tentang apakah Papua Barat akan diberikan status pengamat pada pertemuan MSG tahun ini akan dilakukan secepatnya.

Di Australia Bob Carr mungkin mencoba untuk meredam semakin besarnya dukungan publik untuk Pembebasan Papua Barat tapi di Melanesia arus bergerak ke arah yang berlawanan.*

Sumber http://newmatilda.com/2013/03/18/melanesians-line-back-free-west-papua

TPN-OPM BERTANGGUNGJAWAB ATAS PENEMBAKAN TERHADAP 13 ANGGOTA TNI DI SINAK DAN 2 ANGGOTA TNI DI TINGGINAMBUT PUNCAK JAYA PAPUA


Papua - TPN-OPM Tembak 13 Anggota TNI Pada Kamis 21 Februari 2013 di Sinak, dan Dua Anggota TNI di Tingginambut, Puncak Jaya Papua

Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka (TPN-OPM), Menembak  mati 13 Anggota TNI dari Koranmil Sinak, Kodim 1714/Puncak Jaya di Kampung Tanggulinik, Distrik Sinak, Kabupaten Puncak Jaya, (Kamis 21/2/2013) pukul 10.30 wp kemarin. Tigabelas anggota TNI yang berhasil ditembak mati leh TPN di Sinak adalah saat menuju Bandara Sinak untuk mengambil radio dari Nabire.
 
Tigabelas TNI yang tewas  diantaranya: Sertu Udin, Sertu Frans, Sertu Romadhon, Pratu Mustofa, Sertu Edy, Praka Jojon, Praka Wempi dan enam lainnya belum diketahui identitas.
Beberapa Surat kabar maupun Tv dikabarkan bahwa TPN-OPM tembak 8 anggota TNI di Puncak Jaya adalah penipuan. Hal dikatakan oleh salah satu anggota TPN saat melaporkan peristiwa tersebut kepada admin WPNLA, dari dataran tinggi setelah ia mendapatkan signal jaringan telkomsel, melalui telepon selulernya. Bahwa “kami tembak anggota TNI di Sinak 13  orang dan di Tingginambut 2 anggota TNI”.   Ditanya terkait, penembakan di Sinak dan  di Tingginambut atas Komando siapa? “ ya kami tembak TNI di Sinak dan  di Tingginambut atas perintah Panglima Tinggi TPN-OPM Gen. Goliath Tabuni” kata anggota TPN yang namanya tidak mau dipublikasi itu.
 
Dua anggota TNI yang dibakarkan ditembak oleh TPN-OPM  di distrik Tingginambut Kampung Guragi, Kabupaten Punjak Jaya pada (Kamis 22/2/2013), pukul 09.00 wp adalah Satgas TNI atas nama Pratu Wahyu Bowo tewas dengan luka tembak di bagian dada dan leher. Satunya, korban luka-luka Danpos Satgas atas nama Lettu Inf Reza yang tertembak di lengan bagian kiri.
 
Informasi terkait juga dilaporkan oleh salah satu warga di Mulia kota Kabupaten Puncak Jaya. Ditanya, bagaimana proses evakuasi mayat anggota TNI? “Korban dari Tingginambut sedang dirawat RS di Mulia. Korban luka para masih koma, pasti akan meninggal. Pagi ini 13 kantong mayat dikirim dari Sinak ke Mulia  untuk dievakuasi ke Jayapura, ujarnya.
 
Tambahan dari sumber yang diwawancarai Admin WPNLA via telpon seluler. mengatakan bahwa situasi sementara di Mulia “ saat inipun kami tidak aman di kota disini kami takut, lebih para lagi masyarakat di Tingginambut dan Sinak mereka semua mengungsi ke hutan. Karena, TNI, Brimob sedang kejar TPN-OPM, jadi semua masyarakat takut lari ke hutan”, kata seorang warga di Mulia.
 
Selanjutnya, Salah satu anggota TPN yang melaporkan peristiwa kepada Admin WPNLA mengatakan bahwa, “Komandan Murib bilang kalau anggota TNI dan BRIMOB berusaha kejar kami, berarti kami siap tembak dan pasukan TPN-OPM tidak akan mundur, TPN akan bertahan terus dan lawan TNI/POLRI”, pungkasnya.
 
Kata sumber, “Komandan Murib” artinya yang mengatakan “Komandan Operasi Lekagak Gemanus Telenggen.  Tambah sumber lagi, “pagi ini kami tembak pilot helicopter dari gunung”.  Helicopter yang kami tembak adalah milik TNI, saat melakukan evakuasi korban tersebut. Namun karena, TPN-OPM tembak Pilot Helikopter, sehingga tidak jadi evakuasi melalui udarah menggunakan helicopter, maka helicopter tersebut kembali ke Mulia.
 
Penembakan 15 Anggota TNI kali ini merupakan, Sikap Panglima Tinggi TPN-OPM Gen.Goliath Tabuni, bahwa berdasarkan dirinya dilantik menjadi Panglima Tinggi TPN-OPM pada 11 Desember 2012 di Tingginambut. Dalam pidatonya “ saya diangkat sebagai panglima tinggi TPN-OPM sesuai hasil Konferensi Tingkat Tinggi TPN-OPM di Biak pada 1-5 Mei 2012, dan siap memimpin TPN-OPM  serta siap melaksanakan Revolusi Tahapan ataupun  Revolusi Total guna memperoleh Hak Politik Menentukan Nasib Sendiri (Self Determination) bagi Bangsa dan Rakyat Papua Barat. 
 
Sesuai Resolusi KTT TPN-OPM di Biak, saya sebagai Panglima Tinggi TPN-OPM siap bertanggungjawab dan Siap lakukan revolusi tahapan dan akan dilanjutkan dengan Revolusi total, sambil mengatur dan membenahi structural TPN-OPM sesuai standar Internasional.
 
Notes:
TPN-OPM anggap bahwa semua orang Indonesia yang telah dan sedang cari makan dan mencuri kekayaan orang asli Papua adalah penjajah dan Musuh Rakyat bangsa Papua Barat. Dengan dasar itu, TPN-OPM siap membersihkan secara menyeluruh dari tanah leluhur bangsa Papua.
 
TPN-OPM juga memperingatkan kepada orang Melayu Indonesia yang ada di Papua segera gulung Tikat dan pulang kampung, karena TPN-OPM siap melaksanakan Revolusi Tahapan dan Revolusi Total.
Demikian pernyataan TPN-OPM atas insiden penembakan terhadap anggota TNI/POLRI oleh TPN-OPM dibawah Comando Gen. Goliath Naman Tabuni. Terima kasih atas perhatian Anda.


 MAU DAN TIDAK, WALAK HARUS MINTAH KABUPATEN BARU, BUKAN PERGESERAN KABUPATEN, TAPI MINTA OTONOM BARU!!!!

Pemekaran Kabupaten Walak
MENGAPA SELURUH INTELEKTUAL (CENDIKIAWAN) WALAK JADI SATU MINTAH PEMEKARAN/ MINTAH DAERAH OTONOM BARU PADA HAL SEBENARNYA TIDAK SETUJU ADANYA PEMEKARAN KABUPATEN TAPI MENGAPA ???
JAWABANNYA SBB:

1. TAHUN2 MENDATANG TERJADI PEMEKARAN BALIM CENTER, MAKA 4 DISTRIK SECARA TIDAK LANGSUNG AKAN TERGABUNG DENGAN KABUPATEN BALIM CENTER YAITU ANTARA LAIN: BOLAKME, TAGIME, JALENGGA DAN KORAGI.....

