Tampilkan postingan dengan label Free West Papua. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Free West Papua. Tampilkan semua postingan
Organisasi Papua Merdeka (OPM)
TPN-OPM BERTANGGUNGJAWAB ATAS PENEMBAKAN TERHADAP 13 ANGGOTA TNI DI SINAK DAN 2 ANGGOTA TNI DI TINGGINAMBUT PUNCAK JAYA PAPUA
TPN-OPM BERTANGGUNGJAWAB ATAS PENEMBAKAN TERHADAP 13 ANGGOTA TNI DI SINAK DAN 2 ANGGOTA TNI DI TING... Read more
- Laporan : Bocoran Biodata Agen KOPASSUS di Port Numbay
- PERNYATAAN RESMI TPN-OPM PAPUA BARAT
- The national liberation army of west papua Komando markas pusat
- Sebuah Win Papua Barat Dalam Melanesia
- News From Free Papua Movement OPM/TPN
KAMI MILITER PAPUA (TPNPB) BUKAN KSB
Saatnya
Indonesia mengakui Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB)
adalah Komando pertahanan dan keamanan bangsa Papua Barat
![]() |
| http://www.komnas-tpnpb.net |
Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat
.Melakukan perampasan senjata didesa Pos Brimob Kurilik di Kabupaten
Puncak Jaya hari sabtu (04/01/2014). seperti yang dilansir media cetak
maupun media elektronik bukan penyerangan tetapi hanya perampasan.
Kepala staff umum Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB)
Teryanus Satto membenarkan perampasan 8 pucuk senjata pada pukul 16.00
WPB adalah murni oleh personel militer Papua (TPNPB) di Pos Brimob
Kampung Kulirik, Distrik Mulia, Kabupaten Puncak Jaya.
Menurut sumber dari lapangan via telepon
seluler (tidak di sebut identitasnya demi sekutiritasnya) mengatakan
saat pengepungan kami lakukan sebenarnya moment kami tepat untuk
melakukan sapu rata pos Brimob termasuk anggota Brimob yang berjaga saat
itu, sebenarnya kami tidak kompromi kepada siapapun terkecuali rakyat
sipil,Guru sebagai tenaga pendidik,para, Medis,Wartawan dan Rohaniawan
kalau itu kami sangat hargai dan patuhi batasan sudah dalam
aturan-aturan perang Internasional.
Brimob yang berjaga di pos Kurilik
sebenarnya kecoa kecil tinggal di basmikan saja namun kami tidak
dilakukan hal itu karena belum ada Perintah/ komando tembak dari
pimpinan hanya menjadi target utama kami adalah perampasan saja
Perang Internasional Hukum Humaniter atau dikenal juga dengan nama Hukum Perang atau Hukum Sengketa Bersenjata, mengandung asas-asas pokok yaitu asas kepentingan militer(military necessity), asas perikemanusiaan (humanity) dan asas kesatriaan(chivalry). Ketiga asas ini selalu melandasi aturan-aturan yang terdapat di dalam hukum humaniter.
Perampasan 8 pucuk senjata oleh Militer Papua ada kaitan dan ketentuan dari Asas Kepentingan Militer (Military Necessity) Asas ini mengandung arti bahwa suatu pihak yang bersengketa (belligerent)
mempunyai hak untuk melakukan setiap tindakan yang dapat mengakibatkan
keberhasilan suatu operasi militer, namun sekaligus tidak melanggar
hukum perang. Asas kepentingan militer ini dalam pelaksanaannya sering
pula dijabarkan dengan adanya penerapan prinsip pembatasan (limitation principle) dan prinsip proporsionalitas (proportionally principle).
Selanjutnya yang di sebut jus ad Bellum :“ hukum yang mengatur tentang perang” . Juss in bello : Hukum yang berlaku dalam Perang aturan ini :Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) sudah kami pahami dengan cermat .
Hemat kami saat ini Komando Nasional
sedang membangun dan menata kembali manajemen militer di tujuh (7)
wilayah Komando/Koordinasi Militer Papua.Berdasarkan keputusan bersama
KTT TPN-OPM di markas Perwomi Biak yang telah di selenggarakan tanggal
01-05 Mei 2012 lalu. Mengenai 8 pucuk senjata ini, sudah menjadi milik
kami sebagai modal kekuatan untuk pertahanan dan keamanan di internal
militer Papua yang mana Militer sebagai garda depan bangsa dan rakyat
Papua, untuk itu kami mau ingatkan kepada bapak Kapolda – Pangdam
beserta jajarannya di Papua kalian akan kelabakan dan akan kalah banyak
hal di medan pertempuran meskipun kalian datangkan/kerahkan ribuan
pasukan lawan kami dengan peralatan dan kelengkapan modern dengan tujuan
rebut kembali senjata yang sudah pihak kami ..ingat itu mimpi di siang bolong yang tak mungkin terwujud
, strategi dan taktik tempur di medan kami memiliki potensi yang cukup
signifikan dari aspek ruang dan waktu.kalian TNI /POLRI boleh berkutat
di kota saja lindungi rakyat melayu kalian ,saat ini kami belum ada
perintah bersama tentang agenda perang terbuka maupun perang tertutup
tertutup (Opensif maupun Devensif) dengan Indonesia tandas Satto.
Panglima Tinggi TPNPB Gen.Goliath Tabuni
saya menerima laporan dari informan kami dari Timika-Jayapura-Wamena
dan Nabire Indonesia sedang dikerakan ribuan pasukan di angkut dengan
pesawat maupun helicopter rencana mengepung kami guna merebut kembali
senjata yang di rampas oleh Personil kami ,saya mau katakanan alangkah
baiknya datang hadapi kami ceritakan dahulu sama anak isteri,kerabat
sanak saudara dan tetangga , karena datang kesini maksudnya ke Puncak
Jaya pasti pulang tinggal nama, menyangkut perampasan ini baru Pos
Brimob target berikut : Pos Kostrad,Kopasus dan Densus 88 Indonesesia
akan terkecoh suatu saat waktunya tidak lama ini itu baru senjata Jenis
mouser , AK 47 , SS1 8 pucuk saja masih ada target berikut.
Lanjut GT ,hasil
rampasan ini kami akan distribusikan ke wilayah-wilayah lain di Papua
ini ke pasukan yang kekurangan senjata karena kami sendiri dan kabupaten
Tetangga wilayah Pegunungan ini kurang lebih cukup daerah dan wilayah
lain masih minim karena tujuan kami mau perang (Revolusi Total) melawan Indonesia maksud perampasan juga agar orang Indonesia dan Dunia tahu maksud dan tujuan terbesar militer Papua .
Orang Papua sudah selayaknya berdiri
Negara sendiri setara dengan lain di dunia ini untuk Sumber Daya manusia
Papua semua sector sudah oke,tinggal terakhir kunci ada di Militer
Papua cepat lambatnya Papua Merdeka ada di genggaman kami.jika Indonesia
terus kepala keras kami akan hantam terus dengan cara dan gaya kami.
