Selamat datang di situs online Ikatan Keluarga Besar Pelajar Dan Mahasiswa Mamberamo Tengah Papua (IKB-PMMTP) Se-Jawa Dan Bali. Ini adalah layanan cacatan harian kami. Silahkan tingalkan pesan, kritik, saran, dan komentar dari anda yang sangat kami harapkan. Wa..Wa..Wa.." Nabua Kabua Yabu Eruok "
  • Slide one

    Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Suspendisse id lobortis massa. Nunc viverra velit leo, sit amet elementum mi. Fusce posuere nunc a mi tempus malesuada. Curabitur facilisis rhoncus eros eget placerat. Aliquam semper mauris sit amet justo tempor nec lacinia magna molestie. Etiam placerat congue dolor vitae adipiscing. Aliquam ac erat lorem, ut iaculis justo. Etiam mattis dignissim gravida. Aliquam nec justo ante, non semper mi. Nulla consectetur interdum massa, vel porta enim vulputate sed. Maecenas elit quam, egestas eget placerat non, fringilla vel eros. Nam vehicula elementum nulla sed consequat. Phasellus eu erat enim. Praesent at magna non massa dapibus scelerisque in eu lorem.

  • Slide two

    Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Suspendisse id lobortis massa. Nunc viverra velit leo, sit amet elementum mi. Fusce posuere nunc a mi tempus malesuada. Curabitur facilisis rhoncus eros eget placerat. Aliquam semper mauris sit amet justo tempor nec lacinia magna molestie. Etiam placerat congue dolor vitae adipiscing. Aliquam ac erat lorem, ut iaculis justo. Etiam mattis dignissim gravida. Aliquam nec justo ante, non semper mi. Nulla consectetur interdum massa, vel porta enim vulputate sed. Maecenas elit quam, egestas eget placerat non, fringilla vel eros. Nam vehicula elementum nulla sed consequat. Phasellus eu erat enim. Praesent at magna non massa dapibus scelerisque in eu lorem.

  • Slide three

    Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Suspendisse id lobortis massa. Nunc viverra velit leo, sit amet elementum mi. Fusce posuere nunc a mi tempus malesuada. Curabitur facilisis rhoncus eros eget placerat. Aliquam semper mauris sit amet justo tempor nec lacinia magna molestie. Etiam placerat congue dolor vitae adipiscing. Aliquam ac erat lorem, ut iaculis justo. Etiam mattis dignissim gravida. Aliquam nec justo ante, non semper mi. Nulla consectetur interdum massa, vel porta enim vulputate sed. Maecenas elit quam, egestas eget placerat non, fringilla vel eros. Nam vehicula elementum nulla sed consequat. Phasellus eu erat enim. Praesent at magna non massa dapibus scelerisque in eu lorem.

  • Slide four

    Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Suspendisse id lobortis massa. Nunc viverra velit leo, sit amet elementum mi. Fusce posuere nunc a mi tempus malesuada. Curabitur facilisis rhoncus eros eget placerat. Aliquam semper mauris sit amet justo tempor nec lacinia magna molestie. Etiam placerat congue dolor vitae adipiscing. Aliquam ac erat lorem, ut iaculis justo. Etiam mattis dignissim gravida. Aliquam nec justo ante, non semper mi. Nulla consectetur interdum massa, vel porta enim vulputate sed. Maecenas elit quam, egestas eget placerat non, fringilla vel eros. Nam vehicula elementum nulla sed consequat. Phasellus eu erat enim. Praesent at magna non massa dapibus scelerisque in eu lorem.

  • Slide five

    Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Suspendisse id lobortis massa. Nunc viverra velit leo, sit amet elementum mi. Fusce posuere nunc a mi tempus malesuada. Curabitur facilisis rhoncus eros eget placerat. Aliquam semper mauris sit amet justo tempor nec lacinia magna molestie. Etiam placerat congue dolor vitae adipiscing. Aliquam ac erat lorem, ut iaculis justo. Etiam mattis dignissim gravida. Aliquam nec justo ante, non semper mi. Nulla consectetur interdum massa, vel porta enim vulputate sed. Maecenas elit quam, egestas eget placerat non, fringilla vel eros. Nam vehicula elementum nulla sed consequat. Phasellus eu erat enim. Praesent at magna non massa dapibus scelerisque in eu lorem.

Popular Posts

Followers

Diberdayakan oleh Blogger.
Papan Pengumuman

Kontak Admin

ikbpmmtp.sejawabali@gmail.com 081231667247
Tampilkan postingan dengan label Politik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Politik. Tampilkan semua postingan

Kebijakan Politik Ganda dari Indonesia

Penulis :
Victor Mambor
Ilustrasi (ackrockefeler.com)
Ilustrasi (ackrockefeler.com)
Jayapura, Jubi – Aktivis Hak Asasi Manusia (HAM), perwakilan Papua di KontraS Jakarta, Elias Ramosta Petege mengatakan, kebijakan Politik luar negeri Indonesia terhadap gerakan separatis berbeda-beda dan diskriminatif. Dimana Indonesia pro aktif mendukung gerakan kemerdekaan Palestina dan Front Pembebasan Bangsa Moro Philipina Selatan dan menomorduakan atau merasa apatis dengan gerakan separatisme di Papua.

