Selamat datang di situs online Ikatan Keluarga Besar Pelajar Dan Mahasiswa Mamberamo Tengah Papua (IKB-PMMTP) Se-Jawa Dan Bali. Ini adalah layanan cacatan harian kami. Silahkan tingalkan pesan, kritik, saran, dan komentar dari anda yang sangat kami harapkan. Wa..Wa..Wa.." Nabua Kabua Yabu Eruok "
  • Slide one

    Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Suspendisse id lobortis massa. Nunc viverra velit leo, sit amet elementum mi. Fusce posuere nunc a mi tempus malesuada. Curabitur facilisis rhoncus eros eget placerat. Aliquam semper mauris sit amet justo tempor nec lacinia magna molestie. Etiam placerat congue dolor vitae adipiscing. Aliquam ac erat lorem, ut iaculis justo. Etiam mattis dignissim gravida. Aliquam nec justo ante, non semper mi. Nulla consectetur interdum massa, vel porta enim vulputate sed. Maecenas elit quam, egestas eget placerat non, fringilla vel eros. Nam vehicula elementum nulla sed consequat. Phasellus eu erat enim. Praesent at magna non massa dapibus scelerisque in eu lorem.

  • Slide two

    Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Suspendisse id lobortis massa. Nunc viverra velit leo, sit amet elementum mi. Fusce posuere nunc a mi tempus malesuada. Curabitur facilisis rhoncus eros eget placerat. Aliquam semper mauris sit amet justo tempor nec lacinia magna molestie. Etiam placerat congue dolor vitae adipiscing. Aliquam ac erat lorem, ut iaculis justo. Etiam mattis dignissim gravida. Aliquam nec justo ante, non semper mi. Nulla consectetur interdum massa, vel porta enim vulputate sed. Maecenas elit quam, egestas eget placerat non, fringilla vel eros. Nam vehicula elementum nulla sed consequat. Phasellus eu erat enim. Praesent at magna non massa dapibus scelerisque in eu lorem.

  • Slide three

    Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Suspendisse id lobortis massa. Nunc viverra velit leo, sit amet elementum mi. Fusce posuere nunc a mi tempus malesuada. Curabitur facilisis rhoncus eros eget placerat. Aliquam semper mauris sit amet justo tempor nec lacinia magna molestie. Etiam placerat congue dolor vitae adipiscing. Aliquam ac erat lorem, ut iaculis justo. Etiam mattis dignissim gravida. Aliquam nec justo ante, non semper mi. Nulla consectetur interdum massa, vel porta enim vulputate sed. Maecenas elit quam, egestas eget placerat non, fringilla vel eros. Nam vehicula elementum nulla sed consequat. Phasellus eu erat enim. Praesent at magna non massa dapibus scelerisque in eu lorem.

  • Slide four

    Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Suspendisse id lobortis massa. Nunc viverra velit leo, sit amet elementum mi. Fusce posuere nunc a mi tempus malesuada. Curabitur facilisis rhoncus eros eget placerat. Aliquam semper mauris sit amet justo tempor nec lacinia magna molestie. Etiam placerat congue dolor vitae adipiscing. Aliquam ac erat lorem, ut iaculis justo. Etiam mattis dignissim gravida. Aliquam nec justo ante, non semper mi. Nulla consectetur interdum massa, vel porta enim vulputate sed. Maecenas elit quam, egestas eget placerat non, fringilla vel eros. Nam vehicula elementum nulla sed consequat. Phasellus eu erat enim. Praesent at magna non massa dapibus scelerisque in eu lorem.

  • Slide five

    Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Suspendisse id lobortis massa. Nunc viverra velit leo, sit amet elementum mi. Fusce posuere nunc a mi tempus malesuada. Curabitur facilisis rhoncus eros eget placerat. Aliquam semper mauris sit amet justo tempor nec lacinia magna molestie. Etiam placerat congue dolor vitae adipiscing. Aliquam ac erat lorem, ut iaculis justo. Etiam mattis dignissim gravida. Aliquam nec justo ante, non semper mi. Nulla consectetur interdum massa, vel porta enim vulputate sed. Maecenas elit quam, egestas eget placerat non, fringilla vel eros. Nam vehicula elementum nulla sed consequat. Phasellus eu erat enim. Praesent at magna non massa dapibus scelerisque in eu lorem.

Popular Posts

Followers

Diberdayakan oleh Blogger.
Papan Pengumuman

Kontak Admin

ikbpmmtp.sejawabali@gmail.com 081231667247

JAYAPURA [PAPOS]- Masyarakat yang ada di Mamberamo Tengah [Mamteng] menginginkan pelayanan dari pemerintah kabupaten setempat, namun sejumlah persoalan yang terjadi di kabupaten tersebut, membuat masyarakat harus bersabar hingga didapat solusi dari permasalahan itu. 

Demikian disampaikan Ketua DPRD Kabupaten Mamberamo Tengah, Itaman Thago, S.Sos kepada wartawan usai pertemuan dengan Anggota Komisi III Bidang Hukum DPR RI, Paskalis Kossay di hotel Aston Jayapura, Rabu [25/4] kemarin. ‘’Sejumlah persoalan dimaksud yakni pembangunan yang belum berjalan dengan maksimal, dan pelaksanaan pemilukada yang tertunda serta masalah penegakan hukum,’’ kata Itaman.

Itaman mengungkapkan, selama ini masyarakat yang ada di Mamberamo Tengah menginginkan terlaksananya pemilukada, agar pembangunan di kabupaten tersebut bisa berjalan dengan baik, terutama infrastruktur.
‘’Kami melihat hukum di Mamberamo Tengah tidak ditegakkan, selalu lemah, bahkan sejumlah LSM diteror dan dianiaya, namun kasusnya tak diteruskan, dalam hitungan kami, sudah 32 poin kasus yang terjadi di Mamberamo Tengah,’’ ujar Itaman.

Ia menambahkan, jika orang yang melakukan pelanggaran hukum lalu ditangkap dan diadili atau diberi hukuman, pasti si pelanggar hukum akan merasa takut untuk berbuat hal yang sama, tapi karena dibiarkan, maka kasusnya berlarut-larut. Berdasarkan hal ini pula, sebagai wakil rakyat, kata Itaman, pihaknya bertemu Paskalis Kosay untuk menyampaikan keluhan masyarakat ke pusat.

Menjadi Catatan
Sementara itu, Paskalis Kosay yang mendampingi Itaman Thago membenarkan hal yang terjadi di Mamberamo Tengah, karena sudah turun langsung melihat kondisi di sana.’’Aspirasi yang disampaikan oleh dewan akan saya teruskan ke pusat, sebab kabupaten tersebut belum berfungsi dengan baik karena adanya sejumlah persoalan yang belum terselesaikan,’’ujar Paskalis.

Oleh karena itu, kata mantan wakil ketua DPRP ini, hal ini menjadi catatan baginya untuk disampaikan pada saat dengar pendapat di DPR RI, selain itu kata dia, dalam waktu dekat akan bertemu dengan Kapolda Papua dan Gubernur Papua, agar serius melihat persoalan Mamberamo Tengah.
‘’Terutama melihat keberadaan penjabat Bupati Mamberamo Tengah, penjabat Bupati harus segera memfasilitasi pelaksanaan pemilukada yang seharusnya sudah terlaksana pada 17 Maret lalu, apalagi KPUD sudah di PAW, “ kata Paskalis.