Terakhir kami Tentara Pembeasan Nasional Papua Barat (TPNPB)
selayak kami di akui Militer bukan Kelompok Sipil Bersenjata
(KSB),bukan GPL ataupun GPK tujuan kami jelas untuk merdeka menentukan
nasib sendiri sebagai negara suatu bangsa yang berdaulat secara Politik
maupun Hukum Internasional .
Saatnya bersatu…lawan Tirani Indonesia
SUMBER : Office KOMNAS TPNPB
Peluncuran Situs, Website, Blog WPNLA (West Papua National Liberation Army) Pada Tanggal 1 Desember 2014
Peluncuran Situs, Website, Blog WPNLA (West Papua National Liberation Army) Pada Tanggal 1 Desember 2014
Terkait dengan Pemblokiran situs atau website resmi WPNLA : htt://wpnla.net/ oleh NKRI dan pada waktu yang sama pula website resmi WPNLA - TPNPB berhasil di luncurkan yaitu
http://www.komnas-tpnpb.net/
Dan Pengganti situs atau website yang terblokir htt://wpnla.net/ telah berhasil di ganti dengan
1. http://wpnla.wordpress.com/
2. http://wpnla.blogspot.com/
Terkait dengan Pemblokiran situs atau website resmi WPNLA : htt://wpnla.net/ oleh NKRI dan pada waktu yang sama pula website resmi WPNLA - TPNPB berhasil di luncurkan yaitu
http://www.komnas-tpnpb.net/
Dan Pengganti situs atau website yang terblokir htt://wpnla.net/ telah berhasil di ganti dengan
1. http://wpnla.wordpress.com/
2. http://wpnla.blogspot.com/
Demonstrasi Aliansi Mahasiswa Papua Se-Jawa & Bali Sumpah Pemuda (Papua Students Nasional Commando Regiment/Revolution)di Surabaya Ricuh
Demonstrasi Aliansi Mahasiswa Papua Se-Jawa & Bali Sumpah Pemuda (Papua Students Nasional Commando Regiment/Revolution)di Surabaya Ricuh
Aliansi Mahasiswa Papua Se-Jawa & Bali Sumpah Pemuda (Papua Students Nasional Commando Regiment/Revolution)di Surabaya Ricuh
Metrotvnews.com, Surabaya: Unjuk rasa sejumlah
mahasiswa di depan Gedung DPRD Kota Surabaya, Jawa Timur, ricuh, Senin
(28/10). Mahasiswa baku pukul dengan petugas keamanan.
Keributan pecah ketika petugas keamanan menghalangi niat mahasiswa masuk ke Gedung Dewan. Mahasiswa yang emosi membalas dengan pukulan. Baku hantam pun tak bisa dihindari.
Tapi keributan tak lama. Saling jual beli pukulan antara mahasiswa dan petugas keamanan berhenti setelah salah seorang anggota Dewan bersedia menemui demonstran.
Demonstran menuntut, pemerintah segera mengisi pos wakil wali kota Surabaya, yang sudah lama kosong. Mahasiswa mengancam kembali berdemo jika aspirasi mereka tidak digubris.
Keributan pecah ketika petugas keamanan menghalangi niat mahasiswa masuk ke Gedung Dewan. Mahasiswa yang emosi membalas dengan pukulan. Baku hantam pun tak bisa dihindari.
Tapi keributan tak lama. Saling jual beli pukulan antara mahasiswa dan petugas keamanan berhenti setelah salah seorang anggota Dewan bersedia menemui demonstran.
Demonstran menuntut, pemerintah segera mengisi pos wakil wali kota Surabaya, yang sudah lama kosong. Mahasiswa mengancam kembali berdemo jika aspirasi mereka tidak digubris.
Editor: Ichoel
A'aLAPAME: Para Pemimimpin Pemerintahan di Propinsi Papua dan Papua Barat, Bicaralah, jangan hanya diam
| Logo Corp@2013 A'aLAPAME |
Lanny Jaya Post
| Forum Ikatan Keluarga Besar Pelajar Dan Mahasiswa Kabupaten Lanny
Jaya, Tolikara, Puncak Jaya, Mamberamo Tengah, Jahukimo, Dan Yalimo yang tergabung dalam "A'aLAPAME Group"
di kota study Se-Malang Raya Jawa Timur meminta seluruh para Pemimimpin
di Pemerintahan Propinsi Papua dan Papua Barat beranilah bersuara dan
tidak tinggal diam saat masyarakatnya diserang lawan-lawan kolonial
Indonesia. Sejauh ini, Para pelajar dan mahasiswa papua di pulau jawa
(Malang) sudah bertindak tegas terhadap anggota tiap kabupaten untuk
meninggkatkan diskusi rutin dan forum-forum resmi demi perjuangan
kemerdekaan Negara Republik Papua Barat (Republic Of West Papua)
, sehingga serangan ideologi tentang kemerdekaan rakyat papua barat
dari sejumlah pihak, menjadi tidak berdasar dan mesti ditanggapi.
"Kalau kita tahu tidak adil dan serangan kepada orang papua kita
melampaui batas-batas dan kepatutannya, maka para pemimpin papua yang
ada di DPRI, tingkat propinsi, tinkat kabupaten dampai tingkat desa
harus bicara. Jangan hanya diam, jangan tiarap, apa saudara takut?
Mungkin yang takut dan tiarap itu pemimpin papua yang membunuh rakytnya
sendiri, dan tidak mau merdeka Saudara semua mengapa harus takut?
Mengapa digebuki, dihabisi rakyatnya oleh NKRI diam saja," Kata M.Lood
Wenda Katua A'aLAPAME Group saat forum mahasiswa papua pegunungan persiapan menyambut HUT Republic of West Papua, (28/11).
Seruan Ketua A'aLAPAME Group
M.Lood Wenda itu disambut teriakan-teriakan lantang Freedom For West
Papua. Mereka setuju dengan seruan tersebut. Total ada sekitar 102 orang
hadir pada pertemuan/forum itu.
"Kalau para pemimpin papua dan papuaa barat yang bergerak lantang di
sini tidak setuju dengan apa yang diserangkan kepada kita, sekali lagi,
bicaralah. Bicaralah para anggota DPR RI, bicaralah para pemimpin dan
fungsionaris partai pusat dan di daerah. Kalau oarng papua diserang dan
dihabisi, belalah," kata M.L.Wenda sebagai Ketua A'aLAPAME Group Malang,.