2. TERJADI PEMEKARAN OKIKA, MAKA 1 DISTRIK AKAN HILANG YAITU DISTRIK BUGI,KARENA KABUPATEN OKIKA BATAS WILAYAHNYA SAMPAI DI MANDA....

3. SEMENTARA 2 DISTRIK BERHASIL DICURI OLEH KABUPATEN MAMBERAMO TENGAH YAITU ILUGA DAN ERAGAYAM...

4. ORANG WALAK TIDAK BERTINDAK,MAKA SUKU WALAK AKAN DICABIK SANA-SINI SAMPAI TIDAK ADA BEKAS,ARTINYA SUKU KITA AKAN MUSNAH....

DENGAN DEMIKIAN, SUKU WALAK SEKARANG DIPERINGATKAN HARUS BERTINDAK MULAI SAAT INI, UNTUK MINTA ADANYA PEMEKARAN DI DAERAH WALAK......

CATATAN: MAU DAN TIDAK, WALAK HARUS MINTAH KABUPATEN BARU, BUKAN PERGESERAN KABUPATEN, TAPI MINTA OTONOM BARU!!!!

SALAM DAN TERIMA KASIH
YESUS TOLONG BERI PENGERTIAN KEPADA KAMI...
wALAK....WALAK...WALAK...WALAK...WALAK..

Voice Of Walak - Kabupaten Walak Papua

Walak Elege Malang Jawa Timur
Di Tanah ini tidak ada yang susah......
Namun dalam rintihan ini kami sampaikan pesan kepada kayalak orang walak bahwa mari kita menentukan jatidiri kita kepada anak negeri lain di negeri ini, mulai dari buka hati kita, buka mata kita, buka diri kita sampai melepaskan semua kutukan yang lengket pada orang Walak...memang di negeri ini tidak ada yang susah tapi kayaknya orang Walak semakin susah dan semakin sulit untuk menghapuskan air mata dan air keringat (tra akan berhenti), memang airmata dan keringat orang Walak akan mengalir terus-menerus dan seterus-menerusnya... atau kah akan berhenti aliran air ini, atau siapakah yang dapat menghentikannya??? mungkin suku lain yang datang dan menghentikan semua air mata dan keringat orang Walak, kami orang walak harus mampu menghentikan semua ini, kami orang walak harus mampu menhentikan semua air mata dan keringat ini, kami orang walak harus mampu menhentikan semua air mata dan keringat ini, kami orang walak harus mampu menhentikan semua air mata dan keringat ini,......


Mari saudara dan saudari ku Intelektual, Tokoh, kepala2 suku dan semua adik2 Mahasiswa Walak sebagai Kader leluhur orang Walak, BUKAN SIAPA-SIAPA TAPI ANDA SUDAH ORANGNYA, KAPAN LAGI KALAU BUKAN SEKARANG, DIMAN LAGI KALAI BUKAN SINI, KINI SAATNYA ANDA HARUS BERTINDAK DAN BERTINDAK...SEBAB KEBANGKITAN ORANG WALAK MULAI DARI ORANG WALAK JUGA, ORANG WALAK AKAN MENJADI PENOLONG DITENGAH-TENGAH ORANG WALAK JUGA, BIARPUN ENGKAU BERGABUNG DENGAN SUKU LAIN TAPI SUKU LAIN PASTI KATAKAN ENGKAU ORANG WALAK, ORANG WALAK MEMANG BEDA, ORANG WALAK MEMANG SAMA DENGAN SUKU LAIN TAPI BEDA DAN MEMANG BEDA....................................................................
MULAI HARI INI, MARI KITA RENUNGKAN UNTUK MERDEKA ORANG, ORANG WALAK HARUS BICARA TENTANG KEMERDEKAAN, ORANG WALAK HARUS BICARA TENTANG KEMERDEKAAN ORANG WALAK, ORANG WLAK HARUS BICARA KEBEBASAN ORANG WALAK, ORANG WALAK HARUS MENENTUKAN NASIBNYA YANG JELAS, JANGAN TAKUT BICARA TENTANG KEMERDEKAAN ORANG WALAK, BARU KITA BISA MERDEKA, MERDEKA ADA DI UJUNG JARI....KITA BICARA KEMERDEKAAN WALAK DULU BARU KITA BICARA KEMERDEKAAN PAPUA .......................................
MERDEKA....................................................................
TUHAN PASTI AKAN BERIKAN KEMERDEKAAN UNTUK KITA SEMUA....
WALAK...
WALAK....
------------------------GBU------------------------

 Gubernur Papua Lukas Enembe, SIP.MH, merestui pemekaran Kabupaten baru atau Daerah Otonom Baru di daerah Lingkungan Keluarga Suku Walak

Pemekaran Kabupaten WALAK Papua
Akhirnya Gubernur Papua Lukas Enembe, SIP.MH, merestui pemekaran Kabupaten baru atau Daerah Otonom Baru di daerah Lingkungan Keluarga Suku Walak. Menurutnya pemekaran Kabupaten adalah hal penting yang harus dipikirkan bersama antara pemerintah Daerah dengan masyarakt, sebab pemekaran pada hakekadnya untuk memperpendek pelayanan pembangunan publik terhadap masyarakat . lebih khusus suku Walak itu sendiri harus mulai pikirkan dari sekarang, bagiamana suku2 lain atau darah keliling suku Walak banyak yang mau memekarkan, seenarnya di Daerah walak harus ada satu Kabupaten sebab dilihat dari geografisnya, walak wajar/layak sebuah Kabupaten baru yang akan menjadi panutan jati diri orang Walak disitu.

Gubernur Papua memberikan kesempatan kepada Tim pemekaran untuk mengejar ketertinggalan perlengkapan administrasi pemekaran untuk seegerah melengkapi. Thanks kepada Tuhan Yang Maha Kuasa Atas kasih dan kemurahannya, karena semuanya terjadi bukan karena kelebihan Timm, Kehebatan Tim, kepintaran Tim tapi semata-mata hanya oleh karena kasih dan Kemurhan Tuhan itu sendiri, waa...waa...waa..waaa..