Seperti yang sudah ketahui bersama, kata Petege, Indonesia telah memberikan bantuan berupa logistik, dana hingga ambulans kepada Palestina dalam memudahkan perjuangannya. Bahkan Indonesia pun mengakui kemerdekaan Palestina dan menyediakan tempat untuk membuka kantor kedutaan Palestina di Jakarta, kata Petege, Minggu (16/11) saat dihubungi melalui telepon selulernya.

“Jika Palestina sudah dibuat seperti itu berarti semestinya Indonesia juga mendukung gerakkan upaya damai seperti dialog bagi Papua. Karena kita sama-sama manusia,” lanjut Petege.
Lanjut Petege, semua aturan itu sudah jelas seperti UUD 1945 tentang hak kebebasan politik bagi setiap bangsa di dunia. Piagam PBB, Kovenan Internasional tentang hak-hak sipil seperti hukum internasional (HI) tentang hak-hak sipil atas ekonomi dan politik sudah menjamin untuk hidup manusia.
“Jadi, pemerintah harus menghargai martabat Papua sesuai dinamika hidup,” tambahnya.

Sementara itu, pengamat hukum Universitas Cenderawasih, Yusak Reba mengatakan, dukungan Indonesia terhadap Palestina itu sah-sah saja. Karena Palestina dalam hukum Internasional (HI) bisa disebut biligrent yang memiliki subjek HI untuk dapat membangun diplomasi dan hubungan-hubungan politik dan ekonomi secara internasional dengan setiap Negara, PBB dan organisasi-organisasi secara internasional termasuk dengan Indonesia. “Presiden Jokowi oke-oke saja  memberikan dukungan kepada Palestina dan setiap negara secara internasional demi membangun kepentingan negara,” kata dosen HI itu, Minggu (16/11) di Jayapura.

Lanjut Reba, Papua tidak sama Palestina, Papua tergolong dalam kaum insogrent, yang menurut perspektif  HI, orang Papua bukan subjek HI (negara). Jadi, TPN-OPM, seperti GAM di Aceh itu dapat saja dimusnahkan Pemerintah.

Dalam arti ini orang Papua boleh melakukan permainan opini tapi tidak boleh lakukan tindakan-tindakan yang menjurus pada mengancam keutuhan negara, seperti mendirikan sebuah Negara Papua. Tapi kita bisa kembangkan kemampuan demokrasi, seperti memberdayakan kearifan lokal, menyampai pikiran di depan umum dan menulis sesuatu,” tambah Reba.  (Ernest Pugiye)

Saatnya Anak Mamteng Bersatu

Sentani, 25/3 (Jubi) – Bupati Mamberamo Tengah (Mamteng), Ricky Ham Pagawak mengajak semua pihak yang berbeda pendapat di masing-masing  kelompok karena politik, harus bersatu. Sehingga bersatu bergandengan tangan membangun wilayah Mamteng dari ketertinggalan di berbagai bidang.

Ini disampaikan Pagawak dalam sambutannya saat resepsi pelantikan di halaman Sekolah Tinggi  Teologi GIDI, Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua, Senin (25/3).  “Kita kemarin berada di masing-masing kelompok karena politik. Kini saatnya kita bersatu,” ujar Pagawak mengajak semua pihak.

Menurut Pagawak, semua yang berbeda itu harus bersatu membangun wilayah pemekaran dari Kabupaten Jayawijaya pada tahun 2008 ini. “Kami ajak semua bergandengan tangan menuju ke Mamteng untuk membangun,” katanya. Dalam rangka membangun bersama itu, Pagawak berharap kepada pihak legislatif Kabupaten Mamteng mendukung kebijakannya tanpa melihat perbedaan padangan politik. “DPR jangan lihat kebijakan kami dari sisi politik tetapi dari pembangunan. Kepada SKPD, kami ajak ke Mamteng untuk kerja tetapi bagi yang masih mau berkeliaran di kota silahkan terus saja,” tegasnya. (Jubi/Mawel)
______________________
Sumber: Tabloit Jubi
Edisi: 25 Maret 2013

Sejumlah Wilayah akan Merdeka?

Sepuluh tahun lebih saya berkawan dengan para sahabat dari beberapa wilayah. Dari pembicaraan mereka jelas nampak sekali ketidak puasan mereka terhadap management dan kepemimpinan Jakarta tidak dapat disembunyikan.

Saya memprediksikan kalau seandainya berlaku perang antara Malaysia dengan Indonesia, maka yang sangat rugi itu adalah Indonesia. Sejumlah wilayah Indonesia yang memiliki dendam lama dengan pemerintah pusat karena pelanggaran HAM, ketidak adilan, ketidak profesionalismean dan sebagainya akan memanfaatkan situasi ini untuk memerdekakan diri serta keluar dari NKRI atau setidaknya menggabungkan diri atau membuat perjanjian kerjasama ekonomi dan militer dengan negara Singapura atau Malaysia. Biarlah kita dikatakan berafiliasi dengan Inggris, karena memang terbukti bahwa Inggris memang ingin semua manusia jadi makmur dan bahagia.