Seruan A'aLAPAME Group :
KAMI
INGIN MERDEKA, KAMI MAU MERDEKA, KAMI INGIN BEBAS DARI NKRI, KAMI INGIN
MEMNENTUKAN NASIB SENDIRI, KAMI MENUNTUT KEBENARAN DAN KEADILAN
KAMI
TIDAK MAU PEMBANGUNAN DI PAPUA, KAMI TIDAK SETUJU UP4B DI PAPUA, KAMI
TIDAK BUTUH KESEJAHTRAAN . KAMI TIDAK BUTUH SEGALA MACAM PROGRAM DI
PAPUA , KAMI TADAK MAU NKRI CAMPUR TANGAN SEGALA BENTUK APAPUN DI
PAPUA.
KAMI TIDAK BUTUH KESEJAHTRAAN ATAU SEGALA MACAM, TAPI KAMI HANYA INGIN MERDEKA.
Surat buat Wakil Rakyat
dinyayikan oleh Iwan Fals, syair oleh Ma'mun
dari Salam Reformasi -- 12/99 -- PT Musika Studio
dinyayikan oleh Iwan Fals, syair oleh Ma'mun
dari Salam Reformasi -- 12/99 -- PT Musika Studio
Untukmu yang duduk
sambil diskusi
Untukmu yang biasa bersafari
Di sana di gedung DPR
Untukmu yang biasa bersafari
Di sana di gedung DPR
Wakil rakyat kumpulan orang hebat
Bukan kumpulan teman-teman dekat
Apalagi sanak famili
Bukan kumpulan teman-teman dekat
Apalagi sanak famili
Di hati dan lidahmu kami berharap
Suara kami tolong dengar, lalu sampaikan
Suara kami tolong dengar, lalu sampaikan
Jangan ragu jangan takut karang menghadang
Bicaralah yang lantang jangan hanya diam
Bicaralah yang lantang jangan hanya diam
Di kantong safarimu kami titipkan
Masa depan kami dan negeri ini
Dari Sabang sampai Merauke
Masa depan kami dan negeri ini
Dari Sabang sampai Merauke
Saudara dipilih bukan dilotre
Meski kami tak kenal siapa saudara
Meski kami tak kenal siapa saudara
Kami tak sudi memilih para juara
Juara diam, juara he'eh juara ha... ha...ha!
Juara diam, juara he'eh juara ha... ha...ha!
Untukmu yang duduk
sambil diskusi
Untukmu yang biasa bersafari
Di sana di gedung DPR
Untukmu yang biasa bersafari
Di sana di gedung DPR
Di hati dan lidahmu kami berharap
Suara kami tolong dengar, lalu sampaikan
Suara kami tolong dengar, lalu sampaikan
Jangan ragu jangan takut karang menghadang
Bicaralah yang lantang jangan hanya diam
Bicaralah yang lantang jangan hanya diam
Wakil rakyat seharusnya merakyat
Jangan tidur waktu sidang soal rakyat
Wakil rakyat bukan paduan suara
Hanya tahu nyanyian lagu setuju
Jangan tidur waktu sidang soal rakyat
Wakil rakyat bukan paduan suara
Hanya tahu nyanyian lagu setuju
[diulangi]
Demo di Surabaya, Mahasiswa Tuntut Papua Merdeka
Aksi mahasiswa Papua Se-Jawa & Balidi Surabaya.
SURABAYA, KOMPAS.com — Puluhan mahasiswa Papua
menggelar aksi unjuk rasa di depan gedung negara Grahadi Surabaya, Senin
(2/12/2013). Mereka mendesak pemerintah memberikan hak kemerdekaan
untuk rakyat Papua.
Kelompok mahasiswa yang menamakan diri Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) itu menggelar aksi dengan mengenakan pakaian adat Papua. Mereka berjalan kaki dari Jalan Raya Darmo menuju Jalan Gubernur Suryo.
Selain membawa spanduk berisi tuntutan Papua merdeka, mereka juga membagi-bagikan selebaran kepada para pengguna jalan.
"Sudah lama kami dieksploitasi oleh Pemerintah Indonesia. Sudah saatnya rakyat Papua untuk menentukan masa depannya," kata salah satu peserta aksi, Domingus Wangea.
Jika pemerintah tidak menghendaki kemerdekaan warga Papua, para mahasiswa Papua yang menempuh pendidikan tinggi di Jawa dan Bali itu menuntut pemerintah menarik dan menghentikan pengiriman pasukan TNI dan Polri dari dan ke Papua, dan menghentikan segala macam produk hukum dan politik dari Papua.
"Kami minta pemerintah memberlakukan otonomi khusus untuk wilayah Papua, pemekaran, dan pembentukan Unit Percepatan Pembangunan Provinsi Papua dan Papua Barat (UP4B)," tambahnya.
Aksi yang sempat memacetkan arus lalu lintas itu dikawal ketat oleh puluhan jajaran polisi dari Polrestabes Surabaya dengan bersenjata lengkap.
Kelompok mahasiswa yang menamakan diri Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) itu menggelar aksi dengan mengenakan pakaian adat Papua. Mereka berjalan kaki dari Jalan Raya Darmo menuju Jalan Gubernur Suryo.
Selain membawa spanduk berisi tuntutan Papua merdeka, mereka juga membagi-bagikan selebaran kepada para pengguna jalan.
"Sudah lama kami dieksploitasi oleh Pemerintah Indonesia. Sudah saatnya rakyat Papua untuk menentukan masa depannya," kata salah satu peserta aksi, Domingus Wangea.
Jika pemerintah tidak menghendaki kemerdekaan warga Papua, para mahasiswa Papua yang menempuh pendidikan tinggi di Jawa dan Bali itu menuntut pemerintah menarik dan menghentikan pengiriman pasukan TNI dan Polri dari dan ke Papua, dan menghentikan segala macam produk hukum dan politik dari Papua.
"Kami minta pemerintah memberlakukan otonomi khusus untuk wilayah Papua, pemekaran, dan pembentukan Unit Percepatan Pembangunan Provinsi Papua dan Papua Barat (UP4B)," tambahnya.
Aksi yang sempat memacetkan arus lalu lintas itu dikawal ketat oleh puluhan jajaran polisi dari Polrestabes Surabaya dengan bersenjata lengkap.
Editor : Farid Assifa
Negara - Negara Melanesia Galang Dukungan Untuk Kembalikan Kebebasan Papua Barat
Oleh : Airileke Ingram dan Jason MacLeod
Jayapura - Pemimpin Papua Nugini dan negara Melanesia lainnya
menunjukkan dukungan mereka untuk pembebasan Papua Barat. Bob Carr
bergerak melawan arus regional, tulis Airileke Ingram dan Jason MacLeod
Dukungan Melanesia untuk Pembebasan Papua Barat selalu tinggi. Berjalan di seluruh Papua Nugini Anda akan sering mendengar orang berkata bahwa Papua Barat dan Papua Nugini adalah “Wanpela Graun” – satu tanah – dan bahwa Papua Barat di sisi lain perbatasan adalah keluarga dan kerabat.
Di Kepulauan Solomon, Kanaky, Vanuatu dan Fiji orang akan memberitahu Anda bahwa “Melanesia belum bebas sampai Papua Barat bebas”. Masyarakat di bagian Pasifik ini sangat menyadari bahwa orang Papua Barat terus hidup di bawah ancaman senjata.