Mahasiswa Minta Calon Bupati Mamteng Saling Mendukung

Malang (13/1)—Ikatan Pelajar  Pelajar Mahasiswa Mamberamo Tengah Papua (IKB-PMMTP) mendukung siapapun yang akan lolos verifikasi calon kepala daerah yang akan diumumkan Komisi Pemilihan Umum (KPU). “Sebab kami harap, siapapun yang akan lolos atau tidak lolos verivfkasi, harus saling mendukung melaksanakan proses pemilukada,” kata Ketua IKB-PMMTP MALANG-KEDIRI, Bael B.Wandikbo. ke tabloidjubi.com, di Abepura, Kota Jayapura, Papua,
Menurut Wandikbo, KPU akan mengumumkan enam kandidat yang mendaftar ke KPU. “Kami harap semua pihak dan para kandidat harus bekerjasama mensukseskan proses pilkada yang akan datang. Kerja sama dari kandidat yang lolos maupun tidak sangat kami harapkan,” katanya.
Selain itu, kata Wandikbo, mahasiswa tak hanya berharap kerja sama para kandidat, tapi mahasiswa pun akan kerja sama mengawal proses pemilihan kepala daerah. “Kita akan mendukung dan kawal pilkada berjalan demokratis. Karena itu, kami mahasiswa siap jadi tim pemantau,” kata pria asli Mamteng ini. (Jubi/Mawel)

Sudah Saatnya Suku Walak Dimekarkan


http://www.hmpw-sejayapura.blogspot.com/
JAYAPURA - Kepala Suku Walak, Petrus Mabel, S.Pd., M.Si., mengatakan, sudah saatnya wilayah Suku Walak dimekarkan menjadi satu daerah otonom baru, karena telah memenuhi syarat. Dorongan pemekaran itu telah mencuat dari masyarakat Suku Walak, yang dicetuskan 800 lebih Kaum Perempuan Asal Suku Walak dan disampaikan dalam Seminar Pemberdayaan Perempuan Suku Walak di Aula Pertanian Yahim Sentani, 31 Oktober 2013.

Acara ini dihadiri langsung Gubernur Papua, Lukas Enembe, S.I.P., M.H.
Dalam sambutan Gubernur Lukas Enembe, S.I.P., M.H., menyatakan, menerima usulan pemekaran wilayah Suku Walak tersebut, namun, Gubernur Lukas Enembe menyarankan untuk mengikuti mekanisme dan prosedur yang ada, guna aspirasi itu dijawab dengan baik. Dan tentunya selaku kaum intelektual Suku Walak berupaya untuk melaksanakan saran Gubernur Lukas Enembe tersebut.

Suku Walak sendiri berada pada posisi tengah suku-suku lain di wilayah Pegunungan Tengah. Pada bagian Timur Suku Yali, bagian barat Suku Lany, bagian utara Suku Gem, dan bagian Selatan Suku Nayak. Meski Suku Walak adalah Suku Kecil, namun mempunyai wilayah yang cukup luas yang terbagi dalam wilayah Balima, Wolo, Iluga, dan Winamaregean di Jayawijaya dan Mamberamo Tengah. Dan suku-suku tersebut sudah menjadi kabupaten sendiri, sedangkan Suku Walak belum, dan ini yang akan diperjuangkan pihaknya.

“Pemekaran ini sudah lama dirindukan rakyat Suku Walak. Kriteria menjadi otonom baru, itu memenuhi syarat, wilayah luas, SDA lebih kaya dari kabupaten lain yang sudah terbentuk, SDM juga sudah tersedia, kami punya sarjana dari diploma sampai doktor, pejabat eselon juga sudah ada yang tersebar di kabupaten lain,” ungkapnya dalam keterangan persnya kepada Bintang Papua, di usai pertemuan Kepala-Kepala Suku, dan Tokoh Masyarakat Suku Walak Afresto Cafe Abepura, Minggu, (03/11).
Terhadap hal itu, terhadap suku-suku lain di luar suku Walak, terutama yang ada di wilayah Pegunungan Tengah, diharapkan turut memberikan rekomendasi bagi berdirinya Walak menjadi Kabupaten daerah otonom baru.

Dijelaskannya, Walak adalah nama sebuah suku yang ada di Pegunungan Papua. Walak juga disebut sebagai nama bahasa. Orang Walak memiliki 5 wilayah adat, yaitu Wilayah Badlima, Wilayah Wolo, Wilayah Ilugwa, Wilayah Eragayam. Dan secara pemerintahan orang Walak memiliki 7 distrik yang terdiri dari dua distrik di Kabupaten Mamberamo Tengah (Distrik Eragayam dan Distrik Ilugwa), dan lima distrik di Kabupaten Jayawijaya (Distrik Wolo, Distrik Bugi, Distrik Yalengga, Distrik Biri dan Distrik Koragi).
Jumlah penduduk suku ini diperkirakan 935.000 jiwa yang tersebar di beberapa distrik pada dua kabupaten itu (Tidak termasuk mereka yang ada di Jayapura, dan Timika. Jika jumlah tersebut ditambah dengan orang Walak di Jayapura dan di Timika, maka diperkirakan 1.550 jiwa lebih).

Ditandaskannya, dari seminar tiga hari tersebut telah melahirkan beberapa rekomendasi, yaitu rekomendasi dibidang politik, rekomendasi dibidang ekonomi dan religi serta sosial kemasyarakatan. Sehubungan dengan itu mereka juga merekomendasikan kepada perempuan Walak di Wamena sebagai basis Suku Walak untuk menyelenggarakan Seminar Perempuan Walak untuk mengejar target-target dari rekomendasi seminar perempuan Walak di Jayapura. Seminar Perempuan Walak tahun berikut akan diselenggarkan pada tahun 2014 di Wamena. Diantaranya, (1) Bidang politik, yaitu meminta rekomendasi pemekaran kabupaten baru yaitu Kabupaten Walak. (2) Bidang pendidikan: perempuan mengambil Magister maupun doctor hingga keluar negeri. (3) Bidang Ekonomi: Perempuan Walak mampu berusaha bergerak dibidang bisnis. Meminta modal kepada pemerintah untuk memulai usaha. (4) Bidang Agama: Orang Walak harus tahu sumbernya, yaitu mengandalkan Tuhan dalam segala lakunya. Tingkatkan pendidikan di bidang teologi. (5) Mereka minta pak Gubernur memberikan modal usaha kepada ibu-ibu walak yang bergerak dibidang bisnis seperti penjual pinang dan pemelihara ternak babi. (6) Meminta bapak Gubernur untuk memperhatikan beberapa kader yang memenuhi syarat untuk diterima dalam kabinetnya di provinsi Papua. Ditempat yang sama, Tokoh Masyarakat Suku Walak, Boby Siep Waga, menyampaikan, dalam seminar tersebut, dirinya melihat bahwa usulan pemekaran itu itu benar-benar rencana Tuhan, karena Gubernur turut hadir dan memberikan tanggapan yang sangat positif.

Selain alasan pada umumnya untuk pemekaran, tapi juga alasan lain yang patut menjadi pertimbangan Gubernur Lukas Enembe bahwa banyak anak-anak suku Walak yang telah lulus sarjana mulai dari diploma sampai doktor, namun umumnya bekerja di daerah lain, dan ada pula yang melamarkan pekerjaan namun tidak diterima, sehingga dengan adanya pemekaran itu, anak-anak Suku Walak kembali mengabdi dan membangun daerahnya sendiri. Senada dengan itu, salah satu Kaum Intelektual Suku Walak lainnya, Dr. Arius Togotly, S.Pd., M.Kes., menuturkan, para intelektual, sepakat dan sangat setuju untuk Walak menjadi daerah otonom baru, dengan nama Kabupaten Walak.

“Kami sampaikan bahwa kami sebagai akademik, dan kami ikuti sama-sama untuk menentukan wilayah ini. Saya sangat menghargai dan terima kasih kepada perempuan Walak yang mempunyai kemampuan yang menyampaikan aspirasi dan menamai kabupaten Walak ini kepada Gubernur Papua. Kaum perempuan Walak telah SDM yang luar biasa, maka saat Perempuan Walak bicara pemekaran Kabupaten Walak itu. Kami siap membangun itu,” paparnya.