Politisi ulung Golkar ini mengatakan, masyarakat di Mamberamo Tengah menjadi bingung dengan situasi yang terjadi, sebab pemilukada yang tertunda apakah karena menunggu KPUD yang baru atau yang di PAW ini yang harus melaksanakan tahapan pemilukada.
Menurut Paskalis, peran pemerintah provinsi dan peran pejabat di sana sangat dibutuhkan, hal ini tidak boleh dibiarkan berlarut-larut, masyarakat di Mamberamo Tengah meminta agar pelaksanaan pemilukada tak boleh lewat hingga bulan Mei mendatang.

‘’Ini sudah kewajiban, Pemprov mendorong penjabat Bupati untuk segera memperhatikannya agar Bupati defenitif jika sudah terpilih nanti bisa segera melaksanakan pembangunan dengan baik,’’tandasnya.

Hal lain yang ia lihat adalah infrastruktur, perlu segera dibuka agar akses pengiriman barang dan jasa bisa masuk, terutama jalan darat Wamena-Kobakma serta Bandar udara.’’Bandara ini perlu ditingkatkan menjadi bandara regular, agar pesawat umum bisa masuk, sehingga tidak bergantung pada pesawat carteran yang membutuhkan biaya tinggi yang mendorong harga barang dan jasa mahal di sana, “ ujar Paskalis.

Paskalis mengungkapkan, pihaknya akan mengawal terus persoalan yang terjadi Mamberamo Tengah hingga menemukan solusi, agar masyarakat di kabupaten tersebut tidak bingung lagi dan tetap merasa nyaman.[ari]

DPRD Palang Kantor Bupati Mamteng

JAYAPURA [PAPOS] – Persoalan pemerintahan di kabupaten pemekaran Mamberamo Tengah nampaknya tidak pernah berhenti. Meskipun penjabat Bupati Mamteng sudaj diganti, persoalan seakan tak berujung. Seperti yang terjadi Rabu [5/10] kemarin, kantor bupati dipalang oleh DPRD Mamberamo Tengah [Mamteng].  Mereka menuntut, penjabat bupati tidak menambah kelembagaan di pemerintahan tetapi lebih focus pada Pemilukada.

Ketua DPRD Mamberamo Tengah, Itaman Tago kepada Papua Pos lewat telepon selularnya, Rabu [5/10] mengatakan, rencana penjabat Bupati Mamberamo Tengah, Drs. Ayub Kayame menambah kelembagaan tidak bisa diterima oleh DPRD, kendati sudah dikonsultasikan dengan pihak pemerintah provinsi maupun pemerintah pusat. Pasalnya, DPRD sebagai lembaga legislative tidak dilibatkan dalam pengambilan keputusan atau tanpa sepengetahuan pihak DPRD.
“Kelembagaan di Pemerintah Mamberamo Tengah baru 2 bulan lewat diganti oleh penjabat Bupati sebelumnya. Secara kemanusiaan tidak baik dan kurang menyenangkan hati jika harus mengganti dan menambahg struktur kelembagaan lagi,” kata Itaman.
Menurutnya, perombakan maupun penambahan kelembagaan tidak penting. Karena itu, jika dipaksakan oleh penjabat bupati maka pihak DPRD perlu diberi kepastian di mana penjabat bupati pun, melaksanakan tugas di Kobakma Ibu Kota Mamberamo Tengah hanya 3 hari saja. Selanjutnya penjabat berada di Jayapura sementara staf berada di Kobakma.
Ia menilai, keberadaan penjabat di Jayapura dan membiarkan staf di Kobakma, sama halnya dengan anak ayam yang kehilangan induknya. Karena itu, masyarakat demontrasi agar dikembalikan ke provinsi saja, karena dianggap membuka lahan konflik di Kobakma. “Jika masih mau lanjut menjalankan tugas sebagai penjabat bupati, kami mohon hentikan penambahan kelembagaan,” pintanya tegas.
Pemalangan yang dilakukan lembaga DPRD itu, kata Itaman kemudian, akan terus berlanjut hingga 2 minggu jika tidak direspon baik oleh penjabat bupati. Ia menambahkan, pemalangan yang dilakukan pihak DPRD bukan tidak tanpa alasan yang kuat. Soalnya, penambahan kelembagaan mestinya harus disertai dengan dukungan anggaran.
Sementara sebagai kabupaten yang baru dimekarkan, seharusnya penjabat bupati mempertimbangkan perimbangan belanja public maupun belanja aparatur. Untuk sebuah wilayah baru, mestinya belanja public lebih besar dari pada biaya aparatur, bukan lebih berat anggaran daerah dihabiskan untuk belanja aparatur.
”Kami merasa bahwa ini belum penting dilakukan. Sebaiknya memperhatikan dan memprioritaskan infrastruktur dan bidang-bidang lain karena tahun anggaran ini sudah hampir selesai,” katanya.
Lanjutnya, hal-hal yang dikemukakan tersebut sudah disampaikan secara tertulis tetapi tidak ditanggapi sehingga langkah pemalangan diambil agar menjadi perhatian tidak hanya penjabat bupati tetapi juga Pemerintah Provinsi Papua dan pemerintah pusat.
Hal lain yang juga mendesak, kata Itaman adalah Pemilukada. Kata dia, masyarakat Mamberamo Tengah telah membuat aspirasi dan sudah diantar ke KPU Provinsi Papua tetapi belum juga diakomodir. Permintaan masyarakat itu adalah KPU segera melantik PAW KPUD Mamberamo Tengah dalam waktu dekat, sehingga bisa menjalankan tahapan Pemilukada di wilayah tersebut.
Akomodir Semua Pejabat
Ditempat terpisah, Penjabat Bupati Mamberamo Tengah, Drs. Ayub Kayame, ketika dihubungi Papua Pos untuk meminta tanggapan terkait pemalangan kantor bupati oleh DPRD, mengemukakan, karena ada dualisme kepemimpinan di wilayah itu, ia harus mengambil keputusan yang bisa merangkul semua pihak.
Dengan demikian, kata dia, sesuai dengan arahan dan koordinasi dengan gubernur maupun Depdagri, ia ingin mempersatukan semua kepala SKPD yang ada. Caranya, semua SKPD baik SKPD pada masa kepemimpinan penjabat bupati yang pertama maupun pada masa kepemimpinan penjabat bupati yang kedua, tetap dipakai dengan melakukan perombakan cabinet dan menambah kelembagaan.
“Saya harus merangkul semua, dan mengakomodir semua sehingga tidak ada pejabat yang tidak terpakai, jadi bukan bermaksud mengorbankan rakyat atau mengorbankan siapa-siapa,” terang Kayame.
Ia juga mengatakan, karena pihaknya sudah meminta agar semua staf atau pegawai harus berkantor di Kobakma, maka ia juga meminta kepada pimpinan DPRD agar bicara dengan semua anggota DPRD untuk masuk kantor sehingga bisa duduk bersama untuk berbicara dengan pihak eksekutif demi kemajuan Mamberamo Tengah. ‘’Saya berharap, semua bisa duduk dan berbicara di Kobakma, tidak bicara di luar. Dengan duduk bersama semua komponen, bisa mengambil solusi terbaik untuk Mamberamo Tengah,’’ katanya. [ida]
_________________________________
Sumber: Papuapos