Kemungkinan Perubahan.
Rabu terakhir 6 Maret 2013, Powes Parkop, Gubernur Distrik Ibu Kota Nasional, Papua Nugini menancapkan “warna” nya tegas ke “tiang”. Di depan kerumunan 3000 orang Gubernur Parkop menegaskan bahwa “tidak ada pembenaran, sejarah hukum, agama, atau moral bagi pendudukan Indonesia di Papua Barat”.
Menyambut pemimpin Papua, Benny Wenda, yang berada di Papua New Guinea sebagai bagian dari tur global, Gubernur mengatakan bahwa saat Wenda berada di Papua New Guinea, “tidak ada yang akan menangkapnya, tidak ada yang akan menghentikannya, dan ia dapat merasa bebas untuk mengatakan apa yang ingin ia katakan. ” Ini merupakan hak dasar yang ditolak di Papua Barat, yang terus menerus ditangkap, disiksa dan dibunuh hanya karena warna kulit mereka.
Gubernur Parkop, yang merupakan anggota dari Parlemen Internasional untuk Papua Barat, yang kini memiliki perwakilan di 56 negara, melanjutkan kegiatannya dengan meluncurkan kampanye Pembebasan Papua Barat. Dia berjanji untuk membuka kantor, mengibarkan bendera Bintang Kejora dari City Hall dan menjanjikan dukungannya untuk tur musisi Melanesia untuk Pembebasan Papua Barat.
Gubernur Parkop Tak Lagi Sendirian di Melanesia Menyerukan Perubahan.
Tahun lalu Perdana Menteri Papua Nugini, Peter O’Neil “merusak” tradisi hubungan dengan Indonesia setelah mengingatkan publik dengan memberikan respon terhadap Pemerintah Indonesia atas kekerasan negara yang sedang berlangsung, pelanggaran hak asasi manusia dan kegagalan pemerintahan. Tergerak oleh 4000 perempuan dari Gereja Lutheran, O’Neill mengatakan kekhawatirannya tentang HAM terhadap pemerintah Indonesia.
Sekarang Gubernur Parkop ingin menemani Perdana Menteri dalam kunjungan ke Indonesia untuk mempresentasikan gagasannya kepada Indonesia tentang cara memecahkan konflik Papua Barat sekali dan untuk semua.
Komentator terkenal PNG, Emmanuel Narakobi berkomentar di blog-nya tentang usulan pendekatan multi-cabang dari Parkop, bagaimana memobilisasi opini publik di PNG tentang Papua Barat. “Mungkin adalah pertama kalinya saya mendengar rencana yang sebenarnya tentang bagaimana mengatasi masalah ini (Papua Barat)”. Melalui radio Gubernur Parkop menuduh Menteri Luar Negeri Australia Bob Carr tidak serius menangani isu Papua Barat, melainkan “membersihkannya di bawah karpet.”
Di Vanuatu, partai-partai oposisi, Malvatumari Nasional Dewan Chiefs dan uskup Anglikan dari Vanuatu serta Pendeta James Ligo mendesak pemerintah Vanuatu untuk mengubah posisi mereka terhadap isu Papua Barat. Ligo baru-baru ini berada di Sidang Dewan Gereja Pasifik di Honiara, Kepulauan Solomon, yang mengeluarkan sebuah resolusi mendesak Dewan Gereja Dunia untuk menekan PBB untuk mengirim tim pemantau ke wilayah Papua Indonesia.
“Kita tahu bahwa Vanuatu telah mengambil sisi-langkah itu (masalah Papua Barat) dan kita tahu bahwa pemerintah kita mendukung status pengamat di Indonesia pada MSG (Melanesian Spearhead Group), kita tahu itu. Tapi sekali lagi, kami juga percaya bahwa sebagai gereja kami memiliki hak untuk mengadvokasi dan terus mengingatkan negara-negara dan para pemimpin kita untuk khawatir tentang saudara-saudara Papua Barat kami yang menderita setiap hari.” kata Ligo.
Masyarakat Papua Barat juga mengorganisir diri mereka, bukan hanya di dalam negeri di mana kemarahan moral terhadap kekerasan negara Indonesia yang sedang berlangsung, tetapi juga di regional. Sebelum kunjungan Benny Wenda ke Papua Nugini, perwakilan Koalisi Nasional Papua Barat untuk Kemerdekaan yang berbasis di Vanuatu resmi diajukan untuk mendapatkan status pengamat di MSG dalam pertemuan MSG tahun ini yang dijadwalkan akan digelar di New Kaledonia pada bulan Juni. New Caledonia, tentu saja, adalah rumah lain dari perjalanan panjang perjuangan penentuan nasib sendiri bangsa-bangsa Melanesia. Di Vanuatu Benny Wenda menambahkan dukungan untuk langkah tersebut, dengan menyerukan pada organisasi perlawanan Papua yang berbeda untuk mendukung “agenda bersama untuk kebebasan”. Sebuah keputusan tentang apakah Papua Barat akan diberikan status pengamat pada pertemuan MSG tahun ini akan dilakukan secepatnya.
Di Australia Bob Carr mungkin mencoba untuk meredam semakin besarnya dukungan publik untuk Pembebasan Papua Barat tapi di Melanesia arus bergerak ke arah yang berlawanan.*
Sumber http://newmatilda.com/2013/03/18/melanesians-line-back-free-west-papua
![]() |
| Powes Parkop dan Benny Wenda (AK Rockefeller) |
Dukungan Melanesia untuk Pembebasan Papua Barat selalu tinggi. Berjalan di seluruh Papua Nugini Anda akan sering mendengar orang berkata bahwa Papua Barat dan Papua Nugini adalah “Wanpela Graun” – satu tanah – dan bahwa Papua Barat di sisi lain perbatasan adalah keluarga dan kerabat.
Di Kepulauan Solomon, Kanaky, Vanuatu dan Fiji orang akan memberitahu Anda bahwa “Melanesia belum bebas sampai Papua Barat bebas”. Masyarakat di bagian Pasifik ini sangat menyadari bahwa orang Papua Barat terus hidup di bawah ancaman senjata.
Kemungkinan Perubahan.
Rabu terakhir 6 Maret 2013, Powes Parkop, Gubernur Distrik Ibu Kota Nasional, Papua Nugini menancapkan “warna” nya tegas ke “tiang”. Di depan kerumunan 3000 orang Gubernur Parkop menegaskan bahwa “tidak ada pembenaran, sejarah hukum, agama, atau moral bagi pendudukan Indonesia di Papua Barat”.