Sementara itu, Kepala Suku, Woro, Iri, dan Bugi, Darius Togotly, menegaskan, dirinya langsung dari Wamena untuk mengikuti kegiatan Seminari Perempuan Walak tersebut, dan turut memberikan dukungan penuh atas aspirasi pemekaran yang disampaikan oleh perempuan dan rakyat Suku Walak.

Untuk itulah, dirinya mewakili ketiga suku meminta kepada Bupati Jayawijaya, dan Bupati Mamberamo Tengah, untuk memberikan rekomendasi dukungan untuk Walak dimekarkan menjadi kabupaten tersendiri.
Hal lainnya, Tokoh Agama Suku Walak, Pdt. Edy Togotly, S.Th., berkomitmen bersama seluruh rakyat Suku Walak untuk turut memperjuangkan lahirnya kabupaten otonom baru bagi Suku Walak melalui jalur-jalur resmi yang ada sebagaimana diarahkan oleh Gubernur Lukas Enembe.

“Kami minta dukungan dan restu dari saudara-saudara kami yang ada di Papua, karena kami punya hak yang sama, karena kami penuhi persyaratan, dan itu sudah ada. Kami sudah punya pegangan kuat, karena aspirasi kami sudah diterima oleh Gubernur Lukas Enembe, maka kami akan lakukan pertemuan berikutnya untuk membahas tahapan-tahapan yang kami lakukan untuk perjuangkan kabupaten Walak ini menjadi kabupaten otonom baru. Kami percaya Walak diberikan Tuhan kepada kami,” pungkasnya.

Sekadar diketahui, dalam kegiatan Seminar lalu, ada sejumlah hal yang dilaksanakan, yakni, pameran kreaktivitas orang Walak, seperti noken Papua, berbagai jenis bunga dan pot bunga, wig dan 6 judul buku yang ditulis oleh beberapa orang Walak seperti buku Fonologi bahasa Walak, Kutuk atau Berkat, Otsus Papua tidak Jelas dalam implementasinya.(nls/don/l03/@dv) 

Sumber Berita : Bintang Papua


 Tarian Adat Suku Walak Baliem Valley

Ikawal Sejayapura on Minggu, 07 Oktober
Sentani (ANTARA News) – Penyelenggaraan Festival Danau Sentani (FDS) III hari ke dua di Pantai Wisata Kalkhote, Sentani Timur, Jayapura, Minggu, dimeriahkan dengan pagelaran tarian Penjemputan Roh Leluhur dari Kabupaten Asmat dan tarian Ambiaro dari Suku Walak Kabupaten Mamberamo Tengah.

Dari Sentani, ANTARA melaporkan, pagelaran seni tari dari kedua kabupaten tersebut mampu menyedot perhatian pengunjung FDS. Tidak sedikit pula diantara pengunjung tampak sejumlah wisatawan asing.

Tarian Penjemputan Roh Leluhur dibawakan puluhan lelaki dan perempuan Asmat. Tarian ini mengisahkan seorang anak laki-laki yang bepergian dari arah barat ke timur namun dalam perjalanan ia tidak diterima oleh penduduk pada setiap kampung yang ia datangi. Tarian ini diawali dengan masuknya rombongan penari perempuan bersama empat lelaki yang memukul tifa. Para penari perempuan menunjukkan kebolehan mereka bergoyang mengikuti irama dan bunyi tifa yang bertalu-talu.

Beberapa saat kemudian, sekelompok lelaki Asmat dimana salah satu diantaranya dengan badan penuh lumpur hitam berelumpur masuk ke panggung dengan suara gemuruh.
Setiba di panggung, puluhan laki-laki Asmat tersebut bergoyang ria dengan goyangan khas suku Asmat.
Sebelum penampilan penari suku Asmat, 24 penari suku Walak Mamberamo Tengah yang terdiri atas 12 laki-laki dan 12 perempuan menampilkan atraksi tarian Ambiaro. Pelatih tim penari suku Walak, Petrus Mabel mengatakan tarian Ambiaro yang artinya satu mengisahkan perjalanan orang Papua alias bangsa Melanesia dari daratan Asia, tepatnya di Yunan hingga mencapai Pulau Papua.

Menurut Petrus yang didampingi Kepala Suku Walak, Fanus Kanelak, leluhur orang Papua berlayar dari Yunan menuju Papau dengan melintasi Taiwan, Filipina dan Lautan Pasifik sampai akhirnya tiba di Papua Nugini (PNG). Dari PNG, leluhur orang Papua melintas ke arah barat hingga tiba di Pulau Ifala dan selanjutnya meneruskan perjalanan ke Genyem. 

Sesampai di Genyem, leluhur orang Papua lalu satu persatu tersebar ke berbagai tempat di Papua yang selanjutnya melahirkan sekitar 252 suku yang menghuni Tanah Papua dewasa ini.
“Karena kami berasal dari satu nenek moyang dan satu keturunan serta satu perjalanan sejarah, maka tarian ini mengajak semua suku yang ada di Papua untuk bersatu membangun Papua baru,” kata Petrus.
“Tidak ada perbedaan antara orang gunung dan orang Pantai, kita semua adalah satu,” tambah Petrus.
Para penari suku Walak juga melakonkan pembuatan api dengan cara menggesek batu dan kayu serta alang-alang kering (tenggan) sebagai yang diperbuat para leluhur mereka di masa lampau.
Suku Walak dengan jumlah penduduknya sekitar lebih dari 30 ribu jiwa saat ini mendiami sebagian Kabupaten Jayawijaya, sebagian Mamberamo Tengah dan sebagian lagi di Kabupaten Yalimo.
Warga suku ini mendiami Lembah Kobakma, Ilugwa, Erageam, Wolo dan Yalengga di pinggir Sungai Mamberamo yang merupakan sungai terbesar di Provinsi Papua.

Pagelaran seni dan budaya dalam memeriahkan FDS juga menampilkan atraksi kesenian dari sejumlah paguyuban Nusantara di Kabupaten Jayapura, diantaranya Paguyuban Jember, Ikatan Keluarga Toraja (IKT), Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS), dan Kerukunan Keluarga Batak.
Kegiatan FDS III dibuka pada Sabtu (19/6) oleh Irjen Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata, Surya Yoga dan berlangsung hingga Rabu (23/6). (E015Suku SSdddd
Sumber:
http://www.ikwal-sejayapura.blogspot.com/2012/10/tarian-adat-suku-walak-baliem-valley.html#.UiKd4RY5TBY

About Us

 Vision [Visi]:

To maintain members of clans and family names of Walak Tribe that know the Laws of God as Supreme Being, the Nature and Customs.