Negara-negara yang terbentuk setelah kemerdekaan saat ini seperti Indonesia, Malaysia, dan Singapura tidak menunjukkan teritori dan kekuasaan raja-raja melayu Islam silam. Kerajaan Aceh Darussalam (1607-1936) dengan rajanya yang terkenal Iskandar Muda wilayah kekuasaannya meliputi Aceh, Deli, Johor, Bintan, Selangor, Kedah, Pahang sampai ke Semenanjung Malaka. Sebuah kerajaan Melayu Riau Lingga (Abad ke 19) wilayah kekuasaannya meliputi Deli, Johor, dan Pahang. Setelah merdeka bangsa Melayu dipisahkan menjadi warga negara Brunei, Indonesia, Malaysia, Singapura dan Selatan Thailand. Apa yang pasti, dalam istilah ilmu tidak mengenal adanya bangsa Brunei, Indonesia, Malaysia, Singapura dan Selatan Thailand. Karena bangsa bermaksud race. Istilah bangsa Brunei, Thailand, Malaysia dan sebagainya adalah istilah politik saja, yang benar adalah warganegara atau rakyat.

Parameswara raja Malaka yang pertama adalah berasal dari Palembang. Kerajaan Aceh Darus Salam memiliki hubungan yang sangat erat dengan Kerajaan pahang, Malaka dan Johor. Keluarga Diraja Negeri Sembilan yaitu Yang Dipertuan Agung Malaysia yang pertama, yang sampai sekarang menjadi lambang mata uang Malaysia berasal dari Minangkabau. Kerajaan Johor Memiliki hubungan kekeluargaan yang rapat dengan Kerajaan Riau Lingga. Para Menteri dan pejabat tinggi lainnnya di Malaysia banyak yang memiliki darah Rao, Aceh, Riau, Minangkabau, Palembang, Jambi, kerinci.

Kalau beberapa wilayah ini bersatu menghancurkan istana negara, gedung dpr/mpr, markaz besar TNI/Polri di Jakarta, maka secara otomatis negara Indonesia akan bubar dengan sendirinya. Ide-ide lama membentuk Sumatera Merdeka (Andalas), Kalimantan Merdeka, Sulawesi merdeka dll. akan memanfaatkan situasi ini untuk merealisasikan impian mereka. Para prajurit yang berasal dari daerah ini tidak mungkin akan menghancurkan kampung mereka sendiri.

Membiarkan Jawa menjadi sebuah negara merdeka dengan Surabaya sebagai ibu kota negaranya dan sby sebagai Presiden seumur hidup atau menjadi sebuah kerajaan dengan Sultan Jogja menjadi pemerintahan yang tersendiri, terserahlah pada mereka
Dari sini akan terlihat nantinya, kepemimpinan dari suku manakah yang paling berhasil memajukan negaranya masing-masing tersebut.
Isu sejumlah wilayah mau keluar dari Indonesia sebenarnya bukan cerita baru dalam sejarah Indonesia. Gerakan Riau merdeka, Gerakan Aceh Merdeka dan sebagainya masih tersimpan dalam catatan sejarah yang soheh. Menurut Anhar Gonggong dan Arbi Sanit, hampir separo daerah di Indonesia menuntut kemerdekaan saat ini.
Ada beberapa alasan mengapa sejumlah wilayah mau merdeka;

1. Kekayaan Alam, Mereka memiliki kekayaan yang melimpah, tetapi kekayaan itu tidak dirasakan sama sekali oleh rakyatnya. Kemiskinan, buta huruf, pengangguran, bertambah, sementara pembangunan infrastruktur hampir tidak terlihat. Mereka hanya mendapatkan resiko saja seperti kerusakan alam, global warming, bencana alam dan sebagainya. Ini terutama berlaku di Aceh, Riau, Kalimantan, Sulawesi dan Sumatera secara keseluruhan.

2. Dendam lama, Peristiwa APRA, Andi Aziz, Darul Islam, PRRI, Permesta di orde lama. Beberapa bekas daerah operasi militer (DOM), kezaliman dan penindasan hak-hak asasi mereka dibidang sosial, politik, ekonomi, budaya dan pembangunan di zaman orde baru. Pembantaian di Psantren Tengku Bantaqiyah, peristiwa KKA, DOM, Pemberhentian Jedah Kemanusiaan & kekerasan di Aceh, peristiwa Ummi Makasar, peristiwa Balukumba di Sulawesi di era reformasi dan sebagainya.

3. Muak, dengan berbagai macam skandal perampokan uang rakyat yang semakin hari semakin menjadi-jadi dan tidak menemukan jalan penyelesaian. Seperti lingkaran setan yang tidak diketahui kapan bermula dan bila akan berakhir segala penyalahgunaan kuasa di negara ini. Skandal BLBI, Century, Rekening Gendut Polisi, Brunei Gate, Bulog Gate, Mafia pajak dan berbagai penyalahgunaan kuasa lainnya.

4. Bosan, dengan tidak dirasakannya fungsi pemerintah oleh rakyat, sehingga keberadaan dengan ketiadaan pemerintah sama saja atau malah memperburuk keadaan saja. Ketidak pastian hukum dinegara ini seperti kasus Ibu Prita, Antasari, Susno Duadji, Sri Mulyani, kasus koruptor dan sebagainya.

5. Capek, selalu menderita akibat ulah dan perangai pejabat negara yang bertindak seperti keparat yang menjajah, seperti preman yang menindas, seperti gangstar yang menggelisahkan. Public service yang tidak mesra pengunjung, fungsi keberadaan instansi pemerintah yang tidak terasa bahkan menindas rakyat, pembangunan infrastruktur yang lambat melempem dll.

Tentu saja saya tidak mengharapkan semua ini berlaku karena ongkosnya terlalu mahal, apalagi kalau proses kemerdekaan itu memakan masa yang lama. Yang rugi adalah umat Islam juga tentunya. Keadaan akan kacau balau, pendidikan anak-anak akan terganggu, keamanan akan tergugat, kuasa besar akan memanfaatkan keadaan.