Menyambut pemimpin Papua, Benny Wenda, yang berada di Papua New Guinea sebagai bagian dari tur global, Gubernur mengatakan bahwa saat Wenda berada di Papua New Guinea, “tidak ada yang akan menangkapnya, tidak ada yang akan menghentikannya, dan ia dapat merasa bebas untuk mengatakan apa yang ingin ia katakan. ” Ini merupakan hak dasar yang ditolak di Papua Barat, yang terus menerus ditangkap, disiksa dan dibunuh hanya karena warna kulit mereka.
Gubernur Parkop, yang merupakan anggota dari Parlemen Internasional untuk Papua Barat, yang kini memiliki perwakilan di 56 negara, melanjutkan kegiatannya dengan meluncurkan kampanye Pembebasan Papua Barat. Dia berjanji untuk membuka kantor, mengibarkan bendera Bintang Kejora dari City Hall dan menjanjikan dukungannya untuk tur musisi Melanesia untuk Pembebasan Papua Barat.
Gubernur Parkop Tak Lagi Sendirian di Melanesia Menyerukan Perubahan.
Tahun lalu Perdana Menteri Papua Nugini, Peter O’Neil “merusak” tradisi hubungan dengan Indonesia setelah mengingatkan publik dengan memberikan respon terhadap Pemerintah Indonesia atas kekerasan negara yang sedang berlangsung, pelanggaran hak asasi manusia dan kegagalan pemerintahan. Tergerak oleh 4000 perempuan dari Gereja Lutheran, O’Neill mengatakan kekhawatirannya tentang HAM terhadap pemerintah Indonesia.
Sekarang Gubernur Parkop ingin menemani Perdana Menteri dalam kunjungan ke Indonesia untuk mempresentasikan gagasannya kepada Indonesia tentang cara memecahkan konflik Papua Barat sekali dan untuk semua.
Komentator terkenal PNG, Emmanuel Narakobi berkomentar di blog-nya tentang usulan pendekatan multi-cabang dari Parkop, bagaimana memobilisasi opini publik di PNG tentang Papua Barat. “Mungkin adalah pertama kalinya saya mendengar rencana yang sebenarnya tentang bagaimana mengatasi masalah ini (Papua Barat)”. Melalui radio Gubernur Parkop menuduh Menteri Luar Negeri Australia Bob Carr tidak serius menangani isu Papua Barat, melainkan “membersihkannya di bawah karpet.”
Di Vanuatu, partai-partai oposisi, Malvatumari Nasional Dewan Chiefs dan uskup Anglikan dari Vanuatu serta Pendeta James Ligo mendesak pemerintah Vanuatu untuk mengubah posisi mereka terhadap isu Papua Barat. Ligo baru-baru ini berada di Sidang Dewan Gereja Pasifik di Honiara, Kepulauan Solomon, yang mengeluarkan sebuah resolusi mendesak Dewan Gereja Dunia untuk menekan PBB untuk mengirim tim pemantau ke wilayah Papua Indonesia.
“Kita tahu bahwa Vanuatu telah mengambil sisi-langkah itu (masalah Papua Barat) dan kita tahu bahwa pemerintah kita mendukung status pengamat di Indonesia pada MSG (Melanesian Spearhead Group), kita tahu itu. Tapi sekali lagi, kami juga percaya bahwa sebagai gereja kami memiliki hak untuk mengadvokasi dan terus mengingatkan negara-negara dan para pemimpin kita untuk khawatir tentang saudara-saudara Papua Barat kami yang menderita setiap hari.” kata Ligo.
Masyarakat Papua Barat juga mengorganisir diri mereka, bukan hanya di dalam negeri di mana kemarahan moral terhadap kekerasan negara Indonesia yang sedang berlangsung, tetapi juga di regional. Sebelum kunjungan Benny Wenda ke Papua Nugini, perwakilan Koalisi Nasional Papua Barat untuk Kemerdekaan yang berbasis di Vanuatu resmi diajukan untuk mendapatkan status pengamat di MSG dalam pertemuan MSG tahun ini yang dijadwalkan akan digelar di New Kaledonia pada bulan Juni. New Caledonia, tentu saja, adalah rumah lain dari perjalanan panjang perjuangan penentuan nasib sendiri bangsa-bangsa Melanesia. Di Vanuatu Benny Wenda menambahkan dukungan untuk langkah tersebut, dengan menyerukan pada organisasi perlawanan Papua yang berbeda untuk mendukung “agenda bersama untuk kebebasan”. Sebuah keputusan tentang apakah Papua Barat akan diberikan status pengamat pada pertemuan MSG tahun ini akan dilakukan secepatnya.
Di Australia Bob Carr mungkin mencoba untuk meredam semakin besarnya dukungan publik untuk Pembebasan Papua Barat tapi di Melanesia arus bergerak ke arah yang berlawanan.*
Sumber http://newmatilda.com/2013/03/18/melanesians-line-back-free-west-papua
TPN-OPM Tembak 13 Anggota TNI Pada Kamis 21 Februari 2013 di Sinak, dan Dua Anggota TNI di Tingginambut, Puncak Jaya Papua
TPN-OPM BERTANGGUNGJAWAB ATAS PENEMBAKAN TERHADAP 13 ANGGOTA TNI DI SINAK DAN 2 ANGGOTA TNI DI TINGGINAMBUT PUNCAK JAYA PAPUA
Papua - TPN-OPM Tembak 13 Anggota TNI Pada Kamis 21 Februari 2013 di Sinak, dan Dua Anggota TNI di Tingginambut, Puncak Jaya Papua
Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka
(TPN-OPM), Menembak mati 13 Anggota TNI dari Koranmil Sinak, Kodim
1714/Puncak Jaya di Kampung Tanggulinik, Distrik Sinak, Kabupaten Puncak
Jaya, (Kamis 21/2/2013) pukul 10.30 wp kemarin. Tigabelas anggota TNI yang berhasil ditembak mati leh TPN di Sinak
adalah saat menuju Bandara Sinak untuk mengambil radio dari Nabire.
Tigabelas TNI yang tewas diantaranya: Sertu Udin, Sertu Frans, Sertu
Romadhon, Pratu Mustofa, Sertu Edy, Praka Jojon, Praka Wempi dan enam
lainnya belum diketahui identitas.
Beberapa Surat kabar maupun Tv dikabarkan bahwa TPN-OPM tembak 8 anggota
TNI di Puncak Jaya adalah penipuan. Hal dikatakan oleh salah satu
anggota TPN saat melaporkan peristiwa tersebut kepada admin WPNLA, dari
dataran tinggi setelah ia mendapatkan signal jaringan telkomsel, melalui
telepon selulernya. Bahwa “kami tembak anggota TNI di Sinak 13 orang
dan di Tingginambut 2 anggota TNI”. Ditanya terkait, penembakan di
Sinak dan di Tingginambut atas Komando siapa? “ ya kami tembak TNI di
Sinak dan di Tingginambut atas perintah Panglima Tinggi TPN-OPM Gen.
Goliath Tabuni” kata anggota TPN yang namanya tidak mau dipublikasi itu.