Pusat Aktivitas Pemkab Mamteng di Kobakma

WAMENA [PAPOS] – Penjabat Bupati Mambramo Tengah, David Pagawak, S.Sos menegaskan bahwa semua aktifitas pemerintah kabupaten Mambramo Tengah [Mamteng] dipusatkan di Kobakma ibu kota Mamteng, bukan di Wamena dan di Jayapura. Oleh karena itu, bagi masyarakat yang ingin bertemu dengan Bupati maupun SKPD yang berkaitan dengan pelayanan pemerintah, tempatnya di Kobakma.
Penegasan itu disampaikan Penjabat Bupati Mambramo Tengah, David Pagawak, S.Sos ketika dikonfirmasikan Papua Pos, Minggu [28/2] malam terkait adanya kritikan dari FKIPM mempertanyakan keberadaan kantor Pemkab Mamteng.’’Jadi masyarakat tidak perlu bingung mau menemui saya dan semua SKPD kabupaten Mamteng ada di Kobakma. Sebagai abdi Negara dan pelayan, saya siap melayani masyarakat dengan setulus hati,’’ katanya.
Sedangkan menyangkut perpanjangan SK penjabat Bupati. Itu menurut Bupati sudah sesuai aturan. SK terbit tanggal 19 Februari 2010. Hal ini sesuai usulan dari Gubernur Papua. SK ini adalah tahap ke 2, setelah tahap pertama berakhir tanggal 22 Desember 2009 lalu. Dimana sempat terjadi kepavakuman kepemimpinan di Kabupaten Mamteng sehingga tugas-tugas pemerintahan tidak berjalan lancar. Namun setelah SK tahap ke 2 turun, maka semua tugas-tugas Negara akan kembali berjalan baik.
Seperti halnya pengumuman CPNSD kabupaten Mamteng belum diumumkan. Ini akibat terjadi kevakuman, tetapi setelah SK penjabat Bupati keluar atas nama dirinya, maka CPNSD akan segera diumumkan.
Ia juga menyatakan bahwa dirinya tidak menutup diri untuk diaudit, jika itu dilakukan Bawasda dan BPKP.’’Saya mendukung sepenuhnya dilakukan audit, itu saya pikir wajar-wajar saja sehingga rakyat tahu apa yang kita sudah kerjakan selama ini di kabupaten Mambramo Tengah,’’ katanya.
Namun demikian Penjabat Bupati meminta dukungan dari semua stake holder yang ada di kabupaten Mambramo Tengah untuk memberi dukungan penuh dalam membangun masyarakat Mamteng menuju masyarakat yang lebih sejahtera. Ia menyadari bahwa membangun Mamteng tidak seperti membalikkan telapak tangan. Apalagi Mamteng baru satu tahun. Untuk membangun Mamteng harus dibuat perencanaan yang baik karena Kobakma 90 persen adalah hutan lindung.
Membangun Mamteng lanjutnya tidak bisa dilakukan dalam sekejap saja atau bim salah bim langsung jadi semua. Membangun sarana dan prasarana Mamteng harus dilakukan secara bertahap. ‘’Siapapun dia dengan tofograpi Mamteng tidak akan mampu berbuat seperti apa yang saya buat seperti sekarang ini, meskipun memang belum begitu nampak, tetapi hasil pembangunan kini sudah mulai dirasakan masyarakat, seperti akses pembangunan jalan dan pembangunan sarana ibadah. Jadi kalau ada yang mengkritik, itu hanya ulah segelintir orang yang tidak senang melihat perkembangan pembangunan di Mamteng,’’ katanya.
‘’Kalau saya bukan alergi dikritik, saya senang dikritik asalkan kritikan itu sifatnya membangun, bukan menjelek-jelekkan yang tujuannya untuk kepentingan sesaat. Sebagai kaum intelektual, mari kita bersatu membangun Mamteng,’’ pintanya. [bela/fredy]
___________________________
Sumber: Papuapos.com

Pesawat Premi Air Tergelincir di Mamberamo Tengah Papua


VIVAnews – Pesawat Premi Air PK-RJS jenis Grand Caravan, tergelincir saat mendarat di lapangan terbang Kabakma, Kabupaten Mamberamo Tengah, Papua, Jumat 9 Juli sekitar pukul 07.35 WIT.
Akibatnya, baling-baling pesawat yang dipiloti  Joel, warga Pilipina itu bengkok, dan hingga ini masih berada di lokasi. Tidak ada korban dalam insiden kecelakaan itu.

Juru Bicara Polda Papua Kombes Wachyono saat dikonfirmasi mengatakan, pesawat tergelincir karena landasan lapangan terbang licin akibat hujan deras sehari sebelumnya.
“Saat mendarat, roda pesawat tidak bisa direm akibat landasan licin,’’tukasnya.
Sementara itu ajudan Bupati Mamberamo Tengah, Wellem Yobi yang dihubungi via selulernya menjelaskan, pesawat itu terbang dari Wamena mengangkut 5 penumpang.
Lantas, saat mendarat, karena kabut dan landasan licin, tergelicir hingga keluar landasan. “Landasan licin, serta kabut membuat pesawat kehilangan kendali dan keluar runway, tapi tidak sempat menabrak pagar pembatas,’’ ungkapnya. Beberapa jam sebelum tergelincir, pesawat carteran itu sebenarnya mendarat mulus di lapangan terbang Kobakma. Saat itu  pesawat terbang dari Jayapura.
Selanjutnya dari Kobakma pesawat terbang ke Wamena untuk menjemput 5 penumpang. Dan ketika kembali mendarat di Kobakma, terjadilah musibah. “Ketika datang dari Jayapura, pesawat mendarat mulus, tapi saat datang dari Wamena barulah terjadi kecelakaan,’’tukasnya.

Menurut Wellem Yobi, jika tidak terjadi insiden, pesawat itu sedianya akan kembali ke Jayapura menjemput Gubernur Papua Barnabas Suebu untuk kembali diterbangkan ke Kobakma.
“Kalau tidak tergelincir, sesuai jadwal, pesawat akan menjemput Gubernur di Jayapura,’’ jelasnya.
Saat ini, katanya, pesawat sudah berhasil di dorong ke landasan parkir, dan baling-balingnya yang bengkok sedang dalam perbaikan.
___________________________
Laporan: Banjir Ambarita| Papua
Sumber: http://vivanews.com

Tambah Kelembagaan di Mamteng, Diharap Mampu Bangun Ekonomi

JAYAPURA [PAPOS] – Forum Masyarakat Peduli Pembangunan Mamberamo Tengah berharap kepada Penjabat Bupati Mamberamo Tengah, Drs. Ayub Kayame, MA agar dengan diangkatnya kepala SPKD yang baru dan menambah kelembagaan, mampu juga membangun struktur perekonomian di Kabupaten Mamberamo Tengah.
Anggota Forum Masyarakat Peduli Pembangunan Kabupaten Memberamo Tengah, Yarnus R. Wea, SE Kamis (13/10), saat bertandang ke Redaksi Papua Pos mengatakan, sebagai bentuk kepedulian akan pembangunan di Mamberamo Tengah, masyarakat melakukan aksi menutup dan memalang kantor bupati. Tetapi aksi masyarakat itu terhenti setelah Bupati Mamberamo tengah memberikan solusi akan melakukan penambahan kelembagaan.
“Kami menggangap yang terjadi di Kabupaten Mamberamo Tengah ada 3 persoalan. Antara lain dana, peralatan dan pegawai-pegawainya yang belum lengkap,” kata Yarnus. Kata dia, solusi dari penjabat bupati yang akan menambah kelembagaan kantor kurang efektif, lantaran pegawai-pegawai yang lama kerjanya masih kurang dari harapan. Itulah yang menjadi kendala pada Kabupaten Mamberamo Tengah belum maksimal dalam pembangunan.
Lebih jauh dikatakan Yarnus, ia menginginkan agar DPRD Mamberamo Tengah mengambil langkah mengatasi persoalan ini. Ia menilai penjabat bupati bekerja sendiri tanpa adanya sidang dari DPRD Mamberamo Tengah untuk mengambil keputusan dalam pemerintah Kabupaten Mamberamo Tengah. Kata dia, hal itu menjadi kewenangan DPRD, bukan bupati bila ingin menambah struktur dan lembaga yang baru.
Yang lebih anehnya lagi, kata dia, DPRD Mamberamo Tengah juga kebanyakan menghabiskan kegiatan-kegiatan di luar daerah seperti Jayapura, ketimbang mengurus daerah sendiri. Padahal banyak pekerjaan yang perlu diselesaikan segera. “Sebagai bentuk permintaan kami dari Masyarakat Kabupaten Mamberamo Tengah supaya anggota DPRD segera selesaikan permasalahan daerah, jangan terlalu berfoya-foya menggunakan uang rakyat untuk kepentingan pribadi,” ungkapnya. [tom]
__________________________________
Sumber: Papua Pos