Tetapi mungkin juga cita-cita untuk mendapatkan pemerintah yang baik, bersih, profesional, merakyat, kemakmuran, kebahagian, kesenangan hanya akan tercapai melalui jalan ini saja…
Logika sederhana

Bergabung dengan Malaysia atau Singapura, rakyat mereka bisa menikmati layanan kesehatan dari dokter yang ahli dengan peralatan rumah sakit yang canggih, anak-anak mereka akan bisa sekolah dengan kualitas pendidikan yang baik, murah, rakyatnya bisa menikmati terangnya lampu listrik yang tidak sering mati seperti PLN, dapat minum air bersih PAM, bisa membeli kenderaan.

Bisa makan daging setiap hari, makanan lima sempurna mudah dan murah didapati. Transportasi yang lancar dan berkualitas, publik servis yang ramah, pegawai negara yang merakyat, mesra. ramah dan tidak korupsi, kebersihan yang selalu dijaga, kemakmuran, keamanan dan ketentraman yang selalu ada, kekayaan negara yang dimiliki dan dinikmati secara bersama.

Disaat itu anda akan merasa lucu dan ketawa mendengar lagu Iwan Fals & Ebid G Ade tentang seorang anak yang mengais sampah untuk mencari sisa makanan yang dibuang, tentang orang tua yang terbakar melecur sekujur tubuhnya tetapi tidak dilayani rumah sakit karena tidak memiliki uang, tentang Umar Bakri guru SD yang memakai sepeda tua, tentang jadwal kereta api yang selalu terlambat, tentang pengemis tua dan pencopet muda mati berpelukan karena kelaparan, tentang bantuan keselamatan negara (SAR, Polisi, Pemadam kebakaran) yang datang lambat setelah semua korban meninggal dunia, tentang orang tua yang tidak mampu membeli susu untuk pertumbuhan anaknya menjadi sehat dan pintar, tentang bocah tukang semir dan penjaja koran yang berpacu dengan waktu antara sekolah dengan mencari sesuap nasi, tentang orang tua yang menggendong mayat anaknya ke kampung karena tidak mampu membayar ongkos kenderaan, tentang wakil rakyat yang tidak merakyat, tentang tikus-tikus kantor yang selalu menggerogoti uang rakyat, tentang polisi yang memperkaya diri dengan tawar menawar harga pas tancap gas.
Waktu itu anda mungkin tak akan pernah mendengar lagi tentang rakyatmu yang mati bunuh diri karena kemiskinan, tentang orang miskin yang sanggup menunggu berjam-jam sampai ada yang mati rebutan pembagian zakat Rp 35.000/keluarga, tentang rakyat yang hanya makan nasi dengan garam atau sayur tempe setiap hari, tentang rakyat yang hanya makan daging setahun sekali waktu hari raya haji saja. Karena dana bantuan sosial yang cukup untuk membeli rumah dan kenderaan sudah dimasukkan kedalam rekening mereka setiap bulannya.

Waktu itu anda akan terbiasa mendengar berita tentang aparat negara yang dipenjara dan diberhentikan kerja karena hanya meminta uang sogokan Rp. 1 Juta saja. Tentang PNS yang dipecat karena selalu terlambat masuk kantor. Tentang polisi yang dipecat karena hanya meminta uang damai ditengah jalan. Tentang camat yang dipecat karena tidak pernah tahu keadaan rakyat. Tentang tentara yang dipecat dan menjadi hansip dan satpam karena melanggar undang-undang. Tentang Direktur, menteri, kepala bagian, rektor, manager yang diganti karena gagal memajukan institusinya.

Kala itu jika anda mau mengenang masa lalu atau ingin mensyukuri nikmat Allah SWT. Ajaklah keluargamu berjalan-jalan ke Jawa sebagai seorang turist. Untuk melihat para pengemis dan pengamen di dalam angkutan umum yang padat dan tidak nyaman. Untuk melihat para penjual barangan yang terkesan memaksakan kehendaknya. Untuk melihat anak-anak jalanan dan gelandangan yang berkeliaran ditengah jalan dan tidur diemperan toko. Untuk melihat penempatan kumuh yang tidak layak huni untuk standart manusia yang berakal. Untuk melihat preman-preman di pasar, terminal, bandara, pelabuhan yang menunggu mangsa. Untuk melihat jalan-jalan berlubang dan berliku yang membuat pening kepala. Untuk membuat sebuah negara koboi yang berlaku hukum rimba, dimana siapa yang kuat, berharta dan bertahta dialah sebagai raja. Untuk melihat negara preman dimana kebenaran diukur dengan keuangan, kekuasaan dan kekuatan.

Bersama Indonesia selamanya kita akan menderita, karena di negara ini kepentingan politik partai mengalahkan segalanya. Sementara bersama negara lain masa depan anak cucu kita akan menemui cahaya terang dan akan lebih terjamin…***
OPINI | 08 April 2011 | 16:27 Adirao: 08/04/2011, Kompasiana

Akhirnya Mamteng Miliki Bupati Defenitif

JAYAPURA[PAPOS] – Setelah menanti empat tahun lebih, akhirnya masyarakat Kabupaten Mamberamo Tengah (Mamteng) memiliki bupati dan wakil bupati defenitif pertama.  Adalah Ricky Ham Pagawak, SH, M.Si dan Yonas Kenelak, S.Sos yang resmi dilantik sebagai Bupati dan Wakil Bupati Mamberamo Tengah oleh Penjabat Gubernur Papua drh. Constant Karma, di Sasana Karya Kantor Gubernur Papua, Jayapura, Senin (25/3). Sebelum pelantikan berlangsung, Bupati dan Wakil Bupati terpilih Ham Pagawak dan Yonas Kenelak melakukan sumpah jabatan. Sumpah ini dilakukan di hadapan Penjabat Gubernur Papua. Usai acara itu, barulah kedua pasangan ini dilantik Penjabat Gubernur Papua.