Dua anggota TNI yang dibakarkan ditembak oleh TPN-OPM di distrik
Tingginambut Kampung Guragi, Kabupaten Punjak Jaya pada (Kamis
22/2/2013), pukul 09.00 wp adalah Satgas TNI atas nama Pratu Wahyu Bowo
tewas dengan luka tembak di bagian dada dan leher. Satunya, korban
luka-luka Danpos Satgas atas nama Lettu Inf Reza yang tertembak di
lengan bagian kiri.
Informasi terkait juga dilaporkan oleh salah satu warga di Mulia kota
Kabupaten Puncak Jaya. Ditanya, bagaimana proses evakuasi mayat anggota
TNI? “Korban dari Tingginambut sedang dirawat RS di Mulia. Korban luka
para masih koma, pasti akan meninggal. Pagi ini 13 kantong mayat dikirim
dari Sinak ke Mulia untuk dievakuasi ke Jayapura, ujarnya.
Tambahan dari sumber yang diwawancarai Admin WPNLA via telpon seluler.
mengatakan bahwa situasi sementara di Mulia “ saat inipun kami tidak
aman di kota disini kami takut, lebih para lagi masyarakat di
Tingginambut dan Sinak mereka semua mengungsi ke hutan. Karena, TNI,
Brimob sedang kejar TPN-OPM, jadi semua masyarakat takut lari ke hutan”,
kata seorang warga di Mulia.
Selanjutnya, Salah satu anggota TPN yang melaporkan peristiwa kepada
Admin WPNLA mengatakan bahwa, “Komandan Murib bilang kalau anggota TNI
dan BRIMOB berusaha kejar kami, berarti kami siap tembak dan pasukan
TPN-OPM tidak akan mundur, TPN akan bertahan terus dan lawan TNI/POLRI”,
pungkasnya.
Kata sumber, “Komandan Murib” artinya yang mengatakan “Komandan Operasi
Lekagak Gemanus Telenggen. Tambah sumber lagi, “pagi ini kami tembak
pilot helicopter dari gunung”. Helicopter yang kami tembak adalah milik
TNI, saat melakukan evakuasi korban tersebut. Namun karena, TPN-OPM tembak Pilot Helikopter, sehingga tidak jadi
evakuasi melalui udarah menggunakan helicopter, maka helicopter tersebut
kembali ke Mulia.
Penembakan 15 Anggota TNI kali ini merupakan, Sikap Panglima Tinggi
TPN-OPM Gen.Goliath Tabuni, bahwa berdasarkan dirinya dilantik
menjadi
Panglima Tinggi TPN-OPM pada 11 Desember 2012 di Tingginambut. Dalam
pidatonya “ saya diangkat sebagai panglima tinggi TPN-OPM sesuai
hasil Konferensi Tingkat Tinggi TPN-OPM di Biak pada 1-5 Mei 2012, dan
siap memimpin TPN-OPM serta siap melaksanakan Revolusi Tahapan ataupun
Revolusi Total guna memperoleh Hak Politik Menentukan Nasib Sendiri
(Self Determination) bagi Bangsa dan Rakyat Papua Barat.
Sesuai Resolusi KTT TPN-OPM di Biak, saya sebagai Panglima Tinggi
TPN-OPM siap bertanggungjawab dan Siap lakukan revolusi tahapan dan akan
dilanjutkan dengan Revolusi total, sambil mengatur dan membenahi
structural TPN-OPM sesuai standar Internasional.
Notes:
TPN-OPM anggap bahwa semua orang Indonesia yang telah dan sedang cari
makan dan mencuri kekayaan orang asli Papua adalah penjajah dan Musuh
Rakyat bangsa Papua Barat. Dengan dasar itu, TPN-OPM siap membersihkan
secara menyeluruh dari tanah leluhur bangsa Papua.
TPN-OPM juga memperingatkan kepada orang Melayu Indonesia yang ada di
Papua segera gulung Tikat dan pulang kampung, karena TPN-OPM siap
melaksanakan Revolusi Tahapan dan Revolusi Total.
Kantor Free West Papua Campaign (FWPC) telah secara resmi menjadi organ yang mengkampanyekan Papua Merdeka “Itu bukan kantor OPM, itu kantor Free West Papua Campaign”
Kantor Free West Papua Campaign (FWPC) telah secara resmi menjadi
organ yang mengkampanyekan Papua Merdeka “Itu bukan kantor OPM, itu
kantor Free West Papua Campaign”
![]() |
| kantor Free West Papua Campaign |
Sebagai tindak-lanjut pemisahan organisasi politik perjuangan Papua, Organisasi Papua Merdeka (OPM) dari sayap militer yang dulunya disebut Tentara Pembebasan Nasional menjadi Tentara Revolusi West Papua (TRWP), maka kini kantor Free West Papua Campaign (FWPC) telah secara resmi menjadi organ yang mengkampanyekan Papua
Merdeka di pentash politik dan diplomasi internasinal. Berbagai
tanggapan telah muncul. Tanggapan NKRI dan media-massa NKRI, kantor Free
West Papua Campaign ialah kantor OPM (Organisasi Papua Merdeka). Akan tetapi, General TRWP Mathias Wenda menyatakan,
“Itu bukan kantor OPM, itu kantor Free West Papua Campaign”
Apa maksudnya?
Maksudnya jelas, kantor OPM bukan berbasis di tanah orang lain, tetapi ia berbasis di Tanah Papua. Kata Gen. Wenda,
OPM ada di Tanah Papua, bukan ada di luar negeri. Jadi jangan kita terbawa arus wacana dan pemikiran penjajah. Ini yang saya sebut orang Papua tukang jemput bola dari lawan politik, tidak tahu bola apa yang mereka sendiri sedang mainkan.
Selanjutnya terkait wacana pendirian kantor OPM di Port Moresby, yang dikemukakan oleh elemen perjuangan Papua Merdeka dan ditanggapi berbagai pihak, terutama Konsulat Jenderal NKRI di Vanimo, Papua New Guinea, General Mathias Wenda menyatakan,
Kita jangan main lompat seperti kutu-anjing. Kita tidak berpolitik sporadis seperti dulu. Dulu saya pimpin gerilyawan melakukan serangan mendadak dan tiba-tiba dan lebih menanggapi operasi-operasi NKRI, tetapi sekarang saya sudah serahkan perjuangan ini ke tangan anak-anak yang melakukan perjuangan secara profesional, jadi jangan ada pihak-pihak yang melakukan drama-drama politik yang amatiran dan tidak perlu sama sekali, apalagi merugikan perjuangan Papua Merdeka. Ini permainan NKRI! Siapa bilang kantor OPM di Port Moresby? Itu permainan musuh! Kantor OPM ada di Tanah Papua!