SKPD Mamteng Dihimbau Aktif Berkantor di Kobakma


KOBAKMA [PAPOS] – Tidak aktifnya seluruh satuan kerja perangkat daerah (SKPD) di kantor* masing-masing, menjadi perhatian serius Penjabat Bupati Mamberamo Tengah (Mamteng), Drs. Ayub Kayame, MA. Dengan tegas, ia minta agar seluruh SKPD harus berada di Kobakma pada kesempatan pertama sehingga bisa menjalankan tugas sebagaimana mestinya.

Kepada Papua Pos, per telepon dari Kobakma, Selasa (31/1) malam, Kayame mengemukakan, pelantikan dan penambahan SKPD sudah dilakukan pihaknya di akhir tahun 2011. Dengan harapan, bisa mengakomodir semua pejabat menduduki posisi strategis dan menjalankan tugasnya dengan baik. Sayangnya, kebijakan yang diambilnya tidak dibarengi dengan kinerja yang ditunjukkan oleh SKPD yang telah dilantiknya itu, termasuk para staf.
Tidak maksimalnya kinerja aparatur di wilayah pemerintahannya itu, tentu saja membuat roda pemerintahan tidak berjalan normal. Karena itu, ia meminta agar semua pegawai yang berada di Wamena, Jayapura dan sekitarnya segera kembali ke Kobakma dan beraktifitas mulai hari ini (1/2). “Paling lambat di bawah tanggal 5 Februari, aktifitas pemerintahan sudah berjalan baik karena semua staf telah berada di Kobakma,” harapnya.
Ia menjelaskan lebih jauh, pada hari Kamis (2/2)) besok, pihaknya akan mengadakan rapat koordinasi dengan seluruh pimpinan SKPD yang ada di Kabupaten Mamteng. Esoknya, Jumat (3/2), pihaknya akan mengadakan rapat dengan Panwas Kabupaten Mamteng dan KPU Mamteng, untuk membahas tahapan selanjutnya terkait jadwal Pemilukada di wilayah itu.

“Saya meminta semua pimpinan SKPD, Panwas, KPU, agar merapatkan barisan demi menuju Mamberamo Tengah yang defenitif,” pinta Kayame. Ia juga meminta agar anggota KPU dan Panwas yang bila berada di luar Kobakma agar segera kembali ke Kobakma karena secretariat KPU dan Panwas telah ada di Kobakma. Mengingat waktu yang sudah tidak lama lagi, dihelat Pemilukada yakni bulan Maret mendatang, ia berharap agar KPU dan Panwas bisa maksimal menjalankan tugas mengawal proses demokrasi Pemilukada perdana di wilayah itu. [ida]
______________________________________
Sumber: Papua Pos
Edisis: 01 February 2012

Tak Puas Putusan Hakim, Warga Mamteng Obrak-abrik Pengadilan Jayapura


[JAYAPURA] Puluhan warga asal kabupaten Mamberamo Tengah, Papua, mengobra-abrik Pengadilan Negeri (PN) Klas IA Jayapura di Abepura, Selasa (20/3) siang. Tak ada aparat kepolisian dalam aksi yang berlangsung singkat tersebut.
Mereka melampiaskan amarah dengan merusak ruangan hakim dan memecahkan kaca gedung pengadilan, akibat ketidakpuasan atas vonis bebas hakim dalam pemalsuan tanda tangan bekas Kepala Bagian Kepegawaian Mamberamo Tengah, dengan terdakwa Ham Pagawak.
Kericuhan  massa  karena keinginan mereka bertemu Majelis Hakim untuk meminta penjelasan terkait vonis yang dijatuhkan, namun tidak ditemui. Walau telat datang aparat keamanan segera mengamankan situasi.
Peluang terjadinya kericuhan antara massa sangat besar, karena diluar halaman pengadilan tampak menunggu seratusan massa pendukung Ham Pagawak.
Mereka mengancam akan menyerang massa yang demo apabila melakukan tindakan anarkis.Pihak kepolisian yang dipimpin langsung Kapolresta Jayapura, AKBP Alfred Papare tampak masih melakukan negosiasi dengan kedua pihak.
Sebelumnya, majelis hakim yang diketuai Jack Oktavianus  memvonis bebas  Ham Pagawak, karena tidak terbukti melakukan pemalsuan surat kenaikan pangkat pejabat eselon IV di kabupaten Mamberamo Tengah sebagaimana pasal 263 KUHP.
Sedangkan Ham Pagawak sendiri adalah Kepala Bagian Kepegawaian Mamberamo Tengah dan kini sedang mencalonkan diri sebagai bupati di kabupaten tersebut. Sampai berita ini diturunkan massa masih berkumpul di Pengadilan Negeri Klas IA Jayapura. [154]
_____________________________
Sumber:  Suara Pembaruan
Edisi : Selasa, 20 Maret 2012

Masyarakat Mamteng Minta Gubernur Turun di Kobakma

Logo Pemkab Mamteng
Logo Pemkab Mamteng
WAMENA – Masyarakat Kabupaten Mamberamo Tengah (Mamteng) dari lima distrik yaitu  Distrik Kelila, Eragayam,  Kobakma, Ilugwa  dan Magambilis  mengharapkan Gubernur Provinsi Papua segera turun ke Ibukota Kabupaten Mamberamo Tengah yaitu di Kobakma. Pasalnya, selama ini masyarakat menilai ada sekelompok orang yang ingin mengacaukan roda pemerintahan yang saat ini dipimpin Penjabat Bupati J.K.H.Roembiak,SH.M.Hum.
Masyarakat Mamteng mengharapkan Pemerintah Provinsi Turun di Kobakma untuk melihat aktifitas pemerintahan dan melihat perkembangan pembangunan serta menjaring aspirasi masyarakat yang sebenarnya dari masyarakat Asli Kabupaten Mamberamo Tengah.