Penjabat Gubernur Papua drh. Constant Karma mengatakan pelantikan yang dilaksanakan hari ini adalah sah karena susuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku di Negara Kesatuan Republik Indonesia. “Untuk itu, seluruh masyarakat Mamberamo Tengah harus mendukung kepemimpinan bupati dan wakil bupati terpilih,” kata Constant Karma dengan tegas.

Pada kesempatan itu juga, Gubernur Constant Karma berpesan kepada Bupati dan Wakil Bupati Mamberamo Tengah Ricky Ham Pagawak dan Yonas Kenelak untuk menjalankan kepercayaan yang diberikan masyarakat, juga kepercayaan dan amanat dari Negara.

“Saya berharap saudara berdua tidak melupakan janji yang pernah saudara berdua ungkapkan ketika kampanye dulu sesuai visi dan misi. Masyarakat sedang menunggu realisasi dari semua janji dalam bentuk program untuk membangun Kabupaten Mamberamo Tengah selama lima tahun masa kepemimpinan saudara berdua,” ujarnya.

Selain Penjabat Gubernur Papua Constant Karma, turut hadir dalam pelantikan ini, Kapolda Papua Irjen Tito Karnavian, pejabat Kodam XVII/Cenderawasih, beberapa anggota DPRD Mamberamo Tengah, dan  undangan pejabat lainnya. Bupati Mamberamo Tengah, Ricky Ham Pagawak, SH, M.Si mengajak semua elemen masyarakat Mamberamo Tengah termasuk lawan politiknya untuk bersama-sama membangun kabupaten ini. 

“Sudah hampir lima tahun pembangunan tak berjalan maksimal, untuk itu mulai saat ini kita semua elemen masyarakat Mamberamo Tengah untuk harus saling mendukung agar pembangunan bisa berjalan demi kesejahteraan masyarakat,” ajak Ham. “Saya percaya bersama Tuhan Yesus,  pasti kami pasti bisa membangun Mamberamo Tengah,” ucapnya. Bagi Ham, tanpa kekuatan dari Tuhan Yesus apa yang dicita-citakan, diprogramkan tidak bisa terwujud. 

Untuk mewujudkan program-program prioritas seperti pendidikan, kesehatan, perekonomian masyarakat, maka hal terpenting yang dilakukan adalah membangun jalan tembus Kelila-Kobakma. “Saat ini tinggal 27 kilo lagi selesai, maka ini menjadi tugas saya dan wakil bupati untuk merampungkan pembangunan jalan tersebut,” imbuh Ham.

Ham menuturkan, program seperti kesehatan gratis, pendidikan gratis, maupun peningkatkatan pelayanan aparatur tidak akan tercapai jika tidak ada jalan tembus. “Kalau jalan tembus Kobakma-Kelila tidak selesai, uang banyak akan habis untuk membiayai trasportasi, itu berarti kesehatan gratis, pendidikan gratis tidak bisa berjalan,” imbuh Ham. [frm]
______________________________
Sumber: Papua Pos
Edisi: 26/03/2013

Abraham: Soal Kasus Korupsi, Ada Fenomena Aneh di Papua


Abraham_SamadJAKARTA, KOMPAS.com — Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Abraham Samad mengatakan, ada fenomena aneh yang terjadi di Papua jika ada kasus dugaan korupsi yang dilakukan pejabat setempat. Apa keanehan itu?

“Ada fenomena aneh di Papua. Kalau seorang pejabat digoyang kasus korupsi, dia akan memprovokasi masyarakat untuk berdemonstrasi,” kata Abraham saat mengisi pembekalan calon anggota legislatif dari PDI-P, di Senayan, Jakarta Selatan, Rabu (3/7/2013).

Pernyataan Abraham itu menjawab pertanyaan salah satu kader PDI-P yang menanyakan ketegasan KPK dalam memberangus korupsi di Papua. Menurut Abraham, ia telah menerima laporan dari Kepala Polda Papua terkait penanganan korupsi di sana. Kapolda Papua memintanya berkunjung ke kantor-kantor pemerintahan di Provinsi Papua pada hari Kamis. Sebab, pada hari-hari menjelang akhir pekan, seluruh kantor pemerintahan diduga kosong karena para pejabatnya terbang ke Jakarta untuk urusan pribadi.
Informasi yang diberikan kepada Abraham diperkuat dengan sejumlah bukti fisik. Salah satunya bukti pembayaran dari beberapa pejabat daerah di Papua saat menginap di hotel berbintang di Jakarta.
“Saya tanya kenapa Kamis? Katanya Kamis semua kantor bupati kosong, semua pada ke Jakarta untuk berfoya-foya. Ada bukti pembayaran di Hotel Shangrila di President Suite,” ujar Abraham.