Selanjutnya dinyatakan bahwa kita tidak perlu memainkan politik
amatiran dan politik jemput bola orang lain. Kita harus melempar bola
sendiri dan memainkan bola sendiri dan memancing lawan politik untuk
menanggapinya. Juga kita jangan memainkan politik pragmatis. Kita mau
mendirikan negara, bukan melakukan reformasi di dalam NKRI. Kalau
perjuangan kita seperti ini, tidak akan ada dukungan dari dunia
internasional. Kita harus tahu apa yang dilakukan Benny Wenda, dkk.
Gen. Wenda berpesan,
Anak-anak semua jangan mainkan politik amatiran dan pragmatis. Jangan mainkan politik jangka pendek. Tolong anak-anak ikuti langkah Sekretariat-Jenderal TRWP dan kantor Free West Papua Campaign berbasis di Oxford, United Kingdom of Great Briatain.
SOLUSI PAPUA MERDEKA ADALAH LAPANGAN PERANG
![]() |
| KOMANDO INTELJEN TPN.PB, TRWP, WPNCLA |
Isu Kemederkaan Papua Barat secara Damai dan tanpa Perlawanan Baku Bunuh atau Revolusi Total dengn Indonesia di Arena Pelosok Tanah Papua, maka Isu Kemerdekaan pun akan redah dan hilang seputar dalam dalam Nasional indonesia atau di tanah Papua, Sebuah Perjuangan Kemerdekaan Negara adalah butuh Pengorbanan secara Kejam dan Balas dendam baku bunuh secara terang-terangan untuk merebut Tanah Papua Barat.
Perjuangan orang Papua sementara hanya mengundang taruhan Nayawanya sendiri oleh sebab itu perlu ketahui bersama2 bahwa Perjuang adalah Revolusi total bukan hanya perjuangan secara pelan-pelan tanpa kejam. Pertimbangan buat bapak-bapak pejuang Papua yang biasa keluar masuk ke luar negeri Perlu pikirkan bahwa harus ada Janji Politik dengan salah satu negara untuk Melobi Senjata,Jurnalis,dan Medis untuk persiapan pada saat medan Pertempuran,Bukannya urus keluar masuk hanya surat dan janji politik yang tidak masuk akal tidak.
Seluruh Orang Papua Gelar apapun, Jabatan apapun tinggal taruhan nyawa di bawah sayapnya Inonesia, bahwa Memang kamu seoarang Gubernur,Bupati,Camat, DPR,DPRP ,KPU, bahkan Pejabat-pejabat atau PNS atau punya CV,dan PT atau Punya Usaha lainnya, tetapi kalau tidak berbicara tentang kemerdekaan Papua Barat,NyawaMu, Nyawa anak2Mu dan Nyawa seluruh keluargaMu akan copot oleh NKRI maka Kamu akan Menangis dan Menyesal.
Perjuangan tanpa kejam atau Baku Bunuh Hanya Mengundang semua Orang Papua Habis, Maka semua Organ Papua Merdeka Perlu Memiliki Karakter seperti TPN- (Tentara Pembebasan Papua Barat) Untuk Menuju Revolusi Total. RAW IS WAR OR SUICIDE SOLUTION FOR FREEDOM IN PAPUAN REVOLUTION PERJUANG SECARA DAMAI DAN PELAN HANYA MENDATANGKAN MURKA BAGI SELURUH ORANG PAPUA DALAM SEKEJAP SAJA. (FREEDOM WEST PAPUA)
Diplomatic steps by WPNCL under international mechanisms
![]() |
WPNCL |
PAPUA, Manokwari – The latest development concerning the
diplomatic struggle in West Papua is the submission of a proposal by
Papua to be accepted as a member of the Melanesian Spearhead Group (MSG). The group will hold a conference in Noumea, New Caledonia in June
2013. This step is in accordance with the international mechanisms of
the UN.
The West Papua National Coalition for Liberation (WPNCL) is pushing
for this inclusion and it should be viewed as a progressive step, owned
by the Papuan majority struggling for the enforcement of civil and
political rights.
“This move by the WPNCL shouldn’t be disrupted by other efforts
within the Papuan struggle, or from organisations like Presidium Dewan
Papua (PDP), West Papua National Authority (WPNA), Komite Nasional
Pemuda Papua (KNPP), or Negara Republik Federal Papua Barat (NRFPB), or
any other political groups,” said Yan Christian Warinussy, Executive
Director of LP3BH Manokwari, in a press release to suarapapua.com, Monday (27/5/2013).
“I believe the Komite Nasional Papua Barat (KNPB) clearly owns the
agenda, and the outcomes, so I’m not going to comment further on this,”
he stated.
In Warinussy’s opinion, this current move is significant in the
Pacific region and urgently needs to be addressed and supported by the
whole Papuan community.
“I say this, because such a move is in accordance with the advice
given by the UN Secretary General Ban Ki-moon in Auckland, New Zealand,
in September 2010. SG Ban Ki-moon said that issues facing the Papuan
community, like enforcement of civil and political rights, should be
brought before the Decolonisation Committee under the UN General
Assembly,” he said.
Thus, it’s taken for granted that the struggle in Papua to obtain
freedom by political means will be through international mechanisms
recognised by the UN. Further, continues Warinussy, the move Papua is
making through WPNCL with their proposal to become a member of MSG, is
sound diplomatically and in line with the broader struggle to bring the
issue of self-determination before the Decolonisation Committee at the
UN General Assembly.
“This move can’t just be seen as an initiative of WPNCL but something
that’s owned by the whole Papuan community, so that the move can be
supported and considered more effectively—and not be disrupted by
politicking or factionalism, which could be used to undermine this
progressive move,” he finished. As previously reported in www.tabloidjubi.com,
WPNCL is currently lobbying various Pacific nations so that Papua can
become a member of MSG and attend the conference this June.
OPM bukan Angkatan Bersenjata, Ia Sebuah Organisasi Politik.
Setiap Kegiatan Gerilyawan di West Papua bukan Kegiatan OPM, tetapi Kegiatan Tentara Revolusi West Papua.
Disampaikan kepada seluruh masyarakat Papua di manapun anda
berada, bahwa kita sebagai sebuah bangsa yang bermartabat dan tahu diri tentang
jati diri kita dan jati diri perjuangan serta organisasi perjuangan kita, kita
tahu persis bahwa OPM (Organisasi Papua Merdeka) bukanlah sebuah organisasi
militer atau angkatan bersenjata yang melakukan perlawan terhadap penjajah NKRI
dengan cara mengangkat senjata. Sama sekali tidak.
Oleh karena itu, cap-cap, julukan dan stigmatisasi yang dilakukan
oleh NKRI selama lebih dari 40 tahun terakhir, bahwa OPM adalah kelompok
bersenjata dan berbagai kegiatan militer di Tanah Air adalah kegiatan OPM
merupakan kegiatan pembangunan opini yang keliru, yang dengan sengaja dilakukan
NKRI secara sistematis selama hampir setengah abad lamanya, dengan tujuan
tunggal: MENCAP OPM sebagai Organisasi Bersenjata, dan akhirnya dunia mencap
dan menutup pintu politik/diplomasi bagi OPM sehingga tidak dapat melakukan
kampanye politik dan lobi-lobi politik dalam pentas politik dunia demi memperjuangan
aspirasi Papua Merdeka.