[Mempertahankan anggota masyarakat, para puak dan marga-marga Suku Walak yang Tahu Sang Ilahi, Tahu Alam dan Tahu Adat.]
When a person knows the law of the Supreme Being, he will understand and obey the law of the Nature, which means the Law of the Customs (Customary Laws), which is a balanced and harmonious life.
[Saat seseorang mengenal hukum Sang Ilahi, ia akan mengerti dan menaati hukum Alam, yang artinya ialah Hukum Adat, yaitu peri kehidupan yang seimbang dan selaras]

Mission [Misi]:

Menata peri kehidupan anggota masyarakat Suku Walak sehingga
  • mempelajari, memahami dan mengamalkan nilai-nilai luhur kemanusiaan, alam semesta dan kehidupan sesuai kodrat Sang Ilahi sebagaimana tercantum dalam Kitab Suci agama modern maupun ajaran-ajaran nenek-moyang serta leluhur suku Walak;
  • mengenal dan menyesuaikan diri dengan Hukum Alam sehingga terwujud kehidupan yang tidak merusak tetapi sebaliknya melindungi alam sekitar dan planet Bumi, yaitu kehidupan yang harmonis dan berimbang antara manusia dengan sesama makhluk penghuni Bumi lain; dan
  • menggali, mengenal lalu menghayati norma, nilai-nilai dan tatakeramah serta tatakelola kehidupan bersama yang telah diwariskan oleh leluhur Suku Walak demi kebersamaan dan kerukunan yang harmonis di antara sesama manusia.
Dengan singkat, mewujudkan kehidupan yang berimbang dan harmonis antara manusia dengan Sang Ilahi, manusia dengan dunia dan alam sekitar dan manusia dengan sesama manusia.

General Programme [Program Umum]

  1. Menggali, mendokumentasi dan membakukan (1) Hukum Adat Suku Walak, (2) Filsafat Suku Walak
  2. Mendata, mendiskusikan dan memetakan batas-batas wilayah ulayat dan wilayah hukum adat suku Walak disertai marga serta puak-puaknya.
  3. Menggariskan kebijakan-kebijakan umum tentang Suku Walak untuk segenap aspek kehdupan dengan tujuan utama mempertahankan eksistensi Suku Walak sebagai salah satu dari suku-suku dan salah satu dari bahasa-bahasa di pulau New Guinea agar tidak punah dari Bumi Cenderawasih dan Planet Bumi.
Learn More...

Indonesia bukan hanya negara besar dalam banyaknya jumlah penduduk dan luasnya wilayahnya, tetapi juga dalam jumlah bahasa lokal yang ditutur cheking_pb_walak.jpgaktif oleh masyarakatnya. Tercatat, dari 2000-an jumlah bahasa di seluruh dunia, 700-an di antaranya ada di Indonesia. Walaupun disinyalir ada yang sudah dan sedang ditinggalkan penuturnya, namun jumlah yang masih aktif digunakan masih sangat signifikan, termasuk di dalamnya adalah masyarakat Indonesia dari etnis Papua. Dua ratusan bahasa lokal di Indonesia tersebar di pulau besar ini. Salah satunya adalah bahasa Walak yang ditutur oleh masyarakat suku Walak yang kebanyakan berdiam di wilayah pedalaman pulau ini.

Secara geografis, daerah suku Walak terletak di pengunungan tengah Papua, arah utara dari kabupaten Jayawijaya, arah barat dari kabupaten Mamberamo Tengah. Meski demikian, masyarakat penutur bahasa Walak ini tidak hanya berdiam di daerah ini. Sebagian dari mereka tersebar di berbagai tempat, seperti: di Baliem Barat, Yalengga, di lembah Wolo, Ilugwa, Eragiam, dan di kota Wamena, dan kota-kota lainnya di Propinsi Papua dan Papua Barat.

Sama dengan banyak masyarakat lainnya di tanah Papua, khususnya yang berada di wilayah terpencil, masyarakat Papua juga belum tergolong lama memeluk agama Kristen. Adalah karena kerja keras tak kenal lelah dari para missionaris asing, masyakarat di sini pada akhirnya mengenal dan percaya kepada Yesus Kristus. Itupun terjadi sesudah tahun 1960. Diperkirakan, 99% masyarakat Walak sudah menjadi Kristen. Mereka perlu diasuh secara berkesinambungan dalam kepercayaan baru yang mereka anut ini. Para missionaris masih ada yangcheking_pdt_wenas.jpg melanjutkan pelayanan di sana. Akan tetapi, tenaga-tenaga pribumi juga sudah cukup tersedia untuk mengambil alih peran dan fungsi pelayanan ini. Dan untuk menunjang pelayanan kaum pribumi ini, ketersediaan teks Alkitab dalam bahasa yang dekat dengan hati dan mudah dipahami oleh masyarakatnya, merupakan sebuah kebutuhan yang dirasakan urgensinya.   
 Secara linguistik, bahasa Walak ini memiliki kedekatan sekitar 20% dengan bahasa-bahasa yang ada di sekelilingnya, antara lain: Lani, Baliem Tengah, Baliem Utara, Yali, Nggem, serta Wano. Bahasa-bahasa ini – kecuali Wano -- rata-rata sudah mempunyai teks Alkitabnya sekalipun hanya dalam bentuk porsion (Perjanjian Baru saja). Sekalipun bisa memahami bahasa Lani secara verbal, namun kebanyakan warga masyarakat Walak mengalami kesulitan dalam menanggapnya. Bagaimanapun, warga akan lebih mudah menangkap makna teks kalau itu tersaji dalam bahasa (baca: dialek) sendiri.

Terdorong oleh kebutuhan ini, sekelompok penutur bahasa Walak mengambil langkah-langkah inisiatif untuk melakukan penerjemahan Alkitab ke dalam bahasa ini dengan menghubungi LAI. Memperoleh rekomendasi dari dua gereja aras sinodal yang melayani di wilayah ini, masing-masing: (1) Gereja Injili di Indonesia (GIDI) dan Gereja Kemah Injil (KINGMI) dengan surat formalnya, serta setelah mengadakan pertemuan langsung dengan perwakilan masyarakat Walak di Wamena, maka LAI memberikan respons positif terhadap kerinduan dan harapan masyarakat Walak ini dengan mencantumkannya dalam daftar proyek yang mau dikelola.
     
Secara formal, proyek penerjemahan PB Walak dimulai pada Maret 2011 lalu dalam sebuah pertemuan di Jayapura yang dihadiri anggota tim  penuh waktu, masing-masing: (1) Pdt. Markus Kilungga, S.Th (koordinator), (2) Ev. Martinus Gombo, S.PAK (penerjemah); dan (3) Ev. Derbe Wandikbo, S.Th (penerjemah).  LAI sendiri diwakili oleh Pdt. Wenas Kalangit, D.Th  yang sekaligus juga berfungsi sebagai Pembina Penerjemahan untuk proyek ini. Dalam pertemuan tersebut dibahas kembali hal-hal teknis mengenai pekerjaan penerjemahan ini yang diatur dalam dokumen Tata Kerja Proyek sebagaimana biasa dilakukan oleh LAI. Pada waktu yang sama, diserahkan juga kepada tim 1 set alat kerja berupa sebuah laptop. Penerjemah yang sekaligus juga berfungsi sebagai pengetik ini sudah juga dibekali dengan ketrampilan menggunakan alat ini dengan program Paratext, sebuah program komputer yang diterapkan dalam proyek-proyek penerjemahan sesuaid engan rekomendasi dari UBS (United Bible Societies). Selain ketiga tenaga penuh waktu di atas, sejumlah tenaga lainnya juga masuk dalam tim ini dalam fungsi khusus sebagai pembaca/peneliti. Agar dalam jalur komunikasi, tim memilih Sentani sebagai pusat kegiatannya.