Sekitar sebulan lalu, Abraham mengungkapkan, ia sempat melakukan pertemuan dengan Kapolda Papua dalam rangka koordinasi dan supervisi. Kesempatan itu digunakan Abraham untuk mempertegas komitmen aparatur di Papua dalam penanganan tindak pidana korupsi. “Kalau kepolisian atau kejaksaan tidak mampu, tolong diserahkan ke kami (KPK). Karena aparat di sana takut menangani kasus korupsi. Tetapi sampai saat ini belum ada kasus yang diserahkan ke kami,” ujarnya.
________________________
Sumber: Kompas.com
Penulis: Indra Akuntono

Diplomatic steps by WPNCL under international mechanisms

     WPNCL

PAPUA, Manokwari – The latest development concerning the diplomatic struggle in West Papua is the submission of a proposal by Papua to be accepted as a member of the Melanesian Spearhead Group (MSG). The group will hold a conference in Noumea, New Caledonia in June 2013. This step is in accordance with the international mechanisms of the UN.   
The West Papua National Coalition for Liberation (WPNCL) is pushing for this inclusion and it should be viewed as a progressive step, owned by the Papuan majority struggling for the enforcement of civil and political rights.
“This move by the WPNCL shouldn’t be disrupted by other efforts within the Papuan struggle, or from organisations like Presidium Dewan Papua (PDP), West Papua National Authority (WPNA), Komite Nasional Pemuda Papua (KNPP), or Negara Republik Federal Papua Barat (NRFPB), or any other political groups,” said Yan Christian Warinussy, Executive Director of LP3BH Manokwari, in a press release to suarapapua.com, Monday (27/5/2013).
“I believe the Komite Nasional Papua Barat (KNPB) clearly owns the agenda, and the outcomes, so I’m not going to comment further on this,” he stated.
In Warinussy’s opinion, this current move is significant in the Pacific region and urgently needs to be addressed and supported by the whole Papuan community.
“I say this, because such a move is in accordance with the advice given by the UN Secretary General Ban Ki-moon in Auckland, New Zealand, in September 2010.  SG Ban Ki-moon said that issues facing the Papuan community, like enforcement of civil and political rights, should be brought before the Decolonisation Committee under the UN General Assembly,” he said.
Thus, it’s taken for granted that the struggle in Papua to obtain freedom by political means will be through international mechanisms recognised by the UN. Further, continues Warinussy, the move Papua is making through WPNCL with their proposal to become a member of MSG, is sound diplomatically and in line with the broader struggle to bring the issue of self-determination before the Decolonisation Committee at the UN General Assembly.
“This move can’t just be seen as an initiative of WPNCL but something that’s owned by the whole Papuan community, so that the move can be supported and considered more effectively—and not be disrupted by politicking or factionalism, which could be used to undermine this progressive move,” he finished.  As previously reported in www.tabloidjubi.com, WPNCL is currently lobbying various Pacific nations so that Papua can become a member of MSG and attend the conference this June.

OPM bukan Angkatan Bersenjata, Ia Sebuah Organisasi Politik.


Setiap Kegiatan Gerilyawan di West Papua bukan Kegiatan OPM, tetapi Kegiatan Tentara Revolusi West Papua.


Disampaikan kepada seluruh masyarakat Papua di manapun anda berada, bahwa kita sebagai sebuah bangsa yang bermartabat dan tahu diri tentang jati diri kita dan jati diri perjuangan serta organisasi perjuangan kita, kita tahu persis bahwa OPM (Organisasi Papua Merdeka) bukanlah sebuah organisasi militer atau angkatan bersenjata yang melakukan perlawan terhadap penjajah NKRI dengan cara mengangkat senjata. Sama sekali tidak.

Oleh karena itu, cap-cap, julukan dan stigmatisasi yang dilakukan oleh NKRI selama lebih dari 40 tahun terakhir, bahwa OPM adalah kelompok bersenjata dan berbagai kegiatan militer di Tanah Air adalah kegiatan OPM merupakan kegiatan pembangunan opini yang keliru, yang dengan sengaja dilakukan NKRI secara sistematis selama hampir setengah abad lamanya, dengan tujuan tunggal: MENCAP OPM sebagai Organisasi Bersenjata, dan akhirnya dunia mencap dan menutup pintu politik/diplomasi bagi OPM sehingga tidak dapat melakukan kampanye politik dan lobi-lobi politik dalam pentas politik dunia demi memperjuangan aspirasi Papua Merdeka.


Rakyat Papua memiliki sebuah Angkatan Bersenjata yang hingga 2006 bernama TPN, dan kini telah berganti nama menjadi TRWP – Tentara Revolusi West Papua. TRWP memiliki tugas tunggal, yaitu melakukan peperangan dengan cara mengangkat senjata dan mengganggu keberadaan NKRI di Tanah Papua secara militer, dengan aksi-aksi kekerasan. Tetapi aksi-aksi TRWP saat ini bukan tanpa terukur, bukan secara sembarangan dan bukan secara sporadis, seperti era-era lalu. Kini TRWP mempersiapkan diri untuk melakukan kampanye militer secara profesional dan bermartabat, secara terbuka dan didukung oleh kampanye dan diplomasi OPM di pentas politik dunia, bukan sporadis dengan aksi-aksi terorisme seperti diskenario-kan NKRI.