Rakyat Papua memiliki sebuah Angkatan Bersenjata yang hingga 2006
bernama TPN, dan kini telah berganti nama menjadi TRWP – Tentara Revolusi West
Papua. TRWP memiliki tugas tunggal, yaitu melakukan peperangan dengan cara
mengangkat senjata dan mengganggu keberadaan NKRI di Tanah Papua secara
militer, dengan aksi-aksi kekerasan. Tetapi aksi-aksi TRWP saat ini bukan tanpa
terukur, bukan secara sembarangan dan bukan secara sporadis, seperti era-era
lalu. Kini TRWP mempersiapkan diri untuk melakukan kampanye militer secara
profesional dan bermartabat, secara terbuka dan didukung oleh kampanye dan
diplomasi OPM di pentas politik dunia, bukan sporadis dengan aksi-aksi
terorisme seperti diskenario-kan NKRI.
Organisasi Papua Merdeka, berarti sebuah organisasi, bukan sebuah
angkatan. Prinsip inilah yang harus dikenal oleh orang Papua. Sebuah organisasi
bukanlah sebuah angkatan bersenjata.
Selain itu, penggabungan nama TPN dengan OPM menjadi TPN/OPM
adalah upaya sistematis kolonial NKRI dalam rangka mematikan ruang gerak dan
kiprah baik sayap militer maupun sayap politik, tetapi terutama sayap politik
perjuangan Papua Merdeka sehingga kedua organisasi tidak memiliki ruang gerak
dan kapasitas untuk memperjuangkan Papua Merdeka. Untuk meloloskan diri dari
jerat itu, Panglima Tertinggi TPN/OPM telah mengambil kebijakan dengan
menyelenggarakan Kongres TPN/OPM I tahun 2006 dan dalam kongres itu telah
diputuskan antara lain:
1.
Nama TPN menjadi Tentara
Revolusi West Papua (TRWP);
2.
Organisasi Papua Merdeka (OPM) secara organisasi dan struktural
komando dipisahkan dari TRWP;
3.
Perjuangan Papua Merdeka perlu dibenahi kembali agar kampanye
militer dan politik diselenggarakan secara bermartabat dan terbuka.
Oleh karena itu, jangan
terpancing oleh permainan NKRI, jangan terbawa arus oleh irama lagu lama yang
mereka mainkan. Kini TRWP dan OPM telah membangun sebuah fondasi baru, fondasi
yang berakar dan bertiang kuat, sebuah fondasi yang akan membawa bangsa Papua
memasuki Papua Merdeka, bukan “Papua Baru” seperti digambarkan Barnabas Suebu,
Sang Ondoafi Ifale.
Papua Baru, bukan Papua Merdeka, namanya sudah lain, apalagi
isinya? Papua Baru artinya Papua dan Indonesia yang rukun dan damai, tak ada
perang, tak ada pemberontakan, tak ada TRWP tak ada OPM.
Organisasi Papua Merdeka adalah Organisasi Induk dari semua
organisasi yang memperjuangkan kemerdekaan West Papua, entah Presidium Dewan
Papua, entah Dewan Musyawarah Masyarakat Adat Koteka, entah Koalisi Nasional untuk
Pembebasan Papua Barat, semuanya hanyalah anak-anak kandung dari OPM.
Kini induk organisasi sedang mempersiapkan diri untuk
memperkenalkan wajah barunya. Oleh karena itu, dari Markas Pusat Pertahanan
Tentara Revolusi West Papua mengundang semua pihak, baik pendukung Otonomi dan
NKRI maupun pendukung Papua Merdeka, di manapun Anda berada, doakanlah supaya
Organisasi Papua Merdeka kini berdiri dengan wajah, dengan pempimpin dan dengan
program yang tegas dan jelas, dan dengan demikian akan membawa bangsa Papua
memasuki kemerdekaannya, seperti yang telah diimpikan mereka yang sudah tiada,
mereka yang masih hidup dan rela berkorban dan mereka yang akan lahir.
Dikeluarkan di: Markas Pusat Pertahanan TRWP
Pada Tanggal : 25 Oktober 2009
Amunggut Tabi, Leut. Gen.TRWP.
BRN: A. 018676
West Papua Army
Kelompok di kamp pelatihan militer Untuk Free West Papua di kelompok Ukraine.The di sebuah kamp pelatihan militer di Ukraina - Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) Komite Kota Malang Raya
Papuan Students National Commando Regiment: Satu Kata, Satu Komando Dan Satu Tujuan.: Satu Kata, Satu Komando Dan Satu Tujuan . Hidup sekali ! Mati Sekali, gunakanlah kesempatan yang ada untuk perjuangan. . ( PSNCR - AMP...
Mathias Wenda - Panglima Papua Barat Tentara Revolusioner (WPRA) ~ Papuan Students National Commando Regiment
Pemilihan Ketua dan Sekretaris Jenderal Koalisi Nasional Papua Barat untuk Pembebasan ( WPNCL ) ~ Papuan Students National Commando Regiment
![]() |
| Demo Mahasiswa Papua |
Aksi demo tersebut memeroleh pengawalan ketat dari jajaran Sat Sabhara Polres Sleman. Para petugas sudah berjaga – jaga sejak awal sebelum para mahasiswa datang ke kediaman wakil presiden. Ketika para demonstran tiba, aparat kepolisian pun sudah bersiap membuat barikade hidup untuk menghalangi para mahasiswa memasuki areal rumah Boediono.
Sempat terjadi gesekan antara mahasiswa dan petugas terutama ketika mereka mencoba menerobos barisan ring 1 yang saat itu dipimpin oleh Kasat Sabhara Polres Sleman AKP Yurianto. Di ring 1 ini, para mahasiswa terus mendorong barikade dan hampir saja kericuhan pecah. Lantaran dorongan mahasiswa yang begitu kuat, barisan aparat Kepolisian sempat tak mampu menahan, sehingga membuat mereka harus mundur sejauh sekitar tiga meteran dari barisan awal. Untuk menghindari insiden, keduanya pun menggelar perundingan untuk mengakhiri aksi saling dorong tersbut.
Jalannya aksi demo juga memeroleh perhatian dari TNI. Tampak di lokasi Dandim Sleman Letkol satriyo Pinandoyo yang terjun langsung memback up anggota yang mengamankan aksi demo. Lantaran beberapa kali, mahasiswa asal Papua ini tetap bersikukuh ingin menabrak barisan aparat. Beberapa warung di sekitar lokasi demo pun tampak memilih menutup kios dagangannya, lantaran takut terjadi insiden yang lebih besar. (*)