Sejak diluncurkan pada Maret 2011 lalu, tim telah bekerja dengan semangat tinggi dan telah menyelesaikan draft beberapa kita Perjanjian Baru. Pertemuan pertama dengan Pembina Penerjemahan telah berlangsung pada Desember 2011 lalu dan menyelesaikan naskah untuk kitab Injil Matius. Pertemuan berlangsung di sebuah ruangan di kampus Sekolah Tinggi (STT) Walter Post, kepunyaan Gereja KINGMI. Kerja sama seperti ini akan selalu diupayakan dan dipertahankan.

Untuk tahun 2012 ini dijadwalkan 4 kali pertemuan pemeriksaan naskah antara Pembina Penerjemahan LAI dengan tim penerjemahan yang ada di lapangan dan diharapkan dapat menyelesaikan seluruh kitab Injil dan kitab Kisah Para Rasul. Tantangan dan kendala memang ada. Akan tetapi, tekad kuat anggota tim untuk memenuhi harapan dan kerinduan masyarakat penutur bahasa Walak akan ketersediaan teks Alkitab dalam bahasa Walak, diharapkan memampukan mereka mengatasi setiap masalah dan kesulitan.

  Masyarakat Suku Walak Papua
 
Masyarakat Suku Walak Papua
+Masyarakat +suku +Walak sangat merindukan +Alkitab dalam +bahasa mereka.

Hal ini telah diusahakan Tim +Penerjemah Alkitab yang sedang bekerja, baru selesai Kitab +Markus, +Yohanes, +Kisah Para Rasul dan +Matius. Diharapkan dalam satu bulan ini +Lukas akan selesai juga. Ini berarti tinggal beberap Kitab lain.

 
Banyak tantangan yang di hadapi tim tapi sampai hari ini, masih bekerja aktif. Hasil yang sudah dikerjakan, khususnya Kitab +Yohanes, Kisah Para Rasul dan Lukas, akan mengadakan pemeriksaan dengan konsultan dari +Lembaga Alkitab Indonesia. Dalam hal ini Konsultannya adalah +Dr. Wenas Kalangit.

Rencana pemeriksaan itu akan terjadi pada tanggal 20-25 Mei 2013 ini. Harap akan berjalan sesuai rencana. Mohon dukungan doa.

Senin,

Hal-hal yang perlu didoakan: Derbe ada kesulitan dengan Komputer. Karena itu tidak kerja sekarang. Kami perlu sewa kompu terdalam waktu dekat sebelum komputernya akan tiba dari LAI dalam akhir bulan ini.
Martinus dan saya sedang edit terjemahan Injil Markus. Harap dalam bulan ini selesai dan bulan depan ceking lalu print pada nopember untuk Injil Markus dan Matius.
Doakan terus dalam situasi ini.

Kamis,

Tanggal 19 Juli-1 Agustus, akan ada pemeriksaan terjemahan Alkitab Bahasa Walak. Perlu dukungan doa supaya Tuhan memberikan kekuatan dan kesehatan. Terutama hikmat dan akal budi untuk memahami Injil Tuhan secara baik.

Foto-foto yang ada adalah pemeriksaan yang pertama untuk Kitab Markus.



Senin,

UMA WENE
Dalam blog Uma Wene ini, anda akan temukan berita-berita pelayanan di Suku Walak, Provinsi Papua, Indonesia. Pelayanan yang sedang kami lakukan adalah tentang: Penerjemahan Alkitab, Pendidikan Keaksaraan, Pengembangan Masyarakat, dan Penelitian Bahasa.  Selain ini, akan ada berita-berita seputar suku Walak dan juga orang Papua pada umumnya. Dan juga kami selalu akan memperbaharui rencana kerja kami sehingga teman-teman yang mendukung pelayanan kami dapat mendokan dan memantau pergerakan kerja kami.

Walak Inane

Walak Elege Malang Jawa Timur
MTS News.Ada sebuah Maha Karya seorang Intelerekual menemukan fonologi bahasa Walak. Walak adalah salah Suku terkecil diantara suku-suku besar pengunungan Papua. Mengapa Walak sebuah suku karena dia mampu menunjukkan identitsnya sebagai sebuah suku karena memiliki karakteristik sosial kemasyarakatannya. Salah satu unsur - karakteristik budaya, yaitu bahasa dan dialeg. Dia mampu menemukan fonologinya yang ditemukan oleh Rev.Markus Kilungga, S.Th. Beliau bukan seorang sarjana linguistik, namun beliau mampu menunjukkan kemampuan teori kebahasaan terhadap para pakar bahasa lain yang tergabung dalam Summer Institute of Lenguage ( SIL).
Salah bukti adalah melalui karyanya yang berjudul
An nane il walkabuk: walak wene erlo emekwi mende inake = Bahasaku tiada taranya: buku bacaan murid dalam bahasa Walak. 2001.


Ini merupakan sebuah bukti inteletual seorang Markus Kilungga dengan talentanya mampu menunjukkan meraih penghargaan oleh para pakar bahasa orang Luar maupun dalam negeri. Beliau sementara selaku Koordinator Penerjemahan Alkitab bahasa Walak . Sambil mengkoordinir proyek penerjemahan ini dia juga sedang belajar di negeri paman Sam Amerika Serikat tepat  di San Francisco, Santa Barbara.
Jika ingin mengetahui kegiatan beliau di proyek penerjemahan Alkitab bahasa Walak kunjungi disini link LAI http://www.alkitab.or.id/index.php?option=com_content&task=view&id=246.
Demikian kegiatan seorang Markus dan teman-teman timnya. Martinus Gombo,S.Th serta Wilhelmus Kilungga, S.Th

Pejabat Kabupaten Jayapura saat Ubi Jalar Panen Perdana Suku Walak di Kabupaten Jayapura
Suku Walak di Kabupaten Jayapura

Ubi Jalar Panen Perdana Suku Walak di Kabupaten Jayapura
Sentani (Sulpa) – Pemerintah Kabupaten Jayapura melalui Badan Ketahanan Pangan Kabupaten Jayapura, Sabtu (16/11) bersama masyarakat Suku Walak kelompok tani Unit Bersama (Uber) melakukan panen Raya Ubi Jalar di lahan TNI AU, Lanud Jayapura, Distrik Sentani.

Kebun ubi jalar tersebut milik gabungan kelompok tani Uber Suku Walak asal pegunungan yang berada di Kabupaten Jayapura. Selama ini, kelompok Uber tersebut ada di bawa binaan Badan Ketahanan Pangan Kabupaten Jayapura melalui dana Pemerintah Kabupaten Jayapura tahun 2013.

Panen kali ini disaksikan langsung oleh seluruh kelompok tani Uber suku Walak, Asisten III Sekda Kabupaten Jayapura Bidang Umum Wiklif Rumayomi, Kapolres Jayapura AKBP Roycke Harry Langgie, Ketua Komisi A DPRD Frangklyn Wahey, aparat Distrik dan SKPD terkait di lingkungan Pemkab Jayapura, Wakil Ketua Penggerak PKK, Cory Robert Djoenso.

Wiklif Rumayomi menyampaikan apresiasi dan bangga terhadap suku Walak, salah satu suku yang sangat luar biasa dalam melaksanakan tugas-tugas kehidupan keluarganya. Mereka sangat antusias melaksanakan pembangunan dalam hal memberikan kesejahteraan bagi keluarganya. “Beberapa bulan lalu Pemkab Jayapura telah hadir melaksanakan tanam bersama masyarakat di tempat ini.  Dari hasil tanam ini kita sudah bisa lakukan panen bersama. Ini adalah suatu proses yang sangat baik dimana pemberdayaan itu mulai nampak di dalam kehidupan masyarakat.  Pemberdayaan yang diberikan itu pada akhirnya akan memberikan kemandirian setiap keluarga untuk mandiri dalam memberikan pelayanan kesejahteraan bagi keluarganyaa,” ujarnya.