Organisasi Papua Merdeka, berarti sebuah organisasi, bukan sebuah angkatan. Prinsip inilah yang harus dikenal oleh orang Papua. Sebuah organisasi bukanlah sebuah angkatan bersenjata.
Selain itu, penggabungan nama TPN dengan OPM menjadi TPN/OPM adalah upaya sistematis kolonial NKRI dalam rangka mematikan ruang gerak dan kiprah baik sayap militer maupun sayap politik, tetapi terutama sayap politik perjuangan Papua Merdeka sehingga kedua organisasi tidak memiliki ruang gerak dan kapasitas untuk memperjuangkan Papua Merdeka. Untuk meloloskan diri dari jerat itu, Panglima Tertinggi TPN/OPM telah mengambil kebijakan dengan menyelenggarakan Kongres TPN/OPM I tahun 2006 dan dalam kongres itu telah diputuskan antara lain:

1.      Nama TPN  menjadi Tentara Revolusi West Papua (TRWP);
2.      Organisasi Papua Merdeka (OPM) secara organisasi dan struktural komando            dipisahkan dari TRWP;
3.      Perjuangan Papua Merdeka perlu dibenahi kembali agar kampanye militer dan politik diselenggarakan secara bermartabat dan terbuka.
Oleh karena itu, jangan terpancing oleh permainan NKRI, jangan terbawa arus oleh irama lagu lama yang mereka mainkan. Kini TRWP dan OPM telah membangun sebuah fondasi baru, fondasi yang berakar dan bertiang kuat, sebuah fondasi yang akan membawa bangsa Papua memasuki Papua Merdeka, bukan “Papua Baru” seperti digambarkan Barnabas Suebu, Sang Ondoafi Ifale.
Papua Baru, bukan Papua Merdeka, namanya sudah lain, apalagi isinya? Papua Baru artinya Papua dan Indonesia yang rukun dan damai, tak ada perang, tak ada pemberontakan, tak ada TRWP tak ada OPM.
Organisasi Papua Merdeka adalah Organisasi Induk dari semua organisasi yang memperjuangkan kemerdekaan West Papua, entah Presidium Dewan Papua, entah Dewan Musyawarah Masyarakat Adat Koteka, entah Koalisi Nasional untuk Pembebasan Papua Barat, semuanya hanyalah anak-anak kandung dari OPM.

Kini induk organisasi sedang mempersiapkan diri untuk memperkenalkan wajah barunya. Oleh karena itu, dari Markas Pusat Pertahanan Tentara Revolusi West Papua mengundang semua pihak, baik pendukung Otonomi dan NKRI maupun pendukung Papua Merdeka, di manapun Anda berada, doakanlah supaya Organisasi Papua Merdeka kini berdiri dengan wajah, dengan pempimpin dan dengan program yang tegas dan jelas, dan dengan demikian akan membawa bangsa Papua memasuki kemerdekaannya, seperti yang telah diimpikan mereka yang sudah tiada, mereka yang masih hidup dan rela berkorban dan mereka yang akan lahir.

Dikeluarkan di: Markas Pusat Pertahanan TRWP
Pada Tanggal  : 25 Oktober 2009


Amunggut Tabi, Leut. Gen.TRWP.
BRN: A. 018676

...............................
West Papua Army

DPRD Palang Kantor Bupati Mamteng

JAYAPURA [PAPOS] – Persoalan pemerintahan di kabupaten pemekaran Mamberamo Tengah nampaknya tidak pernah berhenti. Meskipun penjabat Bupati Mamteng sudaj diganti, persoalan seakan tak berujung. Seperti yang terjadi Rabu [5/10] kemarin, kantor bupati dipalang oleh DPRD Mamberamo Tengah [Mamteng].  Mereka menuntut, penjabat bupati tidak menambah kelembagaan di pemerintahan tetapi lebih focus pada Pemilukada.