Karena selama ini, ada sekelompok Orang yang mengatasnamakan Masyarakat Mamberamo Tengah untuk menjatuhkan Penjabat sekarang, dan selalu menghalangi kinerja, Bupati maka Sekelompok orang yang saat ini berjalan untuk mengganggu roda pemerintahan adalah bukan Masyarakat Kabupaten Mamberamo Tengah Tetapi itu Masyarakat Kabupaten Tolikara dan Masyarakat bayaran. Hal ini yang dijelaskan oleh  Ketua LMA Mamberamo Tengah Babor Pahabol kepada wartawan di Wamena.
Ia menjelaskan Masyarakat Kabupaten Mamberamo tengah saat ini menantikan Orang Provinsi turun di Kobakma untuk meyelesaikan Beberapa persoalan dan melihat langsung kondisi roda pemerintahan yang saat ini sedang berjalan di bawa pemimpin H.J,Roembiak,

Turunnya orang provinsi di kobakma adalah salah satu jawaban untuk menyelesaikan persoalan yang selama ini hanya melihat dan membaca di Media massa baik cetak maupun elektronik.
Babor Juga, meminta kepada masyarakat dan para pejabat Kabupaten Mamberamo Tengah yang merasa asal dari Kabupaten Mamberamo Tengah segera datang di Kobakma baru berbicara menyangkut perkembangan pembangunan Kobakma, bagi masyarakat dan pejabat yang bukan asal dari Kabupaten Mamberamo Tengah silakan berbicara di luar ibukota Kabupaten Mamberamo Tengah yaitu di Kobakma  dan yang bicara-bicara diluar dari ibukota Kabupaten Mamberamo Tenga itu bukan Orang Mamberamo Tengah orang tersebut yang ingin mengacaukan roda Pemerintahan disana. (c-26/don/eric)
_______________________
Sumber: Bintang Papua


Ketika Bpk JKH Roembiak naik pesawat

KOBAKMA MTInfo – Ketika Ada Korupsi Kami akan ingat Bapak, Ketika Pegawai dan Pejabat tidak disiplin Kami akan ingat Bapak, Ketiga Pejabat mengabaikan orang kecil kami akan ingat Bapak, Ketika Pendidikan terabaikan kami akan ingat Bapak, Ketika Kesehatan (perawat) tidak melayani kami, Kami akan ingat Bapak, Ketika Pendatang mendominasi perekonomian dan dunia usaha di Kampung kami, Kami akan mengingat Bapak, Ketika semua orang lebih mementingkan diri sendiri dan kepentingan kelompok saja Kami akan ingat Bapak, Ketika para pejabat melunak terhadap kompromi-kompromi yang membuat kami tidak mandiri dan kuat serta besar KAMI-PUN AKAN MENGINGAT BAPAK dan masih banyak lagi….. Karena Bapak telah menunjukan standart (keteladanan) dan jalan pikiran yang belum kami lihat didalam pemimpin kami selama ini. Maafkan Kami atas segala tindak-tanduk pejabat kami terhadap Bapak. Apa yang telah diberikan kepada Kami telah TERPATRI DALAM SANUBARI KAMI!

Demikianlah pesan yang disampaikan oleh admin “Group Jagoan Kampung” mewakili Rakyat Kabupaten Mamberamo Tengah ketika melepaskan mantan Penjabat Bupati Mamberamo Tengah JKH Roembiak meninggalkan kota Kobakma.
Selamat Jalan Bapak Roembiak. Tuhan berkati Bapak sekeluarga dimanapun Bapak berada.***


Pemkab Mambe Pemkab Mamberamo Tengah akan bangun asrama dengan fasilitas lengkap bagi pelajar dan mahasiswanya di Kota Studi Jayapura

Bagi pelajar dan mahasiswa/i di Tanah Papua, pendidikan berbasis asrama bukanlah sesuatu yang asing bagi mereka, karena pada dasarnya para pelajar atau mahasiswa yang bersekolah mereka berdatangan dari kampung-kampung yang jauh sehingga mereka harus ditampung di sebuah tempat yang kemudian dikenal dengan asrama.

Sejak orang Papua mengenal peradaban dan pendidikan modern yang dipelopori oleh para misionaris melalui gereja. Anak-anak yang dididik semuanya ditampung  di asrama. Disana mereka diasuh dan dibimbing oleh orang tua asrama yang memosisikan diri sebagai “orang tua” bagi mereka.
Tugas orang tua adalah mendidik, dan mengawasi anak-anak ini sehingga dapat mengikuti proses belajar  mahasiswa mereka dapat belajar segala hal. Untuk kemajuan pendidikan pada awalnya di setiap sekolah dibangun asrama-asrama bagi para siswanya. Hal ini dilakukan dengan tujuan membentuk anak-anak didik menjadi pribadi yang dapat mengerti dan menghargai orang lain, karena pembentukan it dimulai dari asrama.
Terkait dengan tujuan itu, maka Pemerintah Kabupaten Mamberamo Tengah berupaya untuk mencetak sumber daya manusia berkualitas di masa depan dengan memulainya sejak dini. Hal itu diawali dengan pembangunan asrama bagi mahasiswa/i di Jayapura dengan melakukan peletakan batu pertama pembangunan asrama mahasiswa Kabupaten Mamberamo Tengah oleh Penjabat Bupatinya, Ayub Kayame.

Dalam upacara pelatekan batu pertama baru-baru ini di Kota Studi Jayapura di Abepura yang dihadiri sejumlah tamu dan undangan serta aparat pemerintah dan sejumlah anggota DPRD Kabupaten Mamberamo Tengah bersama ratusan mahasiswa dan masyarakat Mamberamo tengah, Ayub Kayame mengatakan bahwa pembangunan asrama ini untuk mendukung kemajuan pendidikan bagi anak-anak asal Kabupaten Mamberamo Tengah yang sedang belajar di tempat ini.
Dikatakan bahwa tujuan ini adalah untuk membentuk manusia-manusia berkualitas yang dalam jangka panjang akan menjadi pemimpin-pemimpin  yang nantinya menjadi mengendalikan pembangunan di kabupaten ini.

Menurutnya, asrama harus menjadi tempat untuk membentuk mental dan spiritual sehingga ke depannya pelajar dan mahasiswa yang sedang belajar dapat meningkatkan kualitas dirinya melalui interaksi dengan sesama teman di asrama dan juga dengan lingkungan dan warga yang berdiam dekat dengan asrama.
Penjabat Bupati Mamberamo Tengah juga berharap agar untuk penghuni asrama harus diseleksi sehingga mereka yang menempati asrama harus benar-benar sedang menempuh studi, agar asrama menjadi tempat yang dapat menampung mereka ketika sedang bersekolah di Jayapura. “jaga nama baik diri sendiri, gereja dan pemerintah ketika tinggal di asrama, jangan membuat masalah yangmerugikan semua pihak”, pesan bupati dalam sambutannya.

Ia juga berharap agar asrama yang akan dibangun ini dapat dimanfaatkan secara baik dan dijadikan rumah doa dan dirawat dengan baik sehingga dapat digunakan pula oleh generasi berikutnya setelah mereka.
Ia juga menambahkan agar kelanjutan pembangunan asrama serta pengadaan berbagai fasilitas penunjang lainnya di asrama akan dilengkapi oleh para pejabat yang akan terpilih nanti dalam pemilukada yang akan berlangsung.

Untuk itu, semua pihak khususnya warga di Kabupaten Mamberamo tengah diajak untuk mengerti dan dapat berpartisipasi dalam hal ini karena memberi dampak bagi kelangsungan pengelolaan pendidikan anak-anak Maberamo Tengah di Jayapura.

Sekilas asrama Pelajar dan Mahasiswa Mamteng di Jayapura
Pada tahun 1990, Misionaris GIDI membangun sebuah asrama di Jayapura untuk menampung para pemuda dan pelajar asal Kelila yang bersekolah di Jayapura yang dapat menampung 13 orang ketika itu.
Sayangnya, asrama itu dibangun namun kelanjutan soal makan dan minum serta pembiayaan operasional asrama sangat terlantar sehingga anak-anak yang berdiam di sana sangat menderita. Mereka kadang kelaparan karena tidak ada makanan dan juga harus tidur dalam kegelapan karena asrama tempat mereka telah diputus listriknya. Cukup lama anak-anak ini menderita dalam perjuangan mereka mengenyam pendidikan di Kota Jayapura.

Tak heran mereka harus berjuang keras dengan berbagai upaya yang baik untuk menghidupi dirinya dan juga membiayai pendidikan mereka. Tak ayal banyak diantara mereka yang saat ini telah berhasil dan menjadi “orang-orang penting di daerahnya”.
Sejak dibangun tahun 1990 sampai saat ini asrama tersebut tidak mendapatkan perhatian dari pemerintah manapun. Beruntung setelah terbentuk Kabupaten Mamberamo Tengah, melalui penjabatnya mau bertindak untuk memberi perhatian terhadap pengembangan sumber daya manusia (SDM) dengan menghadirkan sebuah asrama baru yang direncanakan pembangunannya di tahun 2012 ini.

Sesuai dengan rencana maka pembangunan asrama di anggarkan dari dana APBD kabupaten Mamberamo Tengah tahun 2012/2013 dengan pagu dana  senilai Rp 6 M. Pembangunan asrama mahasiswa tersebut direncanakan akan dibangun berlantai dua, sehingga dapat menampung lebih banyak lagi anak-anak sehingga mereka dapat belajar dengan menikmati berbagai fasilitas yang disiapkan oleh pemerintah daerah.
Dalam syukuran itu, hadir pula mantan “orang tua asuh” anak-anak asrama kelila, Yakoba Tjo’e bersama dengan anak-anak asuhnya yang saat ini telah terbilang sukses dalam karier mereka.
Kepada TSPP mereka mengakui bahwa Yakoba Tjo’e adalah “mama asuh” mereka yang pernah membesarkan mereka sejak di asrama.
“mama Yoke” (panggilan-akrab baginya-red) yang memberi kami makan, membayar listrik dan air sehingga kami dapat tenang dan bisa belajar di asrama”, ujar Levi Kogoya.
Sementara itu, dalam perbincangan TSPP dengan Yakoba Tjo’e pada kesempatan itu, ia berujar bahwa dirinya hanya melakukan apa yang dapat dilakukannya untuk menolong anak-anak tersebut ketika itu. Baginya mereka adalah anak-anak kita yang harus diperhatikan sehingga ia berbuat setulus hati untuk melayani mereka dengan berkat yang diperolehnya.
“saya melihat mereka sebagai anak-anak saya yang harus diberi perhatian, sehingga mereka juga dapat sukses dalam studinya. Sebab jika berhasil maka sayapun senang karena telah menjadi orang tua asuh bagi mereka”, ujar Mace Yoke.

Dalam kesempatan itu mace Yoke sangat berterima kasih karena pemerintah Kabupaten Mamberamo Tengah telah memberi perhatian dengan membangun asrama bagi anak-anak ini, sebab jika dilihat ke belakang kondisi pada tahun 1990-an sangat menyedihkan. Anak-anak bersekolah tanpa perhatian dan kehidupannya pun sangat prihatin. Namun syukur bagiMu Tuhan engkau membuka jalan berkat dan hikmat sehingga sekarang telah ada asrama yang baik dan fasilitas yang memadai bagi mereka. “saya sangat terharu”, ujar mace Yoke. Syukuran diakhiri dengan tradisi bakar batu dan makan bersama. ***






PMMT Harap Pemda Mamteng Tingkatkan Beasiswa



AYAPURA-  Himpunan Pelajar Dan Mahasiswa Mamberamo Tengah (HPMMT) berharap agar Pemda Mamberamo Tengah (Mamteng) dapat meningkatkan beasiswa kepada mahasiswa Mamteng yang menempuh pendidikan di Kota Studi Jayapura.

Ketua HPMMT Pither Togodli, mengatakan sebenarnya sudah dua kali mahasiswa mendapat beasiswa dari Pemda Mamteng namun yang mendapat beasiswa hanya mahasiswa yang sudah dalam studi tahap akhir. Pertama mahasiswa mendapat 3 Juta Rupiah dan yang kedua 6 Juta Rupiah.
Dari hal tersebut, Pither berharap agar Pemda mamteng dapat meningkatkan jumlah beasiswa bagi mahasiswa yang studi akhir dan juga dapat memberikan beasiswa kepada yang sementara kuliah. Sedangkan untuk asrama mahasiswa Pither juga berharap agar asrama beasiswa itu juga secepatnya diselesaikan dan dapat dihuni oleh mahasiswa untuk belajar.

Dikatakan jumlah mahasiswa Mamteng yang menempuh pendidikan di Kota Jayapura dan sekitarnya saat ini sekitar 750 mahasiswa. Dan mahasiswa yang studi akhir sudah dua kali mendapat beasiswa dari Pemda Mamteng.

Ditambahkan bahwa tahun ini ada penambahan mahasiswa baru sebanyak 70 mahasiswa baru mahasiswa untuk lebih bersemangat menempuh pendidikan.
____________________
Sumber: sentaninews.com

Posted in Pendidikan 

Pemda Mamteng Tidak Imbang Untuk Kesejahteraan Mahasiswa  (Pendidikan) Antara Jurusan Kesehatan Dengan Jurusan Lainnya

IKB-PMMTP SE-JAWA DAN BALI : Seluruh Mahasiswa Mamberamo Tengah Papua menilai bahwa Pemerintah Kabupaten Mamberamo Tengah tidak bijaksana dalam mengatur kesejahteran (Biaya Pendidikan) mahasiswa jurusan langka, namun hanya diperioritaskan kepada mahasiswa jurusan kesehatan dan tidak imbang dengan pemerataan dengan jurusan lain.

Menurut Ketua Umum IKB-PMMTP Se-Jawa Dan Bali (Geramius Pagawak) Dalam Sosoalisasi di setiap koordinator kota/wilayah mengatakan bahwa banyak keluhan-keluhan yang di ungkapkan oleh setiap mahasiswa selain jurusan kesehatan. Dalam sosialisasi tersebut Badan Pengurus Harian  IKB-PMMTP Se-Jawa Dan Bali telah merilis dan merangkum keluhan-keluhan anggota di tiap kota studi adalah sebagai berikut :
  • Pemda Mamberamo Tengah harus menyetarakan kesejahteraan mahasiswa dalam biaya study setara dengan jurusan langkah yang lain.
  • Mahasiswa Mamberamo Tengah Sejawa Dan Bali menilai bahwa yang seharusnya diperioritaskan itu hanya jurusan kedokteran, bukan di jurusan kesehatan lain seperti jurusan kebidanan, keperawatan, apoteker, farmasi dan lain-lain. Karena biaya teman jurusan kesehan telah menerima beasiswa dari pemda double, sedangkan biayanya sama dengan jurusan yang lainnya kecuali Jurusan Kedokteran, malah jurusan kesehatan biaya lebih rendah dibanding dengan jurusan langkah seperti Teknik, MIPA, Informatika dan Komputer, Penerbangan.
  • Kami berharap Pemda Mamberamo Tengah harus kerja sama dengan BPH - IKB - PMMTP SE - JAWA DAN BALI untuk memudahkan informasi yang sebenarnya dalam hal kesejahteraan mahasiswa ke depan lebih baik sesuai dengan kebutuhan mahasiswa di program study masing-masing.

Sejumlah warga Kota Juang Bireuen, Aceh, mengaku terheran-heran dengan perilaku pria berinisial Abd (50), warga Desa Blang Paseh, Sigli, Pidie. Pasalnya, pria tersebut mencari nafkah dengan mengemis di Bireuen. Tapi, pada malam hari ia bersama istrinya, Njh (41), justru menginap di hotel.


Pengemis bertubuh tambun dan berjenggot pirang, dengan rambut yang sudah ubanan itu, kini dilaporkan mulai meresahkan masyarakat Bireuen. Hasil penelusuran Serambi Indonesia, hingga Sabtu lalu, si pengemis sudah dua pekan menginap di hotel tersebut. "Kami heran ada pengemis tidur di hotel. Kalau siang mengemis di desa kami, padahal ia tampak sehat dan segar bugar," ujar Yahya, seorang warga.

"Setiap pagi kami temukan bapak berjengot itu pakai baju koko, kain sarung, dan peci haji bersama istrinya sarapan pagi di sebuah warung dekat hotel tempat ia menginap," imbuh warga Geulanggang Baroe, Kota Juang, Bireuen.

Mustafa dan Amirul Mukminin dari Desa Geulanggang Baroe juga sependapat dengan Yahya. Mereka berharap Pemkab Bireuen melalui dinas terkait menertibkan pengemis yang makin banyak berkeliaran di kabupaten itu. Salah satunya pengemis yang menginap di hotel tersebut. "Aneh tapi nyata, ada pengemis yang hidup mewah dengan menginap di hotel dan makan mewah pula," pungkas Amirul.
[imagetag] www.up2det.com [imagetag]
Seorang petugas Hotel Purnamaraya yang konfirmasi Serambi Indonesia, membenarkan Abd bersama istrinya sudah 14 hari menginap di kamar bernomor 118. Anehnya, kata seorang petugas hotel, setiap Abd keluar hotel, pintu kamarnya digembok dari luar, sementara istrinya ditinggal di kamar hotel.

"Dia biasanya pergi pagi, terkadang pulangnya siang membawa sebungkus nasi untuk istrinya dan terkadang juga pulang sore. Dia membayar sewa kamar Rp 75.000 per hari. Sikapnya juga aneh dan egois serta sering ribut dengan petugas hotel. Kadang-kadang ia hanya mau membayar sewa kamar kepada saya," kata seorang resepsionis hotel yang tidak mau namanya ditulis.
[imagetag] www.up2det.com [imagetag]
Abd terlihat bersama istrinya sarapan pagi di sebuah warung sebelah barat hotel tersebut. Ia membayar dengan uang pecahan ribuan yang sudah tergulung rapi. Dia mengambil dari saku kanan bajunya, yang diduga dari hasil mengemis. Namun, pria asal Sigli itu berbicara menggunakan bahasa campuran Aceh-Indonesia, baik dengan istri maupun warga.

Kepala Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Bireuen, Bustami Hamid, mengatakan pihaknya akan menertibkan para pengemis yang berkeliaran di daerah itu yang jumlahnya ratusan orang. "Para pengemis tersebut 50 persen berasal dari luar Kabupaten Bireuen. Kami akan minta polisi, TNI, dan Satpol PP atau aparat gabungan untuk menertibkan mereka," pungkasnya. (c38)






sumber: http://regional.kompas.com/read/2011/02/21/04561392/Siang.Mengemis.14.Malam.Tidur.di.Hotel

IKB - PMMTP SE - JAWA DAN BALI: Fakta Anggota DPRD Papua Barat Tengah Berpesta Den...: Anggota DPR Papua ML Dengan Pelacur Inpo r Videonya Klik Disini !!! Peraturan DPR tentang Kode Etik yang melarang semua anggota DPR me...

Anggota DPR Papua ML Dengan PSK
Videonya Klik Disini !!!
Peraturan DPR tentang Kode Etik yang melarang semua anggota DPR mendatangi tempat pelacuran dan perjudian disertai dengan sanksi tegas. Bagi anggota yang kedapatan menyambangi tempat-tempat tersebut terancam dikenai sanksi, bahkan sampai diberhentikan alias dipecat.

“Kalau ada yang ketahuan bisa kena sanksi tertulis, tapi kalau itu pimpinan alat kelengkapan dewan bisa langsung diberhentikan sementara,” ujar Wakil Ketua Badan Kehormatan.

Saat ditanya apakah penyusunan kode etik berasal dari laporan para istri anggota dewan, politisi Golkar ini tertawa. “Hahahaha.., itu info dari mana,” tanyanya.
“Tidak ada itu. Penyusunan kode etik oleh-oleh dari kunjungan kita dari Yunani. Di sana anggota parlemennya dilarang masuk tempat prostitusi dan kasino, jadi itu tidak benar yah,” jelasnya.
Larangan bagi anggota DPR memasuki kompleks perjudian dan pelacuran itu termaktub dalam Rancangan Peraturan DPR tentang Kode Etik dalam Pasal 3 ayat (6). Disebutkan pada ayat itu, anggota DPR RI dilarang memasuki tempat-tempat yang dipandang tidak pantas secara etika, moral, dan norma yang berlaku umum di masyarakat, seperti kompleks pelacuran dan perjudian, kecuali untuk kepentingan tugasnya sebagai anggota DPR. Para anggota DPR yang terpaksa ke tempat pelacuran demi tugasnya harus dilengkapi surat tugas.

Namun, aturan ini belum disahkan oleh rapat paripurna DPR. Masih banyak silang pendapat, terutama tentang keabsahan para anggota Badan Kehormatan (BK) DPR yang menyusun draf tersebut.
Ketua DPR Marzuki Alie setuju jika ada larangan anggota DPR pergi ke tempat prostitusi dan perjudian. Menurutnya semua agama pun melarang umat pergi ke tempat prostitusi. Karena itu sanksi pemecatan pantas dijatuhkan bagi anggota DPR yang melanggar kode etik tersebut. “Berhentikan sajalah, nggak bermoral,” 




Sebuah kuesioner terbagi sudah ke 150 Pekerja Seks Komersial di bilangan wisata seks di dekat pelabuhan Soekarno-Hatta, Makassar.

Pengambilan sampel accidental (non probability)
dari 150 PSK dan inilah pengakuan mereka :

1. Tak menikmati hubungan seksual
Sayapun termasuk yang salah kaprah selama ini, saya kira bahwa PSK menikmati hubungan intim itu dengan para pelanggan, nyatanya dalam kuesioner terbuka ia menjawab tak menikmatinya. Malah deg-degan sebab pasangan selalu berganti dan bervariasi cara komunikasinya.

Mereka cemas akan sesuatu, seuatu itu yang dimaksud adalah ketersinggungan pemakai/pengguna/user. Mereka benar-benar tak enjoy dengan pekerjaan itu, malah kerap keringat dingin sebab kecemasan.

2. Ingin cepat selesai
Layanan seksual yang dilakoni, mereka pengen berakhir secepat mungkin. Malah jika memungkinkan tak perlu ada hubungan seks, sebab ia pun malu hati disebut sebagai pelacur dan tukang jajakan tubuh.

3. Nama samaran berganti-ganti
Nama PSK dapat berganti sebanyak 3-4 kali dalam semalam. Kemudian dengan mudah memberikan nomor hp dan nomor HP itu benar adanya hanya saja jarang diaktifkan.
Takut jika terbaca sama keluarga ataupun teman. Yang paling ditakutkan ketika tiba-tiba bertemu dengan salah seorang keluarga.

4. Pengen dapat suami baik-baik
Nah ini dia, PSK ternyata sama cita-citanya sesama perempuan bahwa ia juga pengen dapat suami baik-baik, ingin menjadi istri yang baik-baik, pengen jadi ibu yang baik-baik dan berusaha sekuat tenaga agar anak-anaknya tak seperti dirinya.

5. Bersedia bertobat
PSK setiap saat ingin bertobat dan kadang jika tiba di halaman rumahnya/kostannya berjanji takkan kembali ke lokalisasi, namun pikiran kalut kadang membuatnya harus kembali ke pelacuran. Sebab, ia merasa kehidupannya telah di sana.

Namun, jika sudah sampai di tempat pelacuran. Ia memohon diberi kesempatan bertobat sekali lagi.. Wedew, tobat sambal kecap…

6. Yang paling sering dia ingat adalah ibunya selanjutnya adiknya dan ayahnya
Wajah ibu dan suara ibu yang paling sering ia ingat, ia meminta maaf dari lubuk hatinya yang terdalam dan ia berkata: maafkan anakmu ma. Saya yang salah.
Semoga mama sehat-sehat saja.

7. Ia tak ingin berlama-lama di lokalisasi
PSK umumnya tak ingin berlama-lama di lokalisasi, mereka berharap akan keluar suatu saat sebelum menjadi tua sebab ia merasa bersalah terus-menerus. Ia berharap ada orang yang baik hati untuk menolongnya keluar dari dunia hitam.
Inilah yang membuatnya sering menangis ketika tiba di rumahnya/kostannya.


Mempelajari proses reproduksi manusia secara teori sudah biasa di pelajaran biologi. Namun bila teori tersebut dilanjutkan dengan praktek, ini yang tidak biasa. Sebuah sekolah di Austria menawarkan praktik pelajaran seks kepada para siswa yang berumur 16 tahun keatas.

Seperti dilansir Daily Mail, orang awam pada umumnya menilai masalah seksual adalah sesuatu yang alami dan dapat dipelajari dengan sendirinya. Tetapi pendapat tersebut rupanya tak ada dalam kamus seorang Ylva Maria Thompson, seorang kepala sekolah asal Swedia yang membuka sekolah seks internasional pertama di dunia. Sekolah tersebut mengajarkan kepada para siswanya bagaimana caranya menjadi seorang pecinta yang hebat.

"Pendidikan inti kami tidak teoritis tapi sangat praktis. Penekanannya lebih kepada bagaimana menjadi kekasih yang baik, seperti mengerti posisi seksual, teknik membelai, ataupun fitur anatomi," terang Thompson.
Sekolah yang diberi nama The Austrian International Sex School ini terletak di Wina dan menawarkan pelajaran tersebut dengan biaya 1.400 poundsterling atau sekitar Rp 20 juta. "Bagi yang sudah berusia 16 tahun keatas, dapat mendaftarkan dirinya," ucapnya. Thompson menjelaskan siswa akan tinggal di asrama campuran blok pria dan wanita, di mana mereka diharapkan dapat mempraktekkan "pekerjaan rumah" mereka. Sementara itu, juru bicara sekolah tersebut, Melodi Kirsch, menilai sekolah seks ini akan sukses besar.

Menurutnya Kepala Sekolah telah bekerja dalam waktu yang lama untuk ide ini dan telah menerima banyak dukungan. Di lain pihak, keberadaan sekolah ini sendiri diprotes oleh para pengunjuk rasa karena dinilai kontroversial. "Ini hanya dibungkus dalam sebuah cara yang sangat stylish. Tetapi intinya itu hanya menjual seks," kata seorang pengunjuk rasa.
Sumber : tribunnews.com

Masyarakat Minta Kasus Memberamo Tengah Segera Diproses


JAYAPURA [PAPOS] – Forum Masyarakat Peduli Pembangunan Mamberamo Tengah [FMPPMT] merupakan wadah untuk menampung aspirasi masyarakat di wilayah kabupaten Mamberamo Tengah yang selama ini kurang mendapat perhatian dari Pemerintah baik sosial, ekonomi, politik maupun masalah hukum. Untuk itu, Forum ini mempunyai tugas memperjuangkan hak-hak masyarakat Memberamo Tengah yang tertindas dan yang tidak mendapat perhatian pemerintah.

Sekertaris FMPPMT, Garsuchk Yikwa kepada Papua Pos, Kamis [2/2] menyebutkan, kepedulian masyarakat Mamberamo Tengah terhadap penegakan hukum terbukti telah menemukan berbagai pelanggaran pidana yang dilakukan oknum pejabat di Kabupaten Mamberamo Tengah berinsial HP, seperti yang telah dilaporkan Forum ke Polda Papua dalam kasus pemalsuan tanda tangan Bupati David Pagawak waktu itu, untuk proses kenaikan pangkat yang bersangkutan , dan kasus tersebut saat ini telah bergulir di Kejaksaan Tinggi yang dalam waktu dekat akan di limpahkan kepengadilan Negeri Jayapura untuk dilakukan penuntutan.
Garsuchk Yikwa yang di dampingi anggota forum Yarnus R.Wea pada kesempatan tersebut juga mengungkapkan, setelah kasus ini ditangani Kejaksaan, masyarakat akan mengawalnya hingga memiliki kekuatan hukum tetap yang berkeadilan. Oknum pejabat ini, sedikitnya terdapat 21 kasus pemalsuan yang berhasil ditemukan masyarakat, seperti pemalsuan tanda tangan Wakil Gubernur Papua, Alex Hesegem waktu itu dalam SK Pengangkatan Jabatan Struktural eselon 2, 3 dan 4 yang dilantik 10 Agustus 2010 di Hotel Sentani Indah, serta yang lebih besar lagi adalah kasus penerimaan CPNS fiktif tahun 2010, padahal penerimaan CPNS seharusnya merupakan formasi pusat yang di sesuaikan oleh permintaan Bupati, dan waktu itu penjabat bupati Frans Rumbiak,SH tidak pernah mengusulkan pengadaan CPNS, sehingga para CPNS sampai sekarang tidak dapat diangkat sebagai PNS.

Bahkan menurut Garschk Yigwa, pada penerimaan CPNS tersebut disinyalir para pelamar membayar Rp 20 juta hingga Rp 50 juta perorang. Tentunya hal ini bertentangan dengan undang-undang. Hal ini merupakan potensi terjadinya kerugian negara yang jumlahnya milyaran rupiah. Untuk itu, Garsuchk Yikwa minta penegak hukum serius menangani kasus ini, dimana saat ini sedang bergulir ke penuntut umum. Jika kasus ini di diamkan, berarti aparat penegak hukum melakukan pembiaran terhadap kejahatan yang luar biasa yang dilakukan oknum pejabat kabupaten Mambramo Tengah itu.

Garsuchk Yikwa juga mengatakan setelah kasus pemalsuan tanda tangan memiliki kekuatan hukum tetap, FMPPMT juga akan melaporkan kembali kasus lainya seperti pemalsuan tanda tangan Wagub Papua , dan pengadaan formasi CPNS tahun 2010 , dan mantan Carteker Bupati, Jhon K.H. Rumbiak akan membeberkan jika diperlukan oleh penyidik polda Papua , masyarakat berharap penegak hukum serius dalam menangani persoalan ini, karena masyarakat yang penuh keluguan tidak mau dirusak oleh oknum –oknum pejabat yang mementingkat dirinya sendiri serta memperkaya diri. [agi]