Pemerintah mengajak masyarakat Suku Walak agar meningkatkan produksi ubi jalar supaya dapat memenuhi kebutuhan keluarganya sehari-hari. “Jadi dinas instansi terkait harus terus memberikan pembinaan kepada masyarakat  kelompok tani uber ini sehingga dapat terus berkembang,” katanya.
Ketua Kelompok Tani Uber Isak Gombo mengatakan, pihaknya meminta pemerintah untuk terus memberikan pembinaan agar bisa mengembangkan tanaman lainnya selain ubi jalar agar terus menjalankan program peningkatan produktivitas petani, yakni dengan menyalurkan bantuan dana dan bibit kepada masyarakat melalui kelompok tani uber disertai penyuluhan dan peninjauan langsung hasil kerja masyarakat di masing-masing kelompok.

Sementara itu, Kapolres Jayapura AKBP Roycke Harry Langgie menilai hasil panen menunjukkan bahwa di Kabupaten Jayapura ini punya petani yang andal. Suku Walak betul-betul melaksanakan program pemerintah dengan baik dalam meningkatkan kesejahteraan keluarganya. Kapolres mengajak mereka untuk tetap meningkatkan hasil tanamannya dan menghindari kegiatan yang menjurus kepada menentang pemerintah serta melawan hukum.

Kepala Kantor ketahanan Pangan Kabupaten Jayapura, Ir. Lenny Maturbongs mengungkapkan bahwa hasil panen ini sangat mendukung upaya instensifikasi pangan lokal di masyarakat, dan pihaknya menghimbau kepada pihak pihak terkait untuk bisa membantu pemasaran hasil dari kebun masyarakat seperti ini.
“Kami harap kedepannya ada kerja sama dari Disperindakop dalam pemasaran hasil rakyat ini, agar masyarakat bisa semakin semangat dalam menjalankan usaha pertaniannya, selain itu program ini juga merupakan salah satu upaya untuk semakin mengintensifikasi pangan lokal ke masyrakat,” jelasnya. (B/CR4/R5/lo3)

Suara Palajar Mahasiswa/i Mamberamo Tengah Papua se-Jawa dan Bali


Dengan di lantiknya Bapak Bupati Mamberamo Tengah.Kami dari Pelajar Mahasiswa/i se-Jawa dan Bali atau se Indonesia lebih khususnya lagi dari IKB-PMMTP Korkot Malang-Kediri
‘’Mengucapkan selamat atas Pemimpin Baru kami Bapak Bupati Mamberamo Tengah’’
Dan juga kami berharap kenerja Bapak Bupati Mamberamo Tengah, sesuai dengan aturan dan ketentuan yang berlaku dan selalu takut akan Tuhan yang maha kuasa.
 
Kami Pelajar dan Mahasiswa/I selama ini mengawatirkan tentang perkembangan yang ada di daerah kami menurut pengalaman-pengalaman Tahun-Tahun kemarin begitu kurang jelas adanya pemimpin di Kab.Mamteng tetapi Tuhan sudah buka jalan dengan Pemimpin baru kami Bapak ‘’ R. Ham Pagawak-Yonas Kenelak’  semoga Mamteng ke depan Bisa maju seperti Kota lain.
Manteng Bisa!!.
Dan harapan kami dengan di lantiknya kedua bapak  bisa mensejahterakan kami dalam hal kesejahteraan Pelajar Maha Siswa/I se-Indonesia .Terimakasih. GBU.

Seruan Pelajar Mahasiswa/i : PEMDA KAB.MAMTENG Kesejahteraan Tahun Angaran 2012 Pelajar Mahasiswa/i Se-Jawa Dan Bali

IKB-PMMTP News – Forum Pelajar Dan Mahasiswa Kabupaten Mamberamo Tengah, Sekertaris Dewan Pengurus Pelajar Mahasiswa Mamberamo Tengah Se-Jawa Dan Bali, B.Baelbengsath Wandikbo Menilai Pemerintah Kabupaten Mamberamo Tengah Papua  menyalurkan Dana Pendidikan APBD 2012 tidak sesuai dengan Aturan seperti Tahun-Tehun kemarin.

 
Hal ini dikemukakan Bael B Wandikbo saat mendatangi Redaksi IKB-PMMTP News, 28/09/2012 kemarin. Dijelaskan, setelah mendapatkan kepastian sidang anggaran periode 2012-1017 pelajar dan Mahasiswa sudah cukup memberikan dukungan penuh, di mana semua yang dilakukan demi memajukan pembangunan SDM di Kabupaten Mamberamo Tengah Papua bisa sesuai dengan jadwal dan Sidang yang sudah ditetapkan. “Tapi sampai sekarang kinerja Dinas Pendidikan tahun Anggaran 2011/2012 masih kurang jelas,” terang Bael B Wandikbo. Ketidakjelasan ini, katanya, disebabkan karena orang-orang yang telah dipercayakan Pemda Mamteng untuk menangani dana di bidang pendidikan tidak serius untuk menjalankan tugas dan tanggung jawab seakan-akan PEMKAB MAMBERAMO TENGAH menganggap hal sepeleh. Sedangkan Kebutuhan kesejatrahan Pelajar dan Mahasiswa Sejawa Dan Bali banyak yang belum terpenuhi, dan mahasiswapun Sangat dibutuhkan dalam biaya perkuliahan dan banyak keluhan-keluhan mahasiswa asal kabupaten tersebut banyak yang belum belum terealisasi.

Dalam Forum Tersebut,  Mahasiswa mengemukakan bahwa kinerja dan realisasi dana pendidikan tahun 2011 yang dipercayakan PEMDA MAMTENG kenerjanya dan realisasinya sangat jelas dan memuaskan ketimbang tahun 2012 ini sampai brakhirnya pembagian dana dan sangat kurang dari Tahun kemarin, seharusnya Mahasiswa/i layak mendapatkan dana Kesejahteraan tidak memenuhi syarat dan belum dapat demikian dengan dana pemondokan.sehingga kami dari IKATAN KELUARGA BESAR PELAJAR DAN MAHASISWA MAMBERAMO TENGAH PAPUA mengambil sikap dalam forum tersebut bahwa :

    1.Pemerintah Kab.Mamberamo Tengah Segera Pertimbangkan Untuk Hak-Hak Mahasiswa
    2.Mahasiswa Menegaskan PEMDA MAMTENG harus turun langsung ke setiap kota study
    3.Mahasiswa menegaskan sebelum memasuki bulan mei  2013_seterusnya  PEMDA MAMTENG harus  secepatnya  mengambil tindakan dan memfungsikan tugas dan tanggung jawab yang telah dipercayakan dalam sidang APBD Tahun Ke depan.
    4.Pemerintah Kabupaten Mamberamo Tengah harus berjiwa profesional karena Mahasiswa Se-jawa dan  Bali adalah  kader dan kaderisasi ke depan kabupaten mamberamo tengah, maka pemerintah harus berfikir positif demi SDM mamberamo Tengah Kedepan.
    5.Kalau Dana Pendidikan APBD Tahun Ke depan  2013-seterusnya  tidak  terealisasi dengan nyata maka Mahasiswa  Mamberamo  Tengah Sejawa Dan Bali akan menindaklajuti menuntut hak-hak mahasiswa dan menggerakan langkah- langkah lain  demi memperjuangkan hak-hak mahasiswa, dan mahasiswa berharap pemda mamberamo tengah   jangan kaget dan  tidak boleh mempersalahkan mahasiswa jika ada kerusuhan atau ada gerakan-gerakan yang tidak  menyenangkan hati  pemerintah daerah kabupaten mamberamo tenhag papua, karena mahasiswa akan bergerak atas dan bertindak  berdasarkan ” Visi dan Misi” Kabupaten Mamberamo Tengagh.

IKB-PMMTP MALANG-KEDIRI





IKB-PMMTP MALANG-KEDIRI  
Profil Organization
Ikatan Keluarga Besar Pelajar Mahasiswa/I Mamberamo Tengah Papua (IKB-PMMPT) Koordinator Kota Malang-Kediri Adalah Perkumpulan Mahasiswa Mamberamo Tengah Papua yang berdomisili di Jawa khususnya di Study Kota Malang-Kediri.
Organisasi Ini Berada di Bawah Naungan Organisasi :
1. IKB-PMPJ) IKatan Keluarga Besar Mahasiswa/I Pengunungan Jayawijaya. Se-Jawa Dan Bali
2. IKB-PMMTP) Ikatan Keluarga Besar Pelajar Mahasiswa/I Mamberamo Tengah Papua Se-Jawa Dan Bali.
3.(HMP) Himpinanan Mahasiswa/I Papua Koordinator Kota Malang
4 (IKB-PMPJ) IKatan Keluarga Besar Mahasiswa/I Pengunungan Jayawijaya.Koordinator Kota Malang.

Definisi, Peran dan Fungsi Mahasiswa


1. Definisi Mahasiswa
Mahasiswa adalah orang yang belajar di perguruan tinggi, baik di universitas, institut atau akademi. Mereka yang terdaftar sebagai murid di perguruan tinggi dapat disebut sebagai mahasiswa. Tetapi pada dasarnya makna mahasiswa tidak sesempit itu. Terdaftar sebagai mahasiswa di sebuah Perguruan Tinggi hanyalah syarat administratif menjadi mahasiswa, tetapi menjadi mahasiswa mengandung pengertian yang lebih luas dari sekedar masalah administratif itu sendiri.
Menyandang gelar mahasiswa merupakan suatu kebanggaan sekaligus tantangan. Betapa tidak, ekspektasi dan tanggung jawab yang diemban oleh mahasiswa begitu besar. Pengertian mahasiswa tidak bisa diartikan kata per kata, Mahasiswa adalah Seorang agen pembawa perubahan. Menjadi seorang yang dapat memberikan solusi bagi permasalahan yang dihadapi oleh suatu masyarakat bangsa di berbagai belahan dunia.
2. Peran dan Fungsi Mahasiswa
Sebagai mahasiswa berbagai macam lebel pun disandang, ada beberapa macam label yang melekat pada diri mahasiswa, misalnya:
1.      Direct Of Change, mahasiswa bisa melakukan perubahan langsung karena SDMnya yg banyak
2.   Agent Of Change, mahasiswa agent perbahan,maksudnya sdm2 untuk melakukan perubahan
3.      Iron Stock, sumber daya manusia dari mahasiswa itu ga akan pernah habis.
4.      Moral Force, mahasiswa itu kumpulan orang yg memiliki moral yg baik.
5.      Social Control, mahasiswa itu pengontrol kehidupan sosial,cntoh mengontrol kehidupan sosial yg dilakukan masyarakat.
Namun secara garis besar, setidaknya ada 3 peran dan fungsi yang sangat penting bagi mahasiwa, yaitu :
Pertama, peranan moral, dunia kampus merupakan dunia di mana setiap mahasiswa dengan bebas memilih kehidupan yang mereka mau. Disinilah dituntut suatu tanggung jawab moral terhadap diri masing-masing sebagai indidu untuk dapat menjalankan kehidupan yang bertanggung jawab dan sesuai dengan moral yang hidup dalam masyarakat.
Kedua, adalah peranan sosial. Selain tanggung jawab individu, mahasiswa juga memiliki peranan sosial, yaitu bahwa keberadaan dan segala perbuatannya tidak hanya bermanfaat untuk dirinya sendiri tetapi juga harus membawa manfaat bagi lingkungan sekitarnya.
Ketiga, adalah peranan intelektual. Mahasiswa sebagai orang yang disebut-sebut sebagai insan intelek haruslah dapat mewujudkan status tersebut dalam ranah kehidupan nyata. Dalam arti menyadari betul bahwa fungsi dasar mahasiswa adalah bergelut dengan ilmu pengetahuan dan memberikan perubahan yang lebih baik dengan intelektualitas yang ia miliki selama menjalani pendidikan

Mahasiswa/i Mamberamo Tengah se-Jawa dan Bali menyingung Mengenai Kinerja Pemerintah kabupaten Mamberamo Tengah papua


Mahasiswa/i Mamberamo Tengah se-Jawa dan Bali menyingung Mengenai Kinerja Pemerintah Babupaten Mamberamo Tengah Papua.yang di sampaikan oleh wakil ketua Ikatan Keluarga Besar Pelajar Mahasiswa/I Mamberamo Tengah Se-Jawa dan Bali Bael B.Wandikbo melalui telpon seluler pada hari Selasa 04-06-2013 pukul 10.19 WIB kepada IKB-PMMTP NEWS Bahwa pemerintah Kab.Mamberamo Tengah.apa yang mereka lakukan di daerah,nadanya seolah bertanya setiap kami menghubungi untuk menyanyakan mengenai kesejahteraan Mahasiswa selalu di matikan Hanpon dan tidak pernah mau mengangkat telpon gengamnya padahal kami putra daerah Mamberamo Tengah sangat mengharapakan bantuan yang di programkan oleh pemerintah Papua dengan adanya Otonomi   khusus sangat berlipat ganda jumlahnya tetapi masih saja kinerja PEMDA MAMTENG sangat membingungkan. Kami Punya hak untuk mengkirik Pemerintah Daerah Mamteng karena kami berbicara menurut hukum dan aturan tidak sembarang berbicara.
Untuk lebih jelasnya
Dalam Pasal 18 Ayat (2) Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia
Tahun 1945, menyebutkan bahwa Pemerintahan daerah provinsi, daerah
kabupaten, dan kota mengatur dan mengurus sendiri urusan pemerintahan
menurut asas otonomi dan tugas pembantuan. Penyelenggaraan pemerintah daerah
dipimpin oleh kepala daerah dan dibantu oleh satu orang wakil kepala daerah.
Dalam melaksananakan tugas dan wewenang sesuai Pasal 25,dan Pasal 26.
Tetapi Dimana fungsi Pemerintah Daerah,tidakah mereka harus melayani dengan nada yang bertanya Oleh Bael B,Wandkbo.Kami Sangat menyesal dangan Pemerintah Kab,Mamteng Imbuhnya.