Ketua DPRD Mamberamo Tengah, Itaman Tago kepada Papua Pos lewat telepon selularnya, Rabu [5/10] mengatakan, rencana penjabat Bupati Mamberamo Tengah, Drs. Ayub Kayame menambah kelembagaan tidak bisa diterima oleh DPRD, kendati sudah dikonsultasikan dengan pihak pemerintah provinsi maupun pemerintah pusat. Pasalnya, DPRD sebagai lembaga legislative tidak dilibatkan dalam pengambilan keputusan atau tanpa sepengetahuan pihak DPRD.
“Kelembagaan di Pemerintah Mamberamo Tengah baru 2 bulan lewat diganti oleh penjabat Bupati sebelumnya. Secara kemanusiaan tidak baik dan kurang menyenangkan hati jika harus mengganti dan menambahg struktur kelembagaan lagi,” kata Itaman.
Menurutnya, perombakan maupun penambahan kelembagaan tidak penting. Karena itu, jika dipaksakan oleh penjabat bupati maka pihak DPRD perlu diberi kepastian di mana penjabat bupati pun, melaksanakan tugas di Kobakma Ibu Kota Mamberamo Tengah hanya 3 hari saja. Selanjutnya penjabat berada di Jayapura sementara staf berada di Kobakma.
Ia menilai, keberadaan penjabat di Jayapura dan membiarkan staf di Kobakma, sama halnya dengan anak ayam yang kehilangan induknya. Karena itu, masyarakat demontrasi agar dikembalikan ke provinsi saja, karena dianggap membuka lahan konflik di Kobakma. “Jika masih mau lanjut menjalankan tugas sebagai penjabat bupati, kami mohon hentikan penambahan kelembagaan,” pintanya tegas.
Pemalangan yang dilakukan lembaga DPRD itu, kata Itaman kemudian, akan terus berlanjut hingga 2 minggu jika tidak direspon baik oleh penjabat bupati. Ia menambahkan, pemalangan yang dilakukan pihak DPRD bukan tidak tanpa alasan yang kuat. Soalnya, penambahan kelembagaan mestinya harus disertai dengan dukungan anggaran.
Sementara sebagai kabupaten yang baru dimekarkan, seharusnya penjabat bupati mempertimbangkan perimbangan belanja public maupun belanja aparatur. Untuk sebuah wilayah baru, mestinya belanja public lebih besar dari pada biaya aparatur, bukan lebih berat anggaran daerah dihabiskan untuk belanja aparatur.
”Kami merasa bahwa ini belum penting dilakukan. Sebaiknya memperhatikan dan memprioritaskan infrastruktur dan bidang-bidang lain karena tahun anggaran ini sudah hampir selesai,” katanya.
Lanjutnya, hal-hal yang dikemukakan tersebut sudah disampaikan secara tertulis tetapi tidak ditanggapi sehingga langkah pemalangan diambil agar menjadi perhatian tidak hanya penjabat bupati tetapi juga Pemerintah Provinsi Papua dan pemerintah pusat.
Hal lain yang juga mendesak, kata Itaman adalah Pemilukada. Kata dia, masyarakat Mamberamo Tengah telah membuat aspirasi dan sudah diantar ke KPU Provinsi Papua tetapi belum juga diakomodir. Permintaan masyarakat itu adalah KPU segera melantik PAW KPUD Mamberamo Tengah dalam waktu dekat, sehingga bisa menjalankan tahapan Pemilukada di wilayah tersebut.
Akomodir Semua Pejabat
Ditempat terpisah, Penjabat Bupati Mamberamo Tengah, Drs. Ayub Kayame, ketika dihubungi Papua Pos untuk meminta tanggapan terkait pemalangan kantor bupati oleh DPRD, mengemukakan, karena ada dualisme kepemimpinan di wilayah itu, ia harus mengambil keputusan yang bisa merangkul semua pihak.
Dengan demikian, kata dia, sesuai dengan arahan dan koordinasi dengan gubernur maupun Depdagri, ia ingin mempersatukan semua kepala SKPD yang ada. Caranya, semua SKPD baik SKPD pada masa kepemimpinan penjabat bupati yang pertama maupun pada masa kepemimpinan penjabat bupati yang kedua, tetap dipakai dengan melakukan perombakan cabinet dan menambah kelembagaan.
“Saya harus merangkul semua, dan mengakomodir semua sehingga tidak ada pejabat yang tidak terpakai, jadi bukan bermaksud mengorbankan rakyat atau mengorbankan siapa-siapa,” terang Kayame.
Ia juga mengatakan, karena pihaknya sudah meminta agar semua staf atau pegawai harus berkantor di Kobakma, maka ia juga meminta kepada pimpinan DPRD agar bicara dengan semua anggota DPRD untuk masuk kantor sehingga bisa duduk bersama untuk berbicara dengan pihak eksekutif demi kemajuan Mamberamo Tengah. ‘’Saya berharap, semua bisa duduk dan berbicara di Kobakma, tidak bicara di luar. Dengan duduk bersama semua komponen, bisa mengambil solusi terbaik untuk Mamberamo Tengah,’’ katanya. [ida]
_________________________________
Sumber: Papuapos

Tak Puas Putusan Hakim, Warga Mamteng Obrak-abrik Pengadilan Jayapura


[JAYAPURA] Puluhan warga asal kabupaten Mamberamo Tengah, Papua, mengobra-abrik Pengadilan Negeri (PN) Klas IA Jayapura di Abepura, Selasa (20/3) siang. Tak ada aparat kepolisian dalam aksi yang berlangsung singkat tersebut.
Mereka melampiaskan amarah dengan merusak ruangan hakim dan memecahkan kaca gedung pengadilan, akibat ketidakpuasan atas vonis bebas hakim dalam pemalsuan tanda tangan bekas Kepala Bagian Kepegawaian Mamberamo Tengah, dengan terdakwa Ham Pagawak.
Kericuhan  massa  karena keinginan mereka bertemu Majelis Hakim untuk meminta penjelasan terkait vonis yang dijatuhkan, namun tidak ditemui. Walau telat datang aparat keamanan segera mengamankan situasi.
Peluang terjadinya kericuhan antara massa sangat besar, karena diluar halaman pengadilan tampak menunggu seratusan massa pendukung Ham Pagawak.
Mereka mengancam akan menyerang massa yang demo apabila melakukan tindakan anarkis.Pihak kepolisian yang dipimpin langsung Kapolresta Jayapura, AKBP Alfred Papare tampak masih melakukan negosiasi dengan kedua pihak.
Sebelumnya, majelis hakim yang diketuai Jack Oktavianus  memvonis bebas  Ham Pagawak, karena tidak terbukti melakukan pemalsuan surat kenaikan pangkat pejabat eselon IV di kabupaten Mamberamo Tengah sebagaimana pasal 263 KUHP.
Sedangkan Ham Pagawak sendiri adalah Kepala Bagian Kepegawaian Mamberamo Tengah dan kini sedang mencalonkan diri sebagai bupati di kabupaten tersebut. Sampai berita ini diturunkan massa masih berkumpul di Pengadilan Negeri Klas IA Jayapura. [154]
_____________________________
Sumber:  Suara Pembaruan
Edisi : Selasa, 20 Maret 2012

Archive

